MOMSMONEY.ID - Moms jangan lupa, salah satu peran utama sebagai ibu dalam keluarga adalah berperan sebagai manajer keuangan yang mengelola keuangan rumah tangga.
Urusan ini penting karena meliputi pemenuhan kebutuhan tiap anggota keluarga, memastikan selalu ada cukup makanan di meja, hingga menentukan jumlah pengeluaran dan prioritasnya. Karena itu, setiap ibu harus menguasai dasar-dasar ilmu keuangan agar bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga.
Tugas tersebut harus bisa diemban selain juga tugas lainnya, seperti menjadi pendidik pertama untuk anak. Ingat Moms, pada tahun-tahun pertama anak, ikatan pada ibu lebih kuat daripada pada ayah terutama karena ibu adalah sumber informasi pertama untuk mereka. Ikatan yang lebih kuat inilah akan sangat mudah untuk anak menyerap dan mendengarkan apa yang ibu mereka ajarkan.
Karena itu, ibu harus siap membekali diri dengan berbagai ilmu. Langkah ini bisa dilakukan via digital yang sudah tersedia di ragam kanal media sosial. Memperbarui ilmu dan informasi wajib hukumnya agar bisa mendidik anak secara optimal.
Memasak juga merupakan peran penting seorang ibu. Terkait dengan perannya sebagai menteri keuangan di rumah, ibu perlu tahu cara menyiasati anggaran masak per bulan sambil tetap menyajikan masakan yang bergizi dan disukai suami dan anak-anak.
Dalam banyak rumah tangga, tugas memasak dialihkan ke asisten rumah tangga. Meski demikian, ibu tetap memegang peranan penting sebagai pemegang uang belanja dan penentu menu masakan setiap hari.
Baca Juga: Ide Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga Modal Rp 1 Juta, Cocok untuk Pemula
Dengan ragam tugas tersebut, berikut ini ada beberapa tip yang bisa diterapkan Moms yang juga berperan sebagai ibu rumah tangga agar peran sebagai menteri keuangan rumah tangga dapat berjalan lancar, seperti dilansir dari situs Manulife berikut ini:
1. Komunikasi keuangan
Komunikasi keuangan dalam rumah tangga itu sangat penting karena dapat menciptakan kepercayaan, ketenangan, dan kemesraan. Setiap anggota keluarga, khususnya suami dan istri, sudah seharusnya saling terbuka menyampaikan berapa penghasilan yang diterima, berapa pengeluaran yang dibutuhkan
2. Membuat anggaran
Untuk keperluan keluarga sehari-hari buat beberapa pos anggaran sesuai kebutuhan. Moms bisa menggunakan rumus mengatur keuangan yang mungkin bisa diterapkan, yaitu 10, 20, 30, 40.
Dengan persentase 100% dari penghasilan maka perlu dibagi menjadi 10% untuk biaya sosial seperti donasi, sumbangan, zakat, dan lainnya; 20% digunakan untuk menabung, proteksi, maupun investasi.
Kemudian 30%-nya digunakan untuk membayar utang atau cicilan; dan yang paling banyak, 40% untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti biaya rumah tangga, biaya transportasi, biaya makan, dan lain-lain.
3. Melakukan evaluasi pengeluaran bulanan
Biasakan untuk melakukan evaluasi bulanan dari catatan pengeluaran dan pemasukan keluarga selama sebulan sebelumnya.
Dengan melakukan evaluasi, kita dapat mengukur apakah strategi yang kita gunakan dalam mengatur keuangan keluarga selama sebulan ini berjalan efektif atau tidak. Hal ini bisa menjadi bekal mengatur keuangan keluarga ke depannya.
Mengelola keuangan rumah tangga adalah salah satu dari peran sebagai seorang ibu. Oleh sebab itu, seorang ibu harus memahami cara mengatur anggaran dengan bijaksana dan berdasarkan skala prioritas, terlebih saat terjadi perubahan kondisi ekonomi yang saat ini tengah mengalami downgrade lifestyle.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News