M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Senin (9/2)

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Senin (9/2)
Reporter: Shintia Rahma Islamiati  |  Editor: shintia rahma


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Senin (9/2/2026). Simak rekomendasi saham pilihan BNI Sekuritas untuk hari ini.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun 2.08% level 7.935, namun disertai dengan net buy asing sekitar Rp775 miliar.

Beberapa saham yang paling banyak dibeli investor asing di antaranya BMRI, BUMI, TLKM, ANTM dan ASII

Analis Ritel BNI Sekuritas Fanny Suherman memproyeksikan, IHSG berpotensi untuk menguat terbatas hari ini. 

Namun, ia mengingatkan, jika sepanjang IHSG belum break di atas 8050, maka harus berhati-hati karena masih rentan koreksi lagi. 

Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 7780-7850, sementara area resistance terdekat berada di rentang 8000-8050.

Baca Juga: Naik Lagi! Cek Tabel Harga Emas Antam Hari Ini Senin 9 Februari 2026

Berikut daftar saham pilihan BNI Sekuritas untuk perdagangan Senin (9/2/2026):

1. JPFA — Buy on Weakness

  • Area beli: 2460–2500
  • Target dekat: 2540–2600
  • Cut loss: di bawah 2400

2. HRTA — Spec Buy

  • Area beli: 2200–2260
  • Target dekat: 2300–2360
  • Cut loss: di bawah 2180

3. BUMI — Buy on Weakness

  • Area beli: 216–222
  • Target dekat: 232–240
  • Cut loss: di bawah 210

Baca Juga: IHSG Masih Melemah, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Senin (9/2)

4. ANTM — Buy on Weakness

  • Area beli: 3620–3680
  • Target dekat: 3800–3850
  • Cut loss: di bawah 3600

5. ARCI — Buy if Break

  • Area beli: break 1615
  • Target dekat: 1640–1665
  • Cut loss: di bawah 1585

6. AGII — Spec Buy

  • Area beli: 2120–2170
  • Target dekat: 2210–2300
  • Cut loss: di bawah 2050

Investor diimbau tetap mencermati level support dan resistance utama IHSG, serta mewaspadai potensi aksi ambil untung di tengah tren penguatan jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kala Wanita Berusia 40-an Jatuh Cinta ke Pria Lebih Muda, Ini Cerita Tante Sonya

Serial Tante Sonya mengangkat kisah perempuan dewasa yang kembali membuka hati untuk pria lebih muda.

Tiket Final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dijual, Ini Harganya

Tiket final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dijual. Cek harga, jadwal laga, kategori tribun, dan syarat Garuda ID.

4 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Simak Peringatan Dini Cuaca Besok (3/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (3/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/10), Hujan Lebat Terjadi di 14 Provinsi Ini

BMKG memberi peringatan dini cuaca besok Sabtu 3 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.