MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang fluktuatif pada hari ini, Senin, 27 April 2026 untuk mencari keseimbangannya. Simak proyeksi IHSG dan ide trading dari Kiwoom Sekuritas Indonesia untuk hari ini.
IHSG cenderung masih tertekan pada awal pekan ini, setelah pada penutupan Jumat (24/4) terkoreksi tajam sebesar -3,38% ke level 7.129,48.
Tekanan utama datang dari aksi jual investor asing dengan foreign net sell yang mencapai sekitar Rp 3,02 triliun. Sasarannya yaitu saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI.
Menurut Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, ada sejumlah sentimen yang perlu diperhatikan pasar.
Dari eksternal, pasar global masih ditopang oleh optimisme sektor teknologi, khususnya terkait belanja kecerdasan buatan (AI), menjelang rilis kinerja emiten besar seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Apple.
Namun, sentimen positif tersebut dibayangi dinamika geopolitik, khususnya hubungan AS–Iran. Harapan de-eskalasi sempat mendorong aset berisiko, tetapi ketegangan yang kembali meningkat pada akhir pekan berpotensi memicu volatilitas, termasuk melalui lonjakan harga minyak dan tekanan inflasi global.
Di sisi lain, pasar juga menantikan arah kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan masih menahan suku bunga, dengan fokus pada data pertumbuhan ekonomi AS (PDB) dan inflasi konsumsi rumah tangga (PCE) sebagai penentu arah berikutnya.
Baca Juga: IHSG Belum Lepas dari Tekanan, Ini Proyeksi dari Mirae Sekuritas (27/4)
Dari dalam negeri, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 sebesar 5,7% YoY, lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya.
Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp 17.200 per dollar AS. Di satu sisi, valuasi saham perbankan besar mulai terlihat menarik. Di sisi lain, tekanan eksternal dan kurs masih melemahkan IHSG.
Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam fase pencarian keseimbangan (stabilizing). IHSG akan menguji support 7.022 hingga 6.917. Sementara jika naik, resistance terdekat di 7.335.
Investor disarankan tetap wait and see. Namun, Kiwoom melihat melihat posisi harga bank-bank besar di atas (BBCA BMRI BBRI) sudah berada di area support kuat. Jika terdapat tanda-tanda market rebound, boleh menyasar ketiga nama di atas untuk posisi speculative buy, dengan porsi beli yang relatif lebih sedikit dari biasanya, demi alasan risk-management.
Rekomendasi Saham
Berikut sejumlah saham yang bisa dipertimbangkan untuk trading.
1. ADMR
Entry: 1.830 – 1.880
Target: 1.940 – 2.000
Support: 1.800 – 1.830
Cut loss: 1.790
2. ISAT
Entry: 1.920 – 1.970
Target: 2.030 – 2.090
Support: 1.895 – 1.920
Cut loss: 1.885
3. MDKA
Entry: 3.290 – 3.380
Target: 3.490 – 3.590
Support: 3.240 – 3.290
Cut loss: 3.220
4. MTEL
Entry: 515 – 530
Target: 550 – 570
Support: 505 – 515
Cut loss: 498
Rekomendasi di atas merupakan opini dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Selalu sesuaikan dengan profil risiko dan lakukan manajemen risiko yang disiplin, terutama di tengah kondisi pasar yang volatil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News