MOMSMONEY.ID - Presiden Komisaris PT Soho Global Health Tbk, Ignasius Jonan yang dikenal juga sebagai mantan Menteri Perhubungan dan Menteri ESDM membagikan pandangannya soal kepemimpinan di tengah perubahan dunia bisnis yang semakin cepat.
Menurut Jonan, pemimpin saat ini dituntut tidak hanya kuat dalam strategi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, perilaku konsumen, hingga pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) pascapandemi.
Pertama, ia menekankan pentingnya pemimpin untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sudah menjadi bagian utama dalam operasional bisnis modern.
Ia bahkan menegaskan bahwa pemimpin yang tidak lagi bisa memahami dan mengimplementasikan teknologi perlu menyadari bahwa perannya sudah tidak relevan.
Baca Juga: Soho Global (SOHO) Rombak Jajaran Komisaris, Ignasius Jonan Jadi Presiden Komisaris
“Kalau sudah tidak bisa memahami dan mengimplementasikan teknologi yang berkembang, menurut saya sudah waktunya untuk pergi,” ujarnya pada Rabu (15/4) , dalam sesi presentasi Corporate Leadership Summit 2026 yang digelar PT Parit Padang Global, bagian dari Soho Global Health.
Kedua, Jonan menyoroti konsep sustainability yang menurutnya harus dipahami secara menyeluruh, tidak hanya soal lingkungan.
Ia menjelaskan sustainability mencakup tiga hal, yaitu lingkungan, ekonomi, dan etika. Dari ketiganya, ia menegaskan etika harus berada di atas sekadar kepatuhan terhadap aturan karena di era digital dampaknya bisa sangat cepat dan luas.
“Etika itu seharusnya di atas peraturan,” katanya.
Ketiga, ia menekankan bahwa inti kepemimpinan adalah dampak yang ditinggalkan kepada orang lain.
Seorang pemimpin harus mampu membuat tim, organisasi, dan lingkungan di sekitarnya menjadi lebih baik karena kehadirannya.
“Kalau kehadiran kita tidak membuat lingkungan jadi lebih baik, maka pemimpin itu tidak relevan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pentingnya meninggalkan legacy yang tetap berjalan meski pemimpin sudah tidak lagi berada di posisi tersebut. Pengalamannya saat memimpin PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi contoh bagaimana digitalisasi dan efisiensi dapat meningkatkan layanan secara signifikan meski dirinya sudah tak lagi menjabat posisi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News