M O M S M O N E Y I D
Bugar

Cek Perbedaan Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh pada Makanan, Wajib Tahu

Cek Perbedaan Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh pada Makanan, Wajib Tahu
Reporter: Bimo Adi Kresnomurti  |  Editor: Bimo Kresnomurti


MOMSMONEY.ID - Cek perbedaan lemak jenuh dan lemak tak jenuh pada makanan berikut ini.

Berbagai jenis lemak terdapat pada makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Lemak jenuh dan lemak tak jenuh merupakan dua jenis lemak yang memiliki perbedaan dalam struktur kimia dan dampaknya terhadap kesehatan.

Setiap orang memiliki toleransi terhadap lemak bergantung dari pola aktivitas hingga faktor genetik.

Tentunya, ada beberapa informasi yang perlu diketahui dari perbedaan lemak jenuh dan lemak tak jenuh berikut.

Baca Juga: 11 Makanan Perontok Kolesterol yang Bisa Dikonsumsi Saat Idul Adha

Perbedaan lemak jenuh dan lemak tak jenuh
Perbedaan lemak jenuh dan lemak tak jenuh

Simak penjelasan perbedaan antara lemak jenuh dan lemak tak jenuh dalam aspek kesehatan dilansir dari Verywell Health.

Struktur Kimia

Lemak jenuh memiliki ikatan kimia tunggal pada semua atom karbon dalam rantai asam lemak. Hal ini membuatnya memiliki struktur yang padat dan tidak ada ruang kosong di antara atom-atom karbon.

Nah, Lemak jenuh umumnya ditemukan pada sumber-sumber lemak hewani, seperti daging merah, mentega, dan produk susu.

Lemak tak jenuh memiliki satu atau lebih ikatan rangkap (ganda) pada rantai asam lemak. Ikatan rangkap ini memberikan struktur yang lebih longgar dan ruang kosong di antara atom-atom karbon.

Ada dua jenis Lemak tak jenuh yaitu lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat) dan lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fat).

Lemak tak jenuh umumnya ditemukan pada sumber lemak nabati, seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Baca Juga: Luar Biasa! Inilah Sederet Manfaat Kacang Almond yang Baik untuk Tubuh

Dampak bagi kesehatan

Lemak jenuh, lemak ini apabila dikonsumsi berlebihan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.

Kadar kolesterol LDL yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, stroke, dan peningkatan risiko gangguan kesehatan lainnya. 

Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi lemak jenuh dibatasi dalam pola makan sehari-hari.

Sementara lemak tak jenuh memiliki dua jenis pemecahan maka lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Nah, diketahui memiliki efek menguntungkan pada kesehatan jantung.

Konsumsi lemak tak jenuh dalam jumlah yang tepat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Lemak tak jenuh juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, yang penting untuk fungsi otak, sistem saraf, dan peradangan tubuh yang sehat.

Baca Juga: 5 Kandungan Gizi Penting Daging Sapi, Cek Jumlah Kalorinya Juga!

Contoh Makanan Lemak Jenuh dan Tak Jenuh

Berikut ini adalah contoh makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

Lemak jenuh:

  • Daging merah (sapi, babi, domba)
  • Produk susu tinggi lemak (mentega, keju)
  • Minyak kelapa dan minyak kelapa sawit
  • Lemak hewani (lemak yang terdapat pada kulit ayam, lemak sapi)
  • Makanan olahan (fast food, makanan gorengan)

Lemak tak jenuh tunggal:

  • Alpukat
  • Minyak zaitun
  • Kacang-kacangan (kacang almond, kacang mete, kacang tanah)
  • Biji-bijian (biji bunga matahari, biji rami)
  • Minyak canola

Lemak tak jenuh ganda:

  • Ikan berlemak (salmon, sarden, tuna)
  • Minyak ikan (minyak ikan salmon, minyak ikan kod)
  • Biji-bijian (biji chia, biji rami)
  • Minyak biji bunga matahari
  • Minyak kedelai.

Baca Juga: 4 Tips Memasak Daging dengan Cara yang Sehat, Tak Takut Kolesterol Naik!

Dalam rangka menjaga kesehatan, disarankan untuk mengurangi konsumsi lemak jenuh dan meningkatkan konsumsi lemak tak jenuh.

Sebaiknya memilih sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan berlemak, sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan beragam.

Penting juga untuk memperhatikan asupan total lemak dalam diet, karena lemak tetap merupakan sumber energi yang tinggi dan harus dikonsumsi dalam batas yang wajar.

Konsultasikan dengan ahli gizi atau profesional kesehatan untuk mendapatkan panduan yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan individu.

Melalui informasi terkait perbedaan lemak jenuh dan lemak tak jenuh pada makanan wajib diketahui agar lebih sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Hylo Open 2026: Jonatan dan Amri/Nita ke Perempatfinal

Hasil Hylo Open 2026 babak 16 besar, Kamis (29/10), Jonatan Christie dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melenggang ke perempatfinal.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (30/10): 8 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Deras

Peringatan dini BMKG cuaca besok Jumat (30/10), Waspada hujan lebat di sejumlah wilayah Jabodetabek berikut ini.

Hujan Lebat Guyur 26 Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (30/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok 30 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi ini.

Apakah Anda Termasuk? Cek 7 Kelompok Orang yang Sebaiknya Stop Minum Kopi

Mulai dari anak-anak hingga orang dengan masalah pencernaan, kebiasaan minum kopi justru bisa memicu kondisi yang lebih serius.

Stop Takut Ngemil pas Diet! Ini Manfaat Cokelat Hitam yang Bantu Turunkan Berat Badan

Kata siapa diet tidak boleh makan cokelat? Manfaat cokelat hitam justru efektif cegah penumpukan lemak dan bikin kenyang jika dikonsumsi benar.  

Empat Langkah Yang Perlu Diperhatikan Menyikapi Kondisi Pasar Saham Saat ini

Rencana MSCI untuk mereklasifikasi pasar saham Indonesia imbas tidak adanya transparansi perlu diantisipasi oleh para investor.

Bra Terlalu Longgar? Jangan Dipakai, Ini 5 Efek Sampingnya bagi Payudara

Kali ini MomsMoney akan membagikan informasi tentang 5 efek samping bra yang terlalu longgar. Simak sampai akhir, Moms.

Anak Remaja Anda Sedang Stres? 4 Teknik Relaksasi Sederhana Ini Bisa Membantu Moms

Untuk membantu anak remaja Anda mengatasi stres akibat berbagai tekanan hidup, ajarkanlah mereka untuk melakukan 4 teknik relaksasi sederhana ini.

Risiko Diabetes Tipe 2 Meningkat, 4 Jenis Makanan Ini Biang Keroknya!

Ada 4 jenis makanan yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Apa saja? Cari tahu informasinya di sini.

Asuransi Mobil Masih Jadi Pertimbangan, Literasi Jadi Tantangan

Asuransi Astra mendorong peningkatan literasi asuransi kendaraan agar masyarakat lebih memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko.