MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Senin, 23 Februari 2026. Simak pembukaan bursa dan rekomendasi saham hari ini dari Kiwoom Sekuritas Indonesia.
IHSG pagi ini sempat naik 0,9% ke level 8.346,41. Sebanyak 333 saham menguat, berbanding 175 yang turun. Sedangkan 185 lainnya belum bergerak.
Jumat lalu (20/2), IHSG ditutup dengan penurunan tipis 0,03% ke level 8.271. Tekanan jual asing di pasar reguler mencatatkan net sell Rp 360,91 miliar.
Pagi ini, saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar di Tanah Air menghijau. Saham terbesar ini yaitu, BREN, BBCA, DSSA, TPIA, dan BBRI.
Saham BREN yang kapitalisasi pasarnya Rp 1.083 triliun, naik 0,62%. Masih dari Grup Barito, saham TPIA juga naik 2,6%.
Saham perbankan juga cenderung naik. Saham BBCA naik 0,69% dan BBRI menguat 1,04%.
Saham DSSA, dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di bursa, mencatatkan kenaikan 0,46%.
Rekomendasi saham
Meski menguat, Kiwoom Research menyarankan para investor/trader untuk monitor ketat penembusan Resistance MA20 (8.340). Level inilah yang akan membebaskan jalan IHSG ke arah next target 8.530-8.600. "Rencanakan Average Up Anda setelah break out terkonfirmasi," tulis riset Kiwoom pagi ini.
Berikut sejumlah saham yang bisa dipertimbangkan investor dan trader pagi ini:
1. EXCL
Entry Buy : 3.010 – 3.120
Target Price : 3.250 – 3.370
Support : 2.960 – 3.010
Cut loss : 2.940
2. MAPA
Entry Buy : 660 – 680
Target Price : 705 – 725
Support : 650 – 660
Cut loss : 640
3. PWON
Entry Buy : 364 – 374
Target Price : 386 – 398
Support : 358 – 364
Cut loss : 354
4. SMGR
Entry Buy : 2.960 – 3.070
Target Price : 3.200 – 3.320
Support : 2.910 – 2.960
Cut loss : 2.890
Perlu diingat, rekomendasi saham ini bukan ajakan untuk menjual atau membeli saham tertentu. Sesuaikan dengan profil risiko Anda masing-masing.
Sentimen di bursa
Ada sejumlah sentimen di bursa saham yang bisa diperhatikan investor. Antara lain, putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif Trump, eskalasi retorika Amerika Serikat-Iran yang mendorong minyak ke level tertinggi 6 bulan, serta data makro AS yang menunjukkan pertumbuhan melambat namun inflasi tetap tinggi.
Pasar juga akan memantau risiko geopolitik Timur Tengah dan arah ekspektasi suku bunga The Fed setelah data personal consumption expenditure (PCE) dan produk domestik bruto (PDB) yang beragam.
Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sepakat melanjutkan skema debt switching Rp 173,4 triliun pada 2026 melalui pembelian SBN di pasar sekunder dan pertukaran surat utang bilateral guna menjaga pengelolaan utang dan stabilitas APBN.
Pemerintah menargetkan defisit 2,68% terhadap PDB dengan pembiayaan melalui penerbitan SBN dan pinjaman, sementara BI menjaga inflasi 2,5±1% serta stabilitas Rupiah dalam kerangka sinergi fiskal-moneter untuk mempertahankan struktur utang yang sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selanjutnya: Dimulai Besok (24/2/2026), Jadwal Penukaran Uang Baru Tahap Dua Diperpanjang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News