M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Indo Premier Luncurkan IPOT Bond, Jual Obligasi Langsung ke Investor Ritel

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Adopsi obligasi di pasar sekunder Indonesia masih tergolong rendah, terutama akibat kurangnya pemahaman investor ritel terhadap mekanisme dan cara kerja obligasi di pasar sekunder. 

Data statistik Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Maret 2025, menunjukkan, jumlah investor ritel untuk SBN baru mencapai 1,19 juta investor. Angka itu lebih rendah dibandingkan jumlah investor pasar modal yang telah mencapai 15,7 juta investor, jumlah investor saham 6,7 juta investor dan jumlah investor reksadana 14,8 juta investor. 
 

Selain itu, minimnya transparansi harga serta keberadaan biaya tersembunyi menjadi salah satu hambatan yang menghalangi investor untuk memaksimalkan potensi keuntungan mereka.

Untuk menjawab hambatan itu, Indo Premier Sekuritas, perusahaan underwriter sejak 2003, kini menjual obligasi secara langsung kepada investor ritel melalui platform IPOT Bond.

Bukan sekadar menghadirkan akses yang mudah, IPOT Bond juga menawarkan harga beli obligasi yang lebih kompetitif, fleksibilitas memilih antara obligasi pemerintah dan korporasi hingga proses transaksi yang cepat. Setiap pembelian obligasi akan langsung masuk ke dalam portofolio. 

Baca Juga: Imbal Hasil Tinggi, Duit Asing Masuk Pasar Obligasi Indonesia

Berbagai keunggulan ini adalah sesuatu yang belum pernah ditawarkan perbankan atau aplikasi investasi lainnya. Indopremier mengklaim keunggulan dari  IPOT Bond sebagai berikut: 

  • Harga beli obligasi di IPOT Bond lebih kompetitif dibandingkan platform lain, sehingga potensi yield yang diperoleh investor menjadi lebih tinggi.
  • Selain obligasi pemerintah, IPOT Bond juga menyediakan akses ke obligasi korporasi dengan tenor yang beragam dan imbal hasil lebih tinggi.
  • Transaksi cepat dan langsung masuk ke portofolio. Sistem IPOT memungkinkan transaksi instan, setiap pembelian langsung tercatat di portofolio, dan penjualan obligasi pemerintah dapat dieksekusi seketika berkat pasar yang likuid.
  • Jam transaksi lebih panjang dan eksekusi langsung. Banyak platform investasi yang klaim buka 24 jam, padahal cuma ambil antrian. Di IPOT Bond, transaksi langsung dieksekusi dengan jam transaksi real yang lebih panjang.

Direktur Utama Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan dalam keterangan tertulis, Kamis (15/5), IPOT Bond hadir sebagai bentuk komitmen Indo Premier untuk membantu investor ritel meraih keuntungan maksimal dari obligasi dengan menawarkan harga terbaik yang dapat diakses oleh para investor.

“Melalui IPOT Bond, kami membuka jalan bagi investor ritel untuk meraih potensi keuntungan yang lebih maksimal dengan akses harga terbaik, baik untuk obligasi pemerintah maupun korporasi, serta kemudahan likuiditas yang ditingkatkan. Ini bukan sekadar fitur, tapi langkah konkret untuk mengubah cara kita melihat, mengakses, dan memaksimalkan investasi obligasi,” ujarnya.

IPOT Bond bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari transformasi yang lebih besar, tentang bagaimana Indo Premier menghadirkan lebih banyak pilihan instrumen investasi melalui aplikasi IPOT.

“Kami percaya, dengan akses yang mudah dan harga yang lebih kompetitif, investor ritel bisa menikmati keuntungan maksimal dari IPOT Bond,” imbuh Moleonoto.

Baca Juga: Jadi Mitra Distribusi SR022, Bank-Bank Ini Targetkan Jual Sukuk Ritel Triliunan

Indo Premier memiliki rekam jejak dan dominasi yang kuat di pasar obligasi. Sebagai underwriter obligasi, Indo Premier berhasil menduduki peringkat pertama di Bloomberg League Table untuk penerbitan Obligasi dan Sukuk Rupiah selama 8 tahun berturut-turut (2017-2024) dan menjadi penguasa pasar dengan market share sebesar 15,15% pada 2024. 

