MOMSMONEY.ID - Cara melindungi WhatsApp supaya tidak disadap bisa dilakukan dengan beberapa langkah.
Dengan perkiraan 3 miliar pengguna bulanan yang saling bertukar pesan dan file setiap hari, WhatsApp juga menjadi target populer bagi penjahat siber dan penipu yang ingin mengeksploitasi korban.
Filip Truta, pengamat media sosial dari Bitdefender.com, menyatakan, layanan ini memang dibangun dengan enkripsi end to end, pesan diamankan dan hanya bisa diakses pengirim dan penerimanya.
Namun, penjahat siber memiliki trik tersendiri untuk membajak akun, menyusupkan spyware ke ponsel, atau menipu pengguna.
Kabar baiknya, WhatsApp menawarkan berbagai fitur keamanan dan perlindungan untuk melindungi pengguna dari penyadapan. Fitur-fitur ini secara signifikan mengurangi kemungkinan pembajakan akun, pencurian data, atau pelanggaran privasi.
Baca Juga: Cara Cek Unfollowers Instagram Web & Facebook, Ini Tips yang Sangat Membantu
Yuk, langsung saja pahami panduan mengenai cara melindungi Whatsapp supaya tidak disadap:
1. Otentikasi multi faktor
Salah satu pengamanan terpenting untuk layanan online adalah otentikasi multi faktor yang disingkat sebagai 2FA. Fitur 2FA ini akan menambahkan lapisan otentikasi kedua ke akun WhatsApp Anda.
Otentikasi dua faktor (2FA) membantu mencegah pembajakan akun. Dalam penipuan yang umum terