M O M S M O N E Y I D
AturUang

Cara Mengatasi Mesin Mobil Bermasalah

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID - Jika mobil Anda bermasalah, sebaiknya Anda harus segera perbaikan atau melakukan perawatan. Pasalnya, jika terlalu lama dibiarkan bisa berdampak buruk pada kerusahaan mobil Anda.

Ada banyak tanda-tanda mobil bermasalah, salah satunya Roda kemudi bergetar atau kendaraan sulit dibawa saat menanjak. Nah, setelah mengenali tanda-tanda mesin mobil bermasalah, cara mengatasinya menjadi langkah lain yang bisa dilakukan.

Berikut ini beberapa langkah mengatasi masalah pada mesin mobil yang telah dirangkum oleh Roojai, penyedia asuransi online di Indonesia :

1. Perawatan rutin dan pemeriksaan secara berkala

Salah satu cara terbaik untuk menghindari masalah pada mesin mobil adalah dengan melakukan perawatan rutin dan pemeriksaan secara berkala.

Pastikan mengikuti jadwal perawatan yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil, termasuk penggantian oli, filter udara, dan komponen penting lainnya. Pemeriksaan berkala juga bisa membantu mengidentifikasi masalah kecil sebelum menjadi besar.

Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Mesin Mobil Bermasalah

2. Memakai bahan bakar yang berkualitas

Pemakaian bahan bakar berkualitas tinggi dapat membantu menjaga kinerja mesin mobil. Bahan bakar yang buruk dapat menyebabkan penumpukan deposit pada injektor dan komponen mesin lainnya, sehingga mempengaruhi kinerja dan efisiensi mesin. Untuk menghindari masalah tersebut, pastikan mengisi bahan bakar di SPBU yang terpercaya.

3. Memperhatikan indikator dan sensor

Mobil modern atau dilengkapi dengan teknologi canggih memiliki berbagai indikator dan sensor yang membantu pengemudi mendeteksi masalah lebih awal. Perhatikan indikator di dashboard, dan jangan mengabaikan lampu peringatan seperti lampu periksa mesin.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, segera lakukan pemeriksaan jika ada lampu indikator yang menyala.

4. Jangan menunda saat harus melakukan perbaikan

Jangan menunda jika harus melakukan perbaikan setelah mesin mobil terdeteksi bermasalah. Semakin lama menunda memperbaiki mesin mobil, maka semakin besar kemungkinan kerusakan jadi lebih parah dan mahal.

Setelah terdeteksi adanya tanda-tanda masalah pada mesin mobil, segera bawa ke bengkel terpercaya.

5. Berkonsultasi dengan mekanik profesional

Jika merasa kurang yakin dengan masalah yang terjadi pada mesin mobil, jangan ragu berkonsultasi dengan mekanik profesional. Mekanik berpengalaman dapat memberikan diagnosis yang akurat, dan solusi tepat untuk masalah pada mesin mobil.

Jangan mencoba memperbaiki masalah sendiri jika tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman yang cukup. Sebab, hal ini bisa memperburuk kondisi mesin mobil.

Baca Juga: Tips Atasi Embun Kaca Mobil Saat Hujan Lebat

6. Gunakan produk perawatan mesin

Untuk menjaga mesin mobil tetap dalam kondisi prima, bisa menggunakan produk perawatan mesin berkualitas tinggi dari beberapa merek ternama. Produk ini dirancang khusus untuk membantu menjaga kebersihan dan kinerja mesin, serta mencegah penumpukan deposit yang bisa menimbulkan masalah.

Dengan memakai produk perawatan mesin yang tepat, maka dapat memperpanjang umur mesin mobil dan menjaga performanya tetap optimal.

Mengenali tanda-tanda mesin mobil bermasalah dan mengetahui cara mengatasinya dapat menjaga kendaraan dalam kondisi terbaik. Perhatikan setiap gejala yang muncul, dan jangan ragu mengambil tindakan yang dibutuhkan agar mesin mobil tetap berfungsi baik.

Selain memastikan mesin mobil dalam kondisi baik, langkah penting lainnya untuk menjaga kendaraan adalah melengkapinya dengan asuransi mobil. Salah satu jenis asuransi kendaraan yang paling banyak dipilih adalah asuransi mobil all risk. Sebab, asuransi mobil all risk menanggung berbagai jenis risiko kerusakan mulai dari baret, lecet, penyok hingga hilang akibat pencurian. Dengan begitu, pemilik kendaraan tak perlu merasa khawatir jika mengalami risiko tidak terduga saat berkendara.

Jadi, pastikan lindungi mobil tersayang dengan asuransi all risk agar aman dan nyaman saat berkendara!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.