Konsistensi Indo Premier dalam meningkatkan volume transaksi penerbitan obligasi dan sukuk mencerminkan dominasinya yang selaras dengan perkembangan tren pasar serta kontribusinya yang signifikan terhadap aktivitas pasar obligasi setiap tahun. Baik sebagai Sole Lead Underwriter maupun Joint Lead Underwriter, Indo Premier telah menjadi penjamin terpercaya untuk penerbitan obligasi berbagai perusahaan dengan nilai yang fantastis. 

Hingga 2024 Indo Premier telah menerbitkan 89 penerbitan yang terdiri atas 62 obligasi, 17 sukuk, 5 USD Bonds, 3 Green Bond dan 2 Perpetual Note. Nilai emisi Rp 87,4 triliun dan porsi Indo Premier mencapai Rp 21,4 triliun.

Indo Premier juga dipercaya oleh berbagai BUMN dan konglomerasi besar seperti PLN, BRI, Astra Group, hingga Provident Group, untuk menangani transaksi obligasi dan sukuk mereka. Indo Premier terus mendominasi penerbitan obligasi dan sukuk di seluruh kategori peringkat AAA, AA, dan A dengan secara konsisten mengungguli pesaing. 

Kepemimpinan ini mencerminkan kemampuannya dalam menangani penerbitan di seluruh spektrum peringkat, sekaligus memperkuat posisi Indo Premier sebagai underwriter. 

Sejumlah penghargaan dan pengakuan, baik secara domestik maupun regional dari institusi-institusi terkemuka bergengsi, disematkan kepada Indo Premier, mulai dari Best Domestic Bond House/Advisor dan Best Local Currency Bond dari The Asset Asian Awards, hingga Best Bond House dan Best Inaugural Green Bond in Southeast Asia dari Alpha Southeast Asia. Deretan penghargaan ini mencerminkan konsistensi dan kepemimpinan Indo Premier di industri obligasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Manfaat Teh Bunga Osmanthus untuk Kesehatan Pencernaan hingga Melindungi Kulit

Teh bunga osmanthus tak hanya memiliki aroma lembut yang menenangkan, tetapi juga kaya antioksidan. Ketahui beragam manfaatnya di sini!

12 Warna Kabinet Dapur yang Bikin Rumah Terlihat Punya Karakter Kuat

Bingung memilih warna kabinet dapur? Ini 12 pilihan warna tahun 2026 yang hangat, fleksibel, dan cocok untuk beragam gaya rumah di Indonesia.​  

Cara Mengetahui Bank dari Nomor Rekening Tanpa Ribet, Cek Sebelum Transfer

Bingung rekening tersebut bank apa? Kenali cara cek bank dari nomor rekening agar transfer lebih aman dan tidak salah tujuan.

Mengapa Wanita Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun? Ini Penjelasannya

Sekitar 80% kasus penyakit autoimun dialami oleh wanita akibat faktor genetik dan hormon estrogen. Kenali penyebab, gejala umum, hingga dampaknya.

Provinsi Ini Masih Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (4/8)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 4 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Antisipasi Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Sumatra Barat Selasa (4/8) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca di Sumatra Barat pada besok (4/8) dan lusa didominasi berawan, dengan suhu 17-31 derajat Celsius.

Prakiraan Cuaca Bali Besok (4/8) dan Lusa, Waspada Udara Kabur

BMKG memprakirakan cuaca Bali pada Selasa (4/8) didominasi cerah. Namun, pada Rabu, waspadai udara kabur dan kabut asap.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (4/8) Cerah Dominan, Kabut di Sejumlah Daerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa-Rabu didominasi cerah dan berawan dengan kabut di sejumlah wilayah.

Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Selasa (4/8), Mayoritas Wilayah Cerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Selasa-Rabu didominasi cerah hingga berawan dengan suhu 15-33 °C

Levi’s Rilis Kampanye Keep it Loose, Hadirkan Gaya Preppy Klasik yang Lebih Bebas

Levi’s memperkenalkan kampanye terbaru bertajuk Keep it Loose yang menyoroti produk Loose Prep.