MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Berikut rekomendasi saham piliham MNC Sekuritas hari ini.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,84% ke level 8.933 dan disertai peningkatan volume pembelian.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan, IHSG saat ini tengah berada pada fase wave (v) dari wave [iii]. Dengan demikian, IHSG masih memiliki ruang penguatan menuju kisaran 8.959–8.994.
Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diproyeksikan berada di 8.867 dan 8.776, sementara resistance berada di area 8.960 dan 8.996.
Baca Juga: Rekomendasi Tablet Murah Infinix XPad 20, Harga Rp 1 Jutaan dengan Daya 7000 mAh
Berikut rekomendasi saham piliham MNC Sekuritas untuk perdagangan Rabu (7/1/2026):
1. FAST – Buy on Weakness
FAST menguat 0,81% ke 625 disertai peningkatan volume pembelian. Posisi FAST diperkirakan berada pada awal wave [1] dari wave {C}.
- Buy on Weakness: 580–625
- Target Price: 700, 740
- Stoploss: di bawah 555
2. PTBA – Buy on Weakness
PTBA menguat 1,28% ke 2.370 dengan peningkatan volume pembelian. Pergerakannya juga bertahan di atas MA60. PTBA diperkirakan berada pada akhir wave [i] dari wave C.
- Buy on Weakness: 2.290–2.340
- Target Price: 2.410, 2.450
- Stoploss: di bawah 2.270
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca Hari Ini (7/1), Provinsi Ini Alami Hujan Sangat Lebat
3. SRTG – Buy on Weakness
SRTG menguat 6,84% ke 1.640 disertai kenaikan volume pembelian dan menembus MA60. SRTG diperkirakan tengah membentuk wave (i) dari wave [iii].
- Buy on Weakness: 1.575–1.625
- Target Price: 1.685, 1.725
- Stoploss: di bawah 1.525
4. TINS – Spec Buy
TINS menguat 0,60% ke 3.340 meski masih diikuti tekanan jual. TINS diperkirakan berada pada awal wave 5 dari wave (3).
- Spec Buy: 3.220–3.320
- Target Price: 3.510, 3.760
- Stoploss: di bawah 3.110
Sebagai catatan, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Pastikan menyesuaikan dengan profil risiko serta melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan transaksi.
Selanjutnya: Dapat Pinjaman Jumbo, Kimia Farma (KAEF) Berharap Kinerja Tak Lagi Loyo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News