MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memasuki fase cooling down setelah mengalami penguatan dalam beberapa perdagangan terakhir. Meski terkoreksi secara wajar, momentum bullish IHSG dinilai masih terjaga. Berikut proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini, Kamis, 20 Agustus 2026 dari Mirae Asset Sekuritas.
Kemarin Rabu, 19 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan pelemahan 0,88% ke level 6.394,12.
Sementara itu, investor asing lebih banyak melakukan aksi jual ketimbang beli dengan nilai jual bersih atau net sell Rp 488 miliar di pasar reguler.
Baca Juga: Ada Net Sell Sebesar Rp 488 Miliar, Saham-saham Ini Paling Banyak Dilepas Asing
M. Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia menjelaskan, secara teknikal, moving average (MA) 20 dan MA60 IHSG telah membentuk positive crossover. Sementara itu, indikator Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal positif. Volume perdagangan juga mulai menguat.
secara teknikal, moving average (MA) 20 dan MA60 IHSG telah membentuk positive crossover. Sementara itu, indikator Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal positif. Volume perdagangan juga mulai menguat.
Dari eksternal, sentimen positif datang dari keputusan US Treasury menggandakan ukuran buyback obligasi tenor panjang menjadi US$ 4 miliar per operasi mulai 9 September 2026, dari sebelumnya US$ 2 miliar. Kebijakan tersebut mendorong likuiditas di pasar obligasi dan turut menekan yield US Treasury 30 tahun sekitar 9,9 basis poin menjadi 5,186%.
Namun, investor masih dibayangi risiko inflasi dan kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Risalah rapat The Fed Juli menunjukkan mayoritas pembuat kebijakan masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi belum terkendali. Ketegangan geopolitik dan konflik di Selat Hormuz juga berpotensi mendorong harga energi. Harga Brent saat ini berada di kisaran US$ 91–92 per barel.
Dari dalam negeri, BI mempertahankan BI Rate di level 5,75% dan menegaskan fokus pada stabilitas rupiah serta inflasi. BI juga akan melanjutkan kebijakan untuk menarik modal asing, meningkatkan likuiditas, serta memperdalam pasar uang dan valuta asing. Rupiah pun menguat 0,12% ke level Rp 17.840 per dolar AS.
Meski demikian, aksi ambil untung setelah reli sebelumnya masih berpotensi menahan laju IHSG. Aksi korporasi maupun klarifikasi atas isu tertentu pada saham juga dapat meningkatkan volatilitas sejumlah emiten, termasuk koreksi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) setelah perseroan memberikan klarifikasi terkait isu akuisisi.
Mirae Asset memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.406 dan 6.363. Sementara itu, resistance berada di 6.554 dan 6.616.
Rekomendasi saham
Mirae Asset menyarankan investor melakukan akumulasi secara selektif pada saham dengan fundamental solid dan valuasi murah. Investor juga dapat mencermati saham yang menunjukkan potensi pembalikan tren dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
Sejumlah saham yang masuk radar Mirae Asset antara lain PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Citra Borneo Utama Tbk (CBRE), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).
Berikut rekomendasi saham teknikal dari Mirae untuk hari ini:
1. ARKO
Accumulative Buy, fase breakout. Entry 4.980–5.975, dengan TP1 6.100, TP2 6.650, TP3 8.375. Support 4.980 dan 4.300.
2. CBRE
Accumulative Buy, fase akumulasi. Entry 655–705, dengan TP1 715, TP2 740, TP3 930. Support 655 dan 545.
3. PWON
Accumulative Buy, fase akumulasi dan termasuk marginable stock. Entry 252–272, dengan TP1 278 dan TP2 296. Support 252 dan 236.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News