MOMSMONEY.ID – Langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari emerging market ke standalone turut berdampak pada kinerja reksadana saham sepekan terakhir.
Mengutip data Infovesta Utama periode 9-16 Oktober 2026, reksadana saham anjlok 8,24% dalam sepekan. Kinerjanya bertentangan dengan pekan sebelumnya yang sempat mencatatkan hasil terbaik dengan pertumbuhan 0,79%.
Capaian itu sontak membawa kinerja reksadana saham sejak awal tahun atau year to date (ytd) terseret turun hingga 7,52%. Untungnya ini masih lebih baik dibanding kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah minus 14,59%.
Nasib serupa juga dialami reksadana campuran. Kinerjanya sepekan terakhir juga turun 6,52% dibanding pekan sebelumnya dan kinerjanya sejak awal tahun tercatat minus 7,22%.
“Periode 9 Oktober-16 Oktober 2026 menunjukkan kinerja reksa dana berbasis ekuitas dan campuran yang tertekan sangat dalam,” tulis Infovesta Utama dalam laporannya, dikutip pada Senin (19/10).
Baca Juga: Ekonomi Global dan Domestik Bergejolak, Tapi Masih Prospektif hingga Awal 2027
Namun, nasib lebih baik dialami reksadana pendapatan tetap. Meksi terkoreksi tetapi penurunannya hanya berada di kisaran 0,53% dan kinerjanya secara ytd melemah 6,01%.
Satu-satunya yang mencatatkan kinerja positif hanya reksadana pasar uang dengan pertumbuhan 0,10%. Kinerjanya secara ytd juga menjadi yang paling baik dengan pertumbuhan 2,36%.
“Hal ini mencerminkan kecenderungan investor untuk mengamankan dana pada instrumen defensif di tengah ketidakpastian pasar saham yang masih tinggi,” sebut Infovesta.
Untuk sepekan ini, investor disarankan agar lebih mengutamakan keamanan dan fleksibilitas. Reksadana pasar uang bisa menjadi tempat berlindung sementara karena nilainya relatif stabil dan liquid. Reksadana pendapatan tetap juga masih bisa dilirik untuk menjaga imbal hasil.
Sedangkan reksadana saham belum perlu dikejar secara agresif. Bagi investor berjangka panjang, penurunan dalam ini memang membuka peluang harga murah, tetapi cukup masuk bertahap dengan porsi kecil.
Baca Juga: Imbas Reklasifikasi MSCI ke Pasar Saham & Obligasi, Begini Saran Strategi Portofolio
“Hindari menjual panik di titik terendah, karena kerugian yang semula hanya di atas kertas bisa menjadi kerugian nyata,” ujar Infovesta.
Berikut 5 reksadana saham yang mencatatkan kinerja terbaik sepekan lalu:
- Victoria Prime Equity Fund 71,28%
- Pacific Equity Growth Fund III 61,68%
- Pacific Equity Growth Fund V 53,32%
- Capital Equity Fund 52,56%
- Pacific Equity Progresif Fund III 51,03%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News