MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (30/6/2026).
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG melemah 1,28% ke level 5.820 dan masih didominasi oleh tekanan jual.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv], sehingga masih rawan melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.723-5.784.
Sementara itu, apabila terjadi penguatan jangka pendek, IHSG diperkirakan berpeluang menguji area 5.837-5.845.
Adapun level support IHSG berada di 5.784 dan 5.594, sementara level resistance berada di 6.286 dan 6.459.
Baca Juga: Ini Dia 7 Menu Sarapan yang Terlihat Sehat tapi Ternyata Bikin Gula Darah Naik
Sejalan dengan proyeksi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini.
1. BRIS — Buy on Weakness
BRIS terkoreksi 1,45% ke level 1.705 dan masih didominasi tekanan jual. MNC Sekuritas memperkirakan posisi BRIS sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.
- Area beli: 1.485–1.630
- Target harga: 1.865, 1.980
- Stop loss: di bawah 1.455
2. IMPC — Buy on Weakness
IMPC menguat 0,36% ke level 1.375 disertai peningkatan volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan posisi IMPC saat ini sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [A].
- Area beli: 980–1.160
- Target harga: 1.735, 2.200
- Stop loss: di bawah 905
Baca Juga: Deretan Promo HokBen Juni 2026 Berakhir Hari Ini, Makan Enak Diskon Banyak
3. INDY — Buy on Weakness
INDY menguat 2,71% ke level 1.895 dengan didukung volume pembelian. Saat ini, posisi INDY diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C).
- Area beli: 1.650–1.795
- Target harga: 2.290, 2.690
- Stop loss: di bawah 1.560
4. SUPA — Trading Buy
SUPA menguat 5,83% ke level 545 disertai peningkatan volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan posisi saham ini sedang berada pada bagian awal wave (A).
- Area beli: 520–540
- Target harga: 610, 685
- Stop loss: di bawah 494
Investor diimbau tetap selektif dalam memilih saham serta disiplin menerapkan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News