M O M S M O N E Y I D
AturUang

Emas atau Saham 2025: Mana yang Masih Cuan di Tengah Kebijakan Tarif Trump?

Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak dan dampak lanjutan dari kebijakan Tarif Trump yang kembali memanas sejak awal tahun ini.

Banyak orang mulai mempertanyakan lebih menguntungkan investasi emas atau investasi saham di tahun 2025? 

Melansir dari halaman CBS News, dua aset ini selalu jadi perbandingan klasik, terutama saat kondisi pasar tak menentu. 

Melihat inflasi yang masih menghantui dan fluktuasi pasar saham yang volatile, keputusan investasi pun makin butuh pertimbangan matang. Sedangkan emas, dianggap sebagai safe haven. Harganya pun berkali-kali mencetak rekor tertinggi belakangan ini. 

Baca Juga: Mau Kirim Saldo dari ShopeePay ke GoPay? Ini Cara Gampangnya di tahun 2025!

Kapan Investasi Emas Lebih Menguntungkan di Tahun 2025?

Pertanyaan paling sering muncul tahun ini adalah apakah investasi emas masih aman di tengah kebijakan Tarif Trump? 

Jawabannya bisa iya, bisa juga tergantung strategi. Emas tetap jadi favorit banyak orang karena sifatnya yang stabil dan tahan terhadap gejolak.

Emas Jadi Tempat Aman Saat Dunia Tak Menentu

Investasi emas 2025 tetap jadi pilihan saat ketegangan global dan kebijakan proteksionis seperti tarif tinggi terhadap barang impor mengacaukan pasar. 

Kenaikan harga emas sering terjadi justru ketika saham rontok, terutama setelah beberapa sektor di AS terkena imbas dari tarif ekspor-impor.

Inflasi Naik? Emas Tetap Kinclong

Salah satu alasan kenapa orang memilih emas adalah perlindungan dari inflasi. Saat harga kebutuhan naik dan daya beli dolar melemah, emas masih bisa mempertahankan nilainya. 

Di tahun 2025 ini, ketika pengaruh kebijakan Tarif Trump mendorong harga barang impor makin tinggi, emas bisa jadi pilihan aman.

Baca Juga: Top Up GoPay Lewat Bank BCA 2025: Gimana Sih Caranya? Ini Panduan Praktisnya!

Portofolio Tetap Tenang Saat Saham Goyang

Jika Moms atau Anda merasa stres melihat grafik saham naik-turun drastis, mungkin sudah saatnya memperbesar porsi investasi emas dalam portofolio. 

Apalagi, data menunjukkan bahwa setiap kali pasar goyah, harga emas biasanya justru menguat.

Kapan Investasi Saham Lebih Menjanjikan di Tahun 2025?

Meskipun situasi global sedang panas, tak berarti investasi saham 2025 harus dihindari. Justru buat yang berani ambil risiko, ini bisa jadi peluang emas eh, maksudnya, peluang cuan besar.

Mau Keuntungan Lebih Tinggi? Saham Jawabannya

Pertanyaan klasik, kenapa orang tetap pilih saham meski risikonya besar? Karena potensi untungnya juga besar. 

Bahkan di tengah efek kebijakan Tarif Trump, beberapa sektor seperti energi dan pertahanan justru menunjukkan kinerja impresif.

Baca Juga: Cara Isi Saldo GoPay Lewat BCA Mobile dan ATM BCA 2025, Ini Kode dan Panduannya!

Investasi Jangka Panjang? Saham Masih Terdepan

Kalau Anda masih muda atau punya rencana keuangan 10-20 tahun ke depan, saham bisa kasih hasil yang mengalahkan jenis investasi lain. 

Indeks saham seperti S&P 500 masih mencetak return tahunan rata-rata 8–10%, meski penuh naik-turun.

Dapat Dividen, Dapat Uang Tambahan

Berbeda dari emas yang cuma untung saat dijual, saham bisa kasih penghasilan rutin lewat dividen. 

