M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Hati-Hati, Ini Risikonya Bila Kelinci Diberi Makan Jagung

Hati-Hati, Ini Risikonya Bila Kelinci Diberi Makan Jagung
Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Jagung mengandung banyak nutrisi yang penting untuk tubuh manusia, seperti protein, pati, lemak, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, magnesium, mangan, fosfor, zinc, dan mineral lainnya. Jenis jagung yang populer adalah jagung manis. Jagung pun banyak dijadikan sebagai pengganti nasi yang lebih sehat.

Dengan nutrisi tersebut, tak heran bila jagung juga sering dijadikan sebagai pakan hewan, salah satunya kelinci. Peternak kelinci memberikan jagung untuk menggemukkan kelinci pedaging untuk nantinya disembelih. Selain itu, jagung juga dapat mengembangkan otot rahang.

Baca Juga: Ini 5 Panduan Cara Merawat Anak Kucing

Namun ternyata, jagung manis tidak aman untuk dimakan kelinci loh, Mom. Meski tidak beracun, berbagai macam masalah kesehatan dapat muncul jika jagung diberikan untuk pakan kelinci.

Dilansir dari Rabbits.life, kelinci adalah lagomorph, bukan hewan pengerat. Kelinci memiliki sistem pencernaan yang unik dan sangat halus. Biji jagung memiliki kulit yang tidak dapat dicerna oleh kelinci. Ini karena polisakarida yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan penyumbatan usus dan luka yang terjadi di lambung.

Meski sudah dimasak (direbus), lambung tidak rusak, tetapi dapat menyebabkan penyumbatan saluran pencernaan. Jagung yang segar dan dapat dengan mudah ditelan, dapat menyebabkan impaksi usus kecil. Flora bakteri kelinci akan kesulitan untuk menghancurkan kulit jagung.

Baca Juga: Kenali 6 Ras Anjing yang Cocok Sebagai Anjing Penjaga

Kelinci adalah herbivora, tetapi kebutuhannya berbeda dengan hewan herbivora lainnya. Tubuh mereka membutuhkan makanan yang rendah energi. Mereka akan menderita jika terlalu banyak makan pati dan lemak.

Di bagian sekum dalam tubuh kelinci, ada rongga yang terdapat koloni ragi dan bakteri yang membantu pencernaan makanan. Gula dan pati yang terkandung dalam jagung manis dapat mengganggu bakteri ini. Ragi menyukai gula, ini akan menyebabkan koloni ragi menjadi liar yang dapat memengaruhi bakteri.

Sementara itu, pati yang tak bisa dicerna akan terus berfermentasi di usus dan sekum. Ini mungkin akan menyebabkan berkembangnya bakteri jahat, sehingga menyebabkan dysbiosis cecal, yakni kotoran kelinci tidak terbentuk dan dikeluarkan sebagai genangan cairan gelap.

Sama halnya dengan jagung, kulit jagung juga tidak baik untuk kelinci. Ini akan menyebabkan impaksi usus. Mereka bahkan memerluka perawatan medis darurat.

Meski jagung baik untuk manusia, bagi kelinci tidak ada nilai gizi yang bisa diambil, hanya sebagai pengisi saja. Ada banyak sayuran lain yang bermanfaat untuk kelinci. Jadi, jagung bukan satu-satunya makanan untuk hewan menggemaskan ini. Sebagian besar makanan kelinci harus mengandung selulosa, seperti jerami dan sayuran hijau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Terapi Asam Urat: Akupunktur dan Herbal Lebih Aman dari Obat

Kombinasi akupunktur dan herbal terbukti lebih efektif atasi asam urat lo. Pelajari bagaimana terapi ini bekerja.

20+ Link Twibbon Hari Kenaikan Yesus Kristus Terbaru Gratis

Berikut ini pilihan twibbon Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang bisa dipakai secara gratis.         

7 Kebiasaan yang Menyebabkan Gula Darah Naik di Malam Hari

Ada beberapa kebiasaan yang menyebabkan gula darah naik di malam hari, lo. Yuk, intip pembahasannya di sini!

Hasil Thailand Open 2026: Ada Thalita, Enam Wakil Indonesia Melangkah ke 16 Besar

Hasil Thailand Open 2026 Babak 32 Besar hari kedua, Rabu (13/5), enam wakil Indonesia melangkah ke 16 besar dari 10 wakil yang berlaga.

6 Rahasia Tersembunyi Manfaat Mewarnai bagi Kesehatan Orang Dewasa

Bukan cuma anak-anak, mewarnai terbukti tingkatkan mindfulness dan atasi stres pada orang dewasa. Cari tahu manfaat lengkapnya!

Foto Makin Estetik, Ini Tips Foto dengan Kamera Vintage ala Shopee

Shopee memberi tips foto dengan kamera vintage supaya hasil foto semakin estetik.                    

Bitcoin Bertahan di US$ 80.000 saat Pasar Saham AS Terimbas Data Inflasi

Bitcoin tidak bergerak mengekor indeks saham di Wall Street, melainkan lebih searah dengan yield US Treasury.

Kebiasaan Mental Warren Buffett yang Bikin Finansial Anda Lebih Stabil

Cara berpikir Warren Buffett soal disiplin, uang, dan kesabaran kini makin relevan untuk masyarakat Indonesia di era ekonomi serba cepat.​

Tren Kaca Patri Kembali Populer, Ini Cara Buat Rumah Terlihat Artistik dan Modern

Kaca patri kembali jadi tren rumah 2026 karena membuat hunian terasa hangat, estetik, artistik, dan penuh karakter.​

Kenapa Orang yang Rajin Bekerja Tetap Sulit Kaya? Ini 10 Penyebab Jarang Disadari

Banyak orang bekerja keras tiap hari, tetapi kondisi finansial tetap stagnan. Ini penyebab sering tidak disadari. Catat ulasan berikut ini, ya.​