MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global rebound atau memantul dari level terendah setahun, karena para pembeli melirik harga yang sudah murah.
Mengutip Bloomberg, Senin (2/11), harga emas spot diperdagangkan naik tipis 0,62% menjadi US$ 3.898,96 per troi ons pada pukul 16.49 WIB. Logam mulia sedikti memulihkan penurunan yang mencapai 3,7% pada sesi Jumat lalu.
Di sisi lain, tekanan inflasi sedikit mereda setelah harga minyak mentah turun. Axios melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump ingin memberikan diplomasi lebih banyak waktu sebelum memutuskan apakah melanjutkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu pada Selasa.
Meski demikian, emas batangan tetap rentan terhadap peningkatan pertempuran di Timur Tengah. Trump sebelumnya mengancam akan melanjutkan serangan terhadap iran setelah pemilihan paruh waktu, sementara Iran mengancam pembalasan lebih luas.
Beberapa negara Teluk Persia mengungkapkan bahwa serangan yang berlanjut dapat memicu perang yang lebih merusak di seluruh wilayah tersebut.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini Naik, Galeri 24 Salip Antam jadi yang Tertinggi
Justin Lin, ahli strategi di Global ETFs, mengatakan, emas mendapat dukungan langsung dari investor jangka panjang yang menganggap harga saat ini murah.
"Kita akan melihat beberapa aksi beli saat harga turun di sesi Asia hari ini, karena investor dan mungkin bank sentral dengan hati-hati menambah posisi. Namun, emas berada pada level yang genting," katanya mengutip Bloomberg, hari ini (2/11).
Penurunan harga logam mulia di bawah US$ 4.000 per troi ons menguji ketahanan beberapa investor, dengan sebagian besar dari hampir 150 ton ditambahkan ke portofolio ETF emas sejak pertengahan Juli, kini mengalami kerugian.
"Penambahan emas dalam ETF tersebut berisiko merugi, karena harga mendekati 15% sampai 20% di bawah puncaknya baru-baru ini," imbuh Lin.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (2/11) Turun ke Rp 2.531.000 per Gram, Buyback Merosot
Menurut Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank AS, saat ini, kekhawatiran likuiditas dan aksi jual teknikal membayangi daya tarik investasi jangka panjang logam mulia. Penutupan hari Jumat di bawah level teknikal kunci US$ 3.886 per troi ons, membuat emas rentan terhadap tekanan penurunan lebih lanjut.
"Pemulihan ke atas US$ 4.000 akan diperlukan untuk mengembalikan prospek jangka pendek yang lebih netral," ujarnya mengutip Bloomberg, Senin (2/11).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News