M O M S M O N E Y I D
Bugar

Hati-Hati! Kebiasaan Ini Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes lo

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Jarang disadari, ternyata ada kebiasaan yang meningkatkan risiko diabetes lo. Apa saja, ya?

Diabetes adalah penyakit kronis yang semakin umum terjadi di masyarakat modern. Selain faktor genetik, gaya hidup yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya risiko diabetes, khususnya diabetes tipe 2.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memperbesar kemungkinan terkena diabetes.

Untuk mencegah penyakit ini, penting bagi kita mengenali kebiasaan yang meningkatkan risiko diabetes. Melansir dari laman Aarp, inilah bebeerapa kebiasaan tersebut:

1. Melewatkan sarapan

Sarapan ternyata memiliki dampak besar dalam menjaga kesehatan, termasuk mengurangi risiko diabetes. Penelitian menunjukkan, mereka yang melewatkan sarapan cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi dan risiko diabetes yang lebih besar.

Hal ini karena melewatkan sarapan sering menyebabkan pola makan berlebihan di siang dan malam hari. Tidak perlu makanan berat untuk sarapan. Pilih makanan sederhana seperti smoothie berprotein, roti gandum dengan alpukat, atau telur orak-arik yang dipadukan dengan sayuran.

Baca Juga: 17 Sayuran yang Bagus untuk Penderita Diabetes Konsumsi, Cegah Gula Darah Naik

2. Duduk terlalu lama

Gaya hidup yang minim gerak, seperti duduk berjam-jam di depan komputer atau TV, dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Penelitian menunjukkan bahwa mengganti 30 menit waktu duduk dengan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko hingga 31%.

Atur alarm untuk berdiri dan bergerak setiap 30 menit. Lakukan peregangan, berjalan sebentar, atau naik turun tangga untuk menjaga metabolisme tubuh.

3. Konsumsi alkohol berlebihan

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah kecil mungkin memberikan manfaat kesehatan, tetapi jika berlebihan justru meningkatkan risiko diabetes.

Terlalu banyak alkohol dapat memicu peradangan pankreas dan mengganggu produksi insulin. Batasi konsumsi alkohol hingga satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas untuk pria.

Pastikan untuk mengonsumsi alkohol bersamaan dengan makanan untuk meminimalkan dampaknya.

Baca Juga: 10 Tips Tetap Sehat saat Musim Hujan Tiba, Cek di Sini yuk

4. Kurang tidur

Kurang tidur secara kronis dapat memengaruhi hormon tubuh dan meningkatkan kadar kortisol, yang pada akhirnya menaikkan gula darah.

Selain itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi karbohidrat dan gula.

Usahakan tidur 7-8 jam setiap malam. Ciptakan rutinitas tidur yang teratur dan hindari penggunaan gawai sebelum tidur.

5. Merokok

Merokok meningkatkan risiko diabetes hingga 30-40%. Kebiasaan ini dapat menyebabkan peradangan kronis, resistensi insulin, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Jika sulit berhenti, konsultasikan dengan dokter untuk metode berhenti merokok yang tepat, seperti terapi pengganti nikotin atau obat-obatan pendukung.

Baca Juga: 17 Pilihan Makanan Penurun Kadar Gula Darah Terbaik yang Terbukti Efektif

6. Mengonsumsi makanan olahan

Makanan olahan seperti daging kemasan, sereal instan, atau makanan siap saji tinggi gula, garam, dan lemak tidak sehat. Konsumsi makanan ini dikaitkan dengan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Ganti makanan olahan dengan makanan utuh, seperti buah, sayuran segar, dan protein tanpa lemak. Periksa label bahan pada kemasan untuk menghindari bahan tambahan yang tidak sehat.

7. Kesepian atau isolasi sosial

Kesepian yang berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik, termasuk meningkatkan risiko diabetes.

Penelitian menunjukkan, orang yang merasa kesepian memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial berkualitas.

Baca Juga: Seperti Apa Ciri-Ciri Diabetes pada Wanita? Yuk, Ketahui Selengkapnya di Sini

Itulah beberapa kebiasaan yang meningkatkan risiko diabetes. Gaya hidup memainkan peran besar dalam risiko diabetes.

Dengan mengubah kebiasaan buruk di atas, Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit diabetes. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 1-14 Oktober 2026, Diskon Awal Bulan!

Siap-siap belanja irit, Moms! Promo Indomaret Super Hemat hadir lagi untuk periode 1-14 Oktober 2026.

Pengguna BCA & BRI Merapat! Nikmati Promo Bakmi GM Diskon Spesial hingga Buy 1 Get 1

Manfaatkan promo Bakmi GM khusus pengguna BCA dan BRI untuk dapatkan potongan harga Rp 25.000 atau Buy 1 Get 1 Bakmi Special GM Sultan.

Ini Ternyata Cara Mandi yang Benar Setelah Selesai Olahraga

Agar mandi setelah olahraga tetap dapat dilakukan dengan aman dan nyaman, perhatikan beberapa hal berikut ini, ya.​  

Sengit Sampai Akhir, Pemanah Nurisa Dian Ashrifah Sumbang Emas ke-5 Asian Games 2026

Pemanah putri Indonesia Nurisa Dian Ashrifah menyumbang medali emas kelima untuk Indonesia di Asian Games 2026.​

Ini Faktor yang Harus Orang Tua Pertimbangkan saat Memilih Popok Bayi

Dalam memenuhi kebutuhan bayi, orang tua harus mempertimbangkan sejumlah faktor ketika memilih popok bayi. 

Spesial International Coffee Day 2026, Ada Promo J.CO Minuman Hemat Berdua Cuma 50K

Manfaatkan promo J.CO Hari Kopi Sedunia untuk nikmati bundling dua minuman segar hemat di seluruh store Indonesia sampai 2 Oktober 2026.

Ramalan Shio Hari Ini Kamis 1 Oktober 2026: Harimau, Babi dan Kelinci Teliti Lagi

Cek ramalan shio hari ini Kamis 1 Oktober 2026, mulai dari karier, keuangan, asmara, kesehatan, hingga shio paling beruntung.

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 1 Oktober 2026, Lebih Berani Untuk Bersuara

Simak ramalan 12 zodiak hari ini 1 Oktober 2026, mulai Aries hingga Pisces. Cek kabar karier, keuangan, asmara, dan kesehatan terbaru.

Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp 14.000, Selisih Buyback Rp 190.000

Harga emas Antam dan buyback kompak turun Rp 14.000 pada hari ini Kamis (1/10) sehingga selisih harga dengan buyback Rp 190.000.

Inilah Harga Komoditas Pangan di Awal Bulan Oktober, Cabai Makin Pedas

Sejumlah harga komoditas pangan seperti harga beras premium turun tipis di awal bulan Oktober, tetapi harga cabai melonjak tajam.