MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high. Upaya Presiden AS Donald Trump yang semakin intensif untuk mengambil alih Greenland, memicu kekhawatiran akan perang dagang yang merusak antara AS dan Eropa.
Mengutip Bloomberg, Senin (19/1), harga emas spot naik 1,7% mencapai rekor tertinggi US$ 4.676,09 per troi ons pukul 14.02 WIB.
Agresivitas Trump menekan dollar AS dan meningkatkan permintaan akan aset safe haven. AS akan mengenakan tarif terhadap 8 negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris, yang menentang rencana untuk mengakuisisi Greenland. Pungutan sebesar 10% akan mulai berlaku pada 1 Februari dan meningkat menjadi 25% pada Juni.
Di sisi lain, para pemimpin Eropa akan mengadakan rapat darurat beberapa hari mendatang, untuk menjajaki kemungkinan tindakan balasan. Negara-negara anggota sedang membahas beberapa opsi, termasuk pengenaan bea masuk balasan atas barang-barang AS senilai US$ 108 miliar.
Baca Juga: Terbang Tinggi, Harga Emas Antam Hari Ini Senin 19 Januari 2026 Ukir Rekor Tertinggi
Menurut Charu Chanana, Kepala strategi investasi di Saxo Markets, ketegangan yang terinspirasi dari Greenland ini berbeda dari tarif resiprokal tahun lalu, karena memperlihatkan retakan geopolitik yang lebih dalam. "Menggunakan ancaman tarif dalam aliansi, semacam guncangan kepercayaan yang dapat meninggalkan premi risiko yang lebih melekat," katanya, mengutip Bloomberg, Senin.
Harga emas telah melonjak tahun ini, setelah AS menangkap pemimpin Venezuela dan meningkatkan ancaman untuk merebut Greenland. Pemerintahan Trump juga memperbarui serangan terhadap Federal Reserves, meningkatkan kekhawatiran atas independensi bank sentral, yang memicu pelemahan nilai mata uang.
Banyak analis memperkirakan kenaikan harga emas yang menakjubkan ini akan berlanjut. Citigroup Inc. memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 5.000 per troi ons dalam waktu tiga bulan.
"Ketidakpastian perdagangan yang baru melemahkan prospek pertumbuhan dan kebijakan luar negeri AS, mengikis kepercayaan terhadap dollar. Ini kombinasi sempurna untuk emas," kata Kyle Rodda, analis Capital.com Inc., melansir Bloomberg, hari ini.
Selanjutnya: Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Investigasi Menjadi Kewenangan KNKT
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News