BisnisYuk

Ini 4 Tren Pembayaran Digital 2025 di Indonesia, Menurut Visa

Ini 4 Tren Pembayaran Digital 2025 di Indonesia, Menurut Visa

MOMSMONEY.ID - Mari simak, inilah empat tren utama dalam pembayaran digital di 2025, menurut Visa yang merupakan perusahaan pembayaran digital, yang menegaskan perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Visa telah berevolusi dari produk jaringan kartu kredit dan debit menjadi penyedia solusi-solusi pembayaran digital untuk institusi finansial, fintech, maupun pelaku bisnis dari UMKM hingga korporasi besar.

Langkah ini sejalan dengan inisiatif Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dari Bank Indonesia yang berfokus pada pengembangan sistem pembayaran yang tangguh, aman, terkonsolidasi, dan terintegrasi untuk peningkatan ekonomi digital di Indonesia.

Visa berkontribusi dengan memperkuat pembayaran berbasis kartu dan non-kartu, memudahkan pergerakan uang, serta mendorong pertumbuhan bisnis di Indonesia melalui solusi pembayaran digital.

Baik di kategori Consumer Payments, Commercial and Money Movement Solutions, hingga Value Added Services, yang di dalamnya terdapat solusi Risk & Identity untuk pencegahan penipuan.   

"Mengawali tahun ini, Visa melihat beberapa tren yang membentuk pembayaran digital di ranah internasional maupun domestik," kata Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia, dalam keterangan tertulis, Rabu (26/2). 

"Seperti pertumbuhan penetrasi mobile internet yang mendorong pertumbuhan digital ekonomi mencapai GMV 360 miliar dolar AS  di tahun 2030 hingga meningkatnya pelaku bisnis lokal yang semakin bersaing di pasar global," ujarnya. 

Baca Juga: 10+ Destinasi Wisata Gratis ke Singapura, Catat Sebelum Berangkat

Sehubungan dengan hal tersebut, Visa juga memaparkan empat tren utama dalam pembayaran digital di 2025, yaitu:

Penetrasi mobile dan pertumbuhan e-Commerce 2,5 kali lipat

Proyeksi pengguna internet melalui penetrasi mobile tahun 2025 mencapai 70% dari total populasi Indonesia.

Pertumbuhan ini mendorong tren pembayaran berbasis transaksi online, di mana sektor e-Commerce menjadi salah satu faktor tertinggi yang diharapkan memengaruhi pertumbuhan hingga 130% pada 2030. 

Sementara sektor non-travel mencapai pertumbuhan 35% dengan total GMV 360 miliar dolar AS pada tahun 2030, berdasarkan e-conomy SEA 2024 report Google, Temasek & Bain. 

Melihat semakin tingginya minat masyarakat Indonesia berbelanja online, Visa menyadari pentingnya memberikan kenyamanan bagi konsumen dengan melengkapi fitur-fitur seperti Click to Pay dan Visa Subscription Management. 

Solusi seperti Click to Pay dapat mengintegrasikan pilihan pembayaran langsung ke dalam tombol checkout untuk kemudahan transaksi dan teknologi otentikasi Passkey untuk meningkatkan keamanan melalui biometrik.

Lalu,  Visa Subscription Management dapat memudahkan pembayaran berkala atau berlangganan langsung dari bank, tanpa harus melakukan top-up berulang. 

Wisatawan yang lebih memilih liburan di Asia Tenggara 

Wisatawan dari Asia Tenggara lebih memilih untuk bepergian ke negara terdekat, termasuk Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan jumlah turis asing dari Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina, 

Layanan yang Visa berikan untuk mendukung aktivitas liburan di Indonesia adalah penguatan solusi cross-border melalui kerjasama dengan pemerintah dan berbagai sektor pariwisata di Indonesia.

Kemudian, menjalin kerjasama dengan bank yang mendukung contactless acceptance untuk kemudahan transaksi wisatawan, serta mempromosikan pariwisata Indonesia melalui berbagai kanal marketing Visa di negara-negara yang memiliki minat tinggi untuk berkunjung ke Indonesia.

Baca Juga: Ini Cara Urus Percepatan Paspor Sehari Jadi dan Biayanya

Kebutuhan pembayaran B2B dan lintas batas (cross-border) yang terintegrasi

Tren adopsi commercial payments oleh pelaku industri B2B didorong oleh kebutuhan tinggi akan otomatisasi proses pembayaran internal, hingga tantangan pengelolaan keuangan internal perusahaan.

Solusi Visa Commercial Solutions menyediakan kartu kredit/debit korporat dengan B2B acceptance yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. 

Kartu tersebut juga dilengkapi dengan  Expense Management Platform yang dapat membantu perusahaan memonitor pengeluaran dan kebutuhan perusahaan secara terintegrasi.

Sehingga, memperkuat ekosistem keuangan perusahaan, memastikan efisiensi, dan transparansi dalam setiap transaksi. 

Selain itu, tren cross-border dalam bisnis disebabkan oleh semakin banyaknya kebutuhan transaksi lintas batas untuk keperluan ekspor, impor, bahkan minat perorangan akan pengiriman dan penerimaan dana dari dan ke luar negeri.

Solusi Visa Direct memfasilitasi transfer dana cross-border secara cepat dan terjangkau, mendukung transaksi B2B (Visa-enabling bank, fintech) dan P2P. 

Solusi ini dapat dimanfaatkan oleh pengusaha UMKM yang melakukan ekspor ke luar negeri, hingga perorangan dari luar ke dalam negeri (dan sebaliknya), dengan rate yang terjangkau.

Memperkuat Perlindungan terhadap Penipuan

Temuan Visa menyebutkan bahwa transaksi online memiliki risiko penipuan 7,5 kali lipat dibandingkan dengan transaksi offline.

Solusi Visa Consumer Authentication Service (VCAS) yang menggunakan analisis pola kebiasaan dan perilaku konsumen dengan dukungan teknologi Gen AI memampukan risk scoring serta  solusi autentikasi biometrik untuk mengurangi ketergantungan pada kata sandi dan PIN.

Solusi-solusi inovatif ini menunjukkan upaya Visa untuk memastikan setiap transaksi terlindungi secara optimal tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.

Lebih lanjut, Visa juga menyediakan layanan menyeluruh yang lebih dari sekadar solusi pembayaran dan keamanan. 

Yaitu, berupa pendampingan, konsultasi dan pelatihan secara intensif kepada mitra kami melalui layanan Visa Managed Services (VMS)  agar dapat memastikan solusi-solusi Visa tersebut dapat diterapkan dengan optimal.

Melalui berbagai inovasi strategis ini, Visa terus mendukung Indonesia untuk memperkuat posisi di ekonomi global dengan menghadirkan solusi pembayaran digital yang mudah, aman, dan inklusif. 

Serta, mendorong transformasi cara masyarakat Indonesia dalam bertransaksi, berbelanja, dan berbisnis. 

"Kami yakin bahwa keseluruhan solusi yang kami miliki dapat bermanfaat terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai 146 miliar dolar AS pada 2025," ungkap Vira.  

Selanjutnya: Jelang Ramadan 2025, Kenali Tanda-Tanda Kurma Kedaluarsa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News