M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas Hari Ini Nyaris Stagnan, Negosiasi AS-Iran Terhenti

Harga Emas Hari Ini Nyaris Stagnan, Negosiasi AS-Iran Terhenti
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global cenderung stagnan. Upaya untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian antara AS dan Iran terhenti, dan aliran energi melalui Selat Hormuz tetap terhambat, meningkatkan risiko inflasi.

Mengutip Bloomberg, Senin (27/4), harga emas spot diperdagangkan US$ 4.705,24 per troi ons pada pukul 18.36 WIB. Harga emas hari ini turun tipis dari penutupan sesi kemarin di US$ 4.709,50 per troi ons.

Emas diperdagangkan di kisaran sempit di atas US$ 4.700, setelah Axios melaporkan bahwa Iran telah memberikan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali selat tersebut, sambil menunda negosiasi tentang program nuklirnya.

Baca Juga: Harga Emas Menuju Penurunan Mingguan 3%, Ketegangan di Hormuz Meningkat

Pada akhir pekan, Presiden AS Donald Trump membatalkan perjalanan yang direncanakan oleh para utusan utamanya, ke Pakistan. Sementara Teheran mengatakan tidak akan bernegosiasi selama mereka masih diancam.

"Kecuali kita melihat pembukaan kembali yang lebih berkelanjutan atau jalan yang kredibel menuju kesepakatan damai, setiap kenaikan harga emas yang baru kemungkinan akan bersifat sementara, dengan terus diperdagangkan dalam kisaran tertentu," kata Di Lin Wu, Ahli strategi riset di Pepperstone Group Ltd., mengutip Bloomberg, hari ini.  

Harga minyak naik pada Senin, sementara Selat Hormuz praktis tidak dapat dilewati karena blokade yang dilakukan oleh kedua negara. Guncangan pasokan energi menambah risiko inflasi, meningkatkan kemungkinan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap untuk waktu yang lebih lama atau bahkan menaikkannya. Ini merupakan hambatan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik dimulai pada akhir Februari.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin (27/4) Turun Rp 16.000 Jadi Segini

Menurut Nicky Shiels, Kepala riset dan strategi logam di MKS PAMP SA., emas berada di wilayah abu-abu secara teknis. Keyakinan pasar lemah, dan alokasi yang lebih besar masih terabaikan.

Permainan tebak-tebakan gencatan senjata aktif/nonaktif telah memengaruhi pasar. "Dengan emas yang sekarang berperilaku sebagai aset berisiko, berkorelasi negatif dengan minyak, berkorelasi positif dengan saham, bukan indikator yang baik untuk keduanya," imbuh Shiels.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Jus Alami yang Bisa Bantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Ada beberapa jus alami yang bisa bantu menurunkan tekanan darah tinggi, lho. Yuk, intip di sini!     

9 Minuman Kaya Kalium yang Bagus untuk Tekanan Darah Anda

Yuk, cek daftar minuman kaya kalium yang bagus untuk tekanan darah Anda berikut ini. Apa saja?      

Promo Alfamart Home Care Periode 16-31 Mei 2026, Aneka Detergent Diskon hingga 40%

Manfaatkan promo Alfamart Home Care periode 16-31 Mei 2026 untuk belanja hemat kebutuhan rumah tangga.

5 Suplemen yang Harus Dihindari Penderita Tekanan Darah Tinggi

Tahukah bahwa ada beberapa suplemen yang harus dihindari penderita tekanan darah tinggi, lho. Cek di sini, yuk!

Rahasia Black Sapote: 8 Manfaat Kesehatan Tak Terduga Buah Puding Cokelat

Dijuluki puding cokelat, black sapote menyimpan 8 manfaat luar biasa. Cari tahu cara kerja uniknya di sini!

5 Makanan Terbaik untuk Kulit Kering, Rahasia Kulit Lembab Bebas Dehidrasi

Punya kulit kering? Berikut MomsMoney bagikan daftar makanan terbaik untuk kulit kering yang sebaiknya Anda konsumsi.

10 Makanan yang Harus Rutin Dikonsumsi supaya Panjang Umur

Ternyata ini beberapa makanan yang harus rutin dikonsumsi supaya panjang umur lo. Apa sajakah itu?​ 

Awas! Ini 5 Daftar Makanan yang Bisa Bikin Lebih Cepat Tua

Intip daftar makanan yang bisa bikin lebih cepat tua berikut ini, yuk! Ada apa saja kira-kira?          

Hasil Malaysia Masters 2026: Bertumbangan, Hanya 6 Wakil Indonesia Lolos ke 16 Besar

Hasil Malaysia Masters 2026 Babak 32 Besar hari kedua Rabu (20/5), bertumbangan, hanya enam dari 12 wakil Indonesia yang melaju ke 16 besar.

Wabah Ebola di Afrika Makin Menyebar, 139 Orang Mati Diduga Akibat Penyakit Ini

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda terus merenggut korban jiwa. Ada hampir 600 kasus yang diduga dan 139 kematian yang diduga.