M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

IHSG Masih Berpotensi Menguat, BRI Danareksa Sekuritas Bagikan Rekomendasi Saham Ini

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Analis BRI Danareksa Sekuritas memprediksi IHSG bakal menguat pada hari ini, Senin (20/11), sekaligus memberikan rekomendasi saham untuk trading harian. 

Dalam risetnya, analis BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, IHSG berpotensi kembali menguat menguji resisten 6.986. 

Masih ada potensi penguatan lanjutan dengan resisten berikutnya di 7.046. Support sementara yang perlu diperhatikan di area 6900.

Untuk rekomendasi saham yang bisa di-trading hari ini, BRI Danareksa membagikan enam saham yaitu:

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Hari Ini 20 November

CPIN - Trading Buy

  • Trading range: Rp 5.200-Rp 5.975
  • Trend: Sideways. Harga baru memantul dari area support MA 20 dan berpotensi melanjutkan penguatan ke resisten 5976.

SMGR - Trading Buy

  • Trading Range: Rp 6.100-Rp 7.100
  • Trend: Tren bearish mulai patah. Harga sudah berhasil breakout resisten 6500 dan berpotensi melanjutkan penguatan ke area resisten 7100.

TPIA - Trading Buy 

  • Trading Range : Rp 2.800-Rp 3.200
  • Trend: Bullish. Posisi harga berada di area demand dan support MA 20 dan berpotensi mematul dari area demand/support. Disarankan tunggu konfirmasi harga breakout Rp 3.000 untuk melakukan pembelian.

Baca Juga: Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas 20 Novevmber 2023

HRUM - Sell

  • Trading Range: Rp 1.300-Rp 1. 500
  • Trend: Bearish. Posisi harga mulai mendekati support RP 1.395 dan berpotensi melanjutkan penurunan ke area demand di Rp 1.300 selagi tren masih bearish.

ASII - Sell

  • Trading Range: Rp 5.550-Rp 6.000
  • Trend: Bearish. ASII masih ada potensi penurunan lanjutan dengan support di Rp 5.550 selagi trend masih bearish. Waspadai penurunan lebih dalam jika harga turun di bawah support Rp 5.550.

AKRA - Sell

  • Trading Range : Rp 1.400 - Rp 1.485
  • Trend: Sideways. Posisi harga mulai mendekati support 1415 dan berpotensi memasuki bearish trend jika support 1415 ditembus. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Besok Kamis 14 Mei 2026, Aries Panen Hasil hingga Pisces Emosional

Cek ramalan zodiak lengkap besok Kamis 14 Mei 2026, mulai Aries hingga Pisces soal cinta, karier, keuangan, dan kesehatan.​

Jaga Kualitas Udara Rumah, Ini Solusi Azko untuk Kesehatan Keluarga

Azko luncurkan Norium, air purifier unik dengan lampu LED dan fitur sterilizer. Teknologi ion plasma yang menjaga udara higienis.

Jangan Asal Praktis, Herbalife Ingatkan Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang

​Herbalife kembali mengingatkan pentingnya sarapan sehat sebagai langkah sederhana untuk menjaga energi dan produktivitas sehari-hari.

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai

Kenikmatan mie instan bisa berujung bahaya. Berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

Prakiraan Cuaca Besok (14/5) dan Lusa di DKI Jakarta, Hujan Turun di Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cerah, sedangkan lusa akan didominasi hujan ringan.

Musim Pancaroba Bikin Tubuh Rentan Sakit, Ini Tips Jaga Imun dari Dokter

Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.​ Simak tips menjaga imun dari dokter berikut ini!

Reli Pasar Terjegal, Ini Kripto yang Bertahan di 5 Kripto Top Gainers

Di pasar yang sedang terkoreksi, Injective (INJ) justru menanjak 21% dan menduduki puncak kripto top gainers 24 jam terakhir.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (14/5), Hampir Semua Kota Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok, Kamis (14/5), hampir merata berawan dan sebagian  udara kabur.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Kamis (14/5), Berawan hingga Hujan Ringan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah besok, Kamis (14/5), didominasi berawan dan sebagian wilayah hujan.

IHSG Tumbang Hampir 2% Pasca-Review MSCI, Investor Disarankan Lakukan Ini

Penghapusan sejumlah saham dari indeks MSCI lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan kerusakan fundamental.