MOMSMONEY.ID - Mahasiswa S1 di Indonesia mendapat kesempatan mengembangkan penelitian sekaligus memperdalam kemampuan riset melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026–2027.
Tahun ini, sebanyak 83 mahasiswa terpilih dari 595 proposal penelitian yang diterima. Mereka akan mendapat dukungan dana penelitian serta pendampingan dari tim pakar lintas disiplin ilmu selama satu tahun.
Penelitian yang dikembangkan juga diarahkan untuk menggali potensi pangan lokal Indonesia. Kekayaan pangan seperti hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, rempah-rempah hingga pangan fermentasi dapat menjadi sumber gagasan penelitian.
Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc. mengatakan, riset diperlukan untuk menguji potensi pangan lokal secara ilmiah, termasuk manfaat, keamanan, dan mutunya.
“Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal dan pengetahuan tradisional yang dapat menjadi sumber gagasan inovasi. Riset berperan penting untuk memahami potensi tersebut, menguji manfaatnya secara ilmiah, serta memastikan keamanan dan mutu dalam pengembangannya,” ujarnya dalam keterangan resmi Kamis (8/10).
Baca Juga: Biaya Jadi Tantangan Kuliah, Beasiswa Bisa Jadi Salah Satu Solusi
Selain bantuan penelitian, mahasiswa mendapat kesempatan memperkuat kemampuan ilmiah, pola pikir kritis, serta membangun jejaring dengan akademisi dan praktisi. Dukungan tersebut diberikan melalui proses seleksi, pendampingan, hingga penilaian hasil penelitian.
Program IRN memasuki dua dekade sejak diluncurkan pada 2006 sebagai kelanjutan Program Bogasari Nugraha yang telah dirintis sejak 1998.
Selama periode tersebut, IRN telah menerima lebih dari 19.200 proposal dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa S1 dari lebih dari 200 universitas dan perguruan tinggi, mulai dari Aceh hingga Papua.
Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk Stefanus Indrayana bilang, program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan berdasarkan potensi pangan Indonesia.
“Dua puluh tahun perjalanan Indofood Riset Nugraha merupakan wujud konsistensi Indofood dalam mendukung generasi peneliti muda Indonesia. Kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bereksplorasi, memperkuat kemampuan ilmiah, dan mengembangkan kekayaan pangan lokal menjadi gagasan inovasi yang relevan bagi masyarakat,” ujarnya.
Program IRN 2026–2027 menjadi bagian dari rangkaian Simposium Pangan Nasional 2026 yang mengangkat tema “Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Kemandirian Bangsa”.
Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku industri untuk membahas pengembangan riset pangan hingga penerapannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News