MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan pada awal perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Hingga pukul 09.03 WIB, IHSG turun 45,18 poin atau 0,71% ke level 6.325,497.
Tekanan jual masih mendominasi pasar setelah sehari sebelumnya IHSG anjlok lebih dari 3%. Pada perdagangan pagi ini, indeks sempat menyentuh level terendah di 6.282,157 sebelum memangkas sebagian pelemahannya.
Data perdagangan menunjukkan saham yang turun mencapai 357 emiten, jauh lebih banyak dibanding saham yang naik sebanyak 146 emiten, sementara 170 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp 898,5 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1,71 miliar saham.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tingginya kehati-hatian investor menanti dua sentimen utama hari ini, yakni pidato arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo di DPR serta pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait suku bunga acuan.
Pelaku pasar juga masih dibayangi tekanan eksternal, mulai dari pelemahan rupiah hingga tensi geopolitik global yang membuat minat terhadap aset berisiko cenderung menurun.
Baca Juga: IHSG Sudah Jenuh Jual, Pasar Tunggu Pidato Prabowo dan Keputusan BI (20/5)
Saham bank
Pergerakan saham-saham dengan kapitalisasi pasar terbesar (top market cap) terpantau masih mixed pada perdagangan pagi ini. Meski IHSG kembali melemah, beberapa saham bank jumbo menunjukkan fluktuasi untuk rebound ke zona hijau.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia, naik 0,42% ke level 5.975. Begitu juga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 0,66% ke posisi 3.060, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik 0,24% ke level 4.140.
Penguatan saham perbankan ini cukup menarik karena sehari sebelumnya sektor bank justru menjadi sasaran aksi jual asing.
Baca Juga: Asing Catatkan Net Buy, Saham Komoditas Ini Paling Banyak Dibeli (19/5)
Namun, tekanan masih terlihat pada saham energi baru terbarukan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 1,99% ke level 2.960. Pelemahan BREN turut membebani pergerakan IHSG mengingat saham ini memiliki bobot kapitalisasi pasar yang besar.
Sementara itu, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) bergerak stagnan di level 197.500. Meski tidak banyak bergerak, kapitalisasi pasar DCII masih menempatkannya sebagai salah satu saham terbesar di Bursa.
Baca Juga: 23 Saham Siap Bagikan Dividen, Cum Date Pekan Ini 19-22 Mei 2026
Pagi ini, saham dengan kenaikan terbesar atau top gainer antara lain LPLI, TNCA, KIOS, MPIX, dan INDX.
Sedangkan di saham dengan penurunan terbesar ada RELI, TPIA, WBSA, dan GSMF.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News