M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Film Keluarga Mungkin Kita Perlu Waktu Tayang di Bioskop 15 Mei

Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Film bertemakan cerita keluarga belakangan ramai hadir di bioskop tanah air. Salah satu yang bisa menjadi rekomendasi adalah Mungkin Kita Perlu Waktu garapan sutradara Teddy Soeriaatmadja.

Film produksi Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures ini merupakan tayangan drama keluarga yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Mei 2025.

Film berdurasi 98 menit ini menceritakan menceritakan sebuah keluarga yang terdiri dari Restu (Lukman Sardi), Kasih (Sha Ine Febriyanti), dan Ombak (Bima Azriel).

Mereka berjuang menghadapi trauma akibat kehilangan Sarah (Naura Hakim), anak perempuan sekaligus kakak Ombak, akibat kecelakaan.

Hubungan mereka pun semakin memburuk. Ombak yang depresi mencoba mencari kebahagiaan di luar rumah dengan kehadiran Aleiqa (Tissa  Biani).

Kasih, sang Ibu, yang diam-diam menyimpan amarah terhadap peristiwa ini bersikeras ingin umroh.

Sementara Restu, sang ayah, yang menolak terjebak dalam kesedihan ingin menyelamatkan keluarga dengan bantuan psikolog, Nana (Asri Welas).

Baca Juga: Tembus 5 Juta Penonton, Ini Daftar Lagu Soundtrack Film Jumbo dan Liriknya

Teddy Soeriaatmadja, sutradara film Mungkin Kita Perlu Waktu, menjelaskan, film ini menggambarkan realita bahwa setiap orang punya cara masing-masing dalam menghadapi trauma.

"Film ini berusaha untuk tidak memberikan label benar atau salah pada para karakternya," kata Teddy dalam keterangan resmi Senin (21/4).

"Penonton akan diajak menyelami perjalanan emosional tiap karakter yang kompleks, tanpa perlu selalu diungkapkan secara eksplosif, namun tetap terasa dalam," jelas dia.

Lukman Sardi, yang berperan sebagai Restu dalam film, sekaligus Produser Eksekutif, bilang, film ini mencerminkan banyak realita dalam keluarga.

"Film ini relate sekali dengan dinamika keluarga di sekitar kita, yang seringkali tampak utuh dari luar tetapi di dalamnya banyak masalah yang perlu diurai," ujarnya.

"Sebagai sosok ayah dan juga seorang suami, saya mengajak semua orang untuk nonton film ini, untuk melihat apa yang bisa kita perbaiki untuk diri sendiri atau keluarga kita," imbuh dia.

Pada Desember 2024 lalu, Mungkin Kita Perlu Waktu tayang perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dalam kompetisi Indonesian Screen Awards, sebagai satu dari enam film panjang Indonesia terbaik yang terpilih.

Baca Juga: Daftar 6 Film Indonesia Tentang Perempuan untuk Hari Kartini

Ricky Wijaya, Produser Eksekutif Mungkin Kita Perlu Waktu, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas segera tayangnya film ini.

Respons positif pada saat special screening di Jogja-Netpac Asian Film Festival yang lalu, semakin menguatkan keyakinan bahwa film ini akan dan bisa menyentuh banyak orang.

"Melihat bagaimana penonton begitu terhubung dengan cerita yang dihadirkan adalah pengalaman yang luar biasa, kami tidak sabar untuk mempertemukan Mungkin Kita Perlu Waktu dengan penontonnya, berbagi kisah penuh core memory dengan lebih banyak penonton,” beber Ricky.

Sebelumnya, menjelang perilisan official poster ini, para cast Mungkin Kita Perlu Waktu mengunggah screen-shoot Whatsapp Story dan Notepad untuk mengajak audiens lebih kenal dengan isu di film ini.

Unggahan pada akun instagram pemeran Nana yakni Asri Welas mendapat lebih dari 300 tanggapan dari warganet. Di unggahan tersebut, Asri bertanya kepada para orang tua kapan terakhir kali mereka meminta maaf kepada anak.

Pertanyaan ini pun membuat warganet merenung dan saling mencurahkan isi hati mereka, perihal kesulitan komunikasi yang terjadi antara orang tua dan anak, seperti yang ingin diceritakan dalam film ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.