MOMSMONEY.ID - Ekonomi sofa bikin hidup praktis, tetapi biaya pesan antar dan langganan digital bisa menguras dompet. Begini cara mengaturnya.
Kehidupan serba digital membuat banyak orang bisa memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar rumah. Mau pesan makanan, belanja bulanan, atau menonton film, semuanya tinggal beberapa kali klik.
Namun, di balik kepraktisan itu, ada biaya tambahan yang terkadang baru terasa saat akhir bulan. Melansir dari NerdWallet, tren ekonomi sofa menggambarkan kebiasaan konsumen yang semakin sering bertransaksi secara online.
“Konsumen tetap harus mempertimbangkan dengan cermat layanan mana yang memberikan nilai bagi mereka,” ujar Mohamed Bardastani, Kepala Ekonom CEMEA Visa, dikutip dari NerdWallet.
Baca Juga: Punya Utang Harian? Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tak Membebani Keuangan
Mengenal ekonomi sofa yang makin dekat dengan kehidupan sehari-hari
Ekonomi sofa atau couch economy menggambarkan kebiasaan memenuhi kebutuhan dari rumah melalui layanan digital. Berdasarkan data transaksi Visa yang dilansir NerdWallet, proporsi pengeluaran domestik secara online di Amerika Serikat mencapai 58% pada 2026, naik dari 48% pada 2019.
Angka tersebut menunjukkan transaksi digital semakin sering dilakukan. Namun, bukan berarti semua orang otomatis menghabiskan lebih banyak uang karena belanja online juga bisa menggantikan transaksi langsung.
Di Indonesia, kebiasaan serupa terlihat dari penggunaan layanan pesan antar makanan, belanja online, hingga platform hiburan digital. Tantangannya adalah menjaga agar kepraktisan tersebut tidak membuat pengeluaran sulit dikendalikan.
Kenapa pengeluaran dari rumah bisa membengkak?
Transaksi digital sering terasa ringan karena cukup dilakukan lewat ponsel. Tanpa disadari, beberapa pengeluaran kecil bisa menumpuk menjadi tagihan yang cukup besar.
Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:
- Biaya layanan dan ongkos kirim setiap kali memesan.
- Harga barang yang mungkin berbeda dari toko fisik.
- Tip tambahan untuk pengantar pesanan.
- Langganan hiburan yang jarang digunakan.
- Pembelian spontan karena tergoda penawaran di aplikasi.
Kalau tidak rutin mengecek riwayat transaksi, pengeluaran seperti ini mudah luput dari perhatian.
Apakah kebiasaan ini selalu merugikan?
Tidak juga. Layanan digital bisa sangat membantu, terutama bagi orang yang sibuk, sedang sakit, atau memiliki keterbatasan mobilitas. Membayar biaya pengantaran terkadang sepadan dengan waktu dan tenaga yang berhasil dihemat.
Namun, situasinya berbeda jika seseorang terlalu sering memesan makanan atau membayar banyak langganan yang jarang digunakan. Dalam kondisi tersebut, kenyamanan bisa berubah menjadi pengeluaran yang tidak perlu.
Baca Juga: 6 Tips Warren Buffett Mengatur Uang Pensiun biar Uang Masa Tua Tetap Aman
Cara mengendalikan pengeluaran digital tanpa kehilangan kenyamanan
Kamu tidak harus berhenti menggunakan semua layanan digital untuk menghemat uang. Coba mulai dengan langkah sederhana berikut:
- Periksa transaksi tiga bulan terakhir untuk mengetahui layanan yang paling banyak menghabiskan uang.
- Tentukan anggaran bulanan khusus untuk belanja online, pesan antar, dan hiburan digital.
- Hentikan langganan yang sudah jarang digunakan atau tidak lagi terasa manfaatnya.
- Bandingkan harga akhir sebelum membeli, termasuk ongkos kirim dan biaya layanan.
- Kurangi pembelian spontan dengan memberi jeda sebelum memutuskan bertransaksi.
- Evaluasi pengeluaran setiap akhir bulan agar kamu tahu bagian mana yang perlu dikurangi.
Kamu juga bisa memasak lebih sering di rumah atau menggabungkan daftar belanja agar tidak terlalu sering memesan kebutuhan secara terpisah.
Menemukan batas antara kebutuhan dan kenyamanan
Setiap orang punya prioritas keuangan yang berbeda. Bagi sebagian orang, layanan pesan antar membantu menghemat waktu. Bagi yang lain, memasak sendiri bisa menjadi pilihan untuk menekan pengeluaran.
Karena itu, tetapkan batas sesuai kondisi keuangan masing-masing. Pastikan kebutuhan pokok, tabungan, dana darurat, dan kewajiban bulanan tetap menjadi prioritas sebelum mengeluarkan uang untuk kenyamanan tambahan.
Ekonomi sofa membuat hidup terasa lebih praktis, tetapi kemudahan bertransaksi juga bisa membuat pengeluaran bertambah tanpa disadari. Biaya layanan, ongkos kirim, pembelian spontan, dan langganan yang menumpuk perlu diperhatikan agar tidak membebani keuangan.
Kuncinya bukan menghindari teknologi, melainkan menggunakannya dengan bijak. Anggaran yang jelas dan kebiasaan mengevaluasi transaksi, kamu tetap bisa menikmati kenyamanan dari rumah tanpa membuat dompet semakin tipis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News