Di tahun 2025 ini, banyak perusahaan besar justru menaikkan besaran dividen mereka untuk menarik investor yang ragu akibat tekanan kebijakan perdagangan.

Jadi, Mana yang Lebih Baik: Investasi Emas atau Saham 2025?

Jawabannya kenapa tidak keduanya? Di tengah dunia yang makin tidak bisa ditebak dari geopolitik, resesi global, hingga efek kebijakan Tarif Trump yang bikin harga barang impor melonjak serta diversifikasi adalah kunci utama.

Baca Juga: Cara Daftar, Limit Terbaru, dan Cicilan GoPay Later 2025 yang Bisa disesuaikan

Para pakar keuangan menyarankan tetap menyimpan sekitar 10% aset di emas, dan sisanya di saham dengan rumus sederhana, 100 dikurangi usia Anda sama dengan persen alokasi saham. 

Jadi, jika Anda berusia 30 tahun, sekitar 70% investasi bisa diarahkan ke saham dan sisanya dibagi ke emas dan aset lainnya.

Tahun 2025 bukan tahun yang mudah untuk berinvestasi, tapi bukan juga alasan untuk diam saja. Mau pilih investasi emas atau saham, pastikan Anda tahu tujuannya. 

Terakhir jangan lupa, kebijakan Tarif Trump mungkin jadi batu sandungan bagi pasar, tapi juga bisa jadi peluang tersembunyi asal jeli melihatnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo JSM Indomaret Periode 2-4 Oktober 2026, Wardah-Pepsodent Diskon hingga 40%

Promo JSM Indomaret ini berlaku Nasional. Untuk Indomaret di luar Pulau Jawa, Bali, dan Lombok, terdapat selisih harga.

Katalog Promo JSM Alfamart Periode 2-4 Oktober 2026, Diskon Telur dan Minyak Goreng!

Cek sebelum belanja hari ini, berikut katalog promo JSM Alfamart periode 2-4 Oktober 2026 selengkapnya.

Cek 9 Promo HUT Bank Mandiri ke-28, Makanan & Minuman Favorit Mulai Rp 2.800

Nikmati ragam promo HUT Bank Mandiri ke-28 di berbagai resto populer. Dari Point Coffee hingga Es Teler 77 semuanya serba hemat.

Jangan Asal Terapkan Revenge Saving, Perhatikan Sejumlah Risiko Sebelum Beraksi

Tiba-tiba langsung menabung dalam jumlah besar untuk menutupi banyak pengeluaran justru mengundang beragam risiko yang perlu diperhatikan.

Hari Terakhir Promo J.CO International Coffee Day Bundling 2 Minuman Cuma Rp 50 Ribu

Jangan lewatkan hari terakhir promo J.CO International Coffee Day untuk dapatkan dua minuman seharga Rp 50.000 saja. Kunjungi outlet terdekat!

Belanja Kebutuhan Pokok Makin Ramai di Marketplace, Ngalahin Produk Kecantikan

Compas.coi.id merilis laporan perkembangan belanja online untuk periode semeste I-2026 dan makanan-minuman paling banyak dibeli.

Cek Harga Pangan di Akhir Pekan Awal Oktober, Cabai Masih Pedas

Berikut ini rincian harga-harga komoditas pangan yang tersaji untuk hari Jumat (2/10) dari PIHPS Bank Indonesia.

Indonesia Perlu Ubah Orientasi Pembangunan Industri, Ini Alasannya

Indonesia perlu mengubah orientasi pembangunan industri, dari sekadar mengejar volume produksi menuju industri bernilai tambah.

Indonesia Hadapi 4 Disrupsi Global yang Berlangsung Bersamaan, Dampaknya?

Dewan Ekonomi Nasional mengungkapkan, Indonesia menghadapi empat disrupsi global yang berlangsung secara bersamaan. 

Makan Sedikit, Berat Badan Naik? Resistensi Insulin & Gula Darah Tinggi Penyebabnya

Makan sedikit tak menjamin berat badan turun jika insulin tinggi. Cek bagaimana gangguan gula darah mengubah sisa energi jadi lemak.