M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

HypeFast Rutin Mengadakan Social Night Guna Mendorong Ekosistem Brand Lokal

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Hyepast terus mendorong pengembangan dan pertumbuhan brand lokal Indonesia. Salah satunya, dengan rutin Indonesian Brand Founders Social Night yang sudah berlangsung sejak 2022. 

Di bulan Juli ini, Hyepaftas menyelenggarakan Social Night dan bekerjasama dengan Jungle Ventures, perusahaan modal ventura yang berfokus pada investasi di perusahaan tahap awal hingga tahap pertumbuhan di Asia Tenggara dan India.

Pada acara tersebut, jajaran brand lokal maupun pemain kunci dalam ekosistem industri brand lokal turut hadir antara lain Tulus Skin, Saff & Co, MorningSol, Alien Objects, Mac and Phil, Restu Anggraini, Normal Estate, Fayt, Toyu, Kopi Kapiten, Lean Lab, dan Nubiko.

Indonesian Brand Founders Social Night tidak hanya menjadi ajang berkumpul bagi para pendiri brand lokal, namun juga sebagai wadah untuk memperluas jaringan, menjalin relasi serta kemitraan yang lebih erat, sekaligus menciptakan komunitas yang kuat di kalangan pendiri brand lokal Tanah Air.

Baca Juga: Hypefast Berbagi Solusi untuk Mengatasi Fenomena Marketing Fatigue

"Kami ingin menyediakan wadah bagi para pendiri brand untuk saling bertemu, berbagi pengalaman, dan belajar satu sama lain guna meningkatkan jaringan mereka dan membuka peluang kolaborasi," jelas Achmad Alkatiri, CEO dan Founder Hypeafast.

Dengan acara Indonesian Brand Founders Social Night, Hypefast berharap, dapat terus mendukung pertumbuhan brand lokal Indonesia melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi strategis yang lebih inklusif.

Tidak hanya melibatkan brand lokal di bawah naungan Hypefast, tapi juga melibatkan lebih banyak brand lokal dalam skala yang lebih luas lagi serta dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.