MOMSMONEY.ID - Investasi tak melulu soal mencari keuntungan. Investor juga bisa mempertimbangkan ke mana uangnya disalurkan dan dampak yang dihasilkan.
Konsep ini dikenal sebagai impact investing, yakni investasi yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang terukur.
Di Indonesia, tren ini mulai berkembang. Indonesia disebut menjadi pasar impact investing paling aktif di Asia Tenggara, dengan lebih dari US$ 1,5 miliar modal yang telah disalurkan melalui lebih dari 100 penyedia modal aktif.
Pilihan produknya pun mulai tersedia di pasar modal. Data Trimegah Sekuritas mencatat hingga 31 Maret 2026 terdapat 28 produk reksadana berdampak dengan total aset kelolaan (AUM) sekitar Rp 17 triliun.
Ada pula 29 produk obligasi dan sukuk berdampak dengan AUM sekitar Rp 57 triliun.
Dana tersebut antara lain mendukung pendidikan, pemberdayaan perempuan, UMKM, kesehatan, ketenagakerjaan, lingkungan dan iklim, hingga perumahan terjangkau.
Baca Juga: IHSG Bergerak Tapi Transaksi Bursa Sepi, Ke Mana Dana Investor?
Founder & CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam, mengatakan investasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Melalui Impact Investment Festival 2026, kami ingin membuka ruang bagi berbagai pihak untuk bersama-sama melihat bagaimana investasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Veronica dalam keterangan resmi yang dikutip, Senin (18/8).
Managing Director Global Business Development, Corporate, Finance & Investments Danantara Indonesia, Djamal Attamimi, mengatakan impact investing dapat mengarahkan modal ke sektor yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Impact investing menjadi penting karena dapat membuka peluang untuk menciptakan nilai yang lebih luas bagi Indonesia. Ketika dana diarahkan pada sektor dan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan perubahan yang nyata,” kata Djamal.
Dengan total AUM produk impact investing sekitar Rp 74 triliun, pilihan investasi berbasis dampak di Indonesia pun mulai semakin beragam. Jadi, selain melihat potensi cuan, investor juga bisa mempertimbangkan dampak dari uang yang diinvestasikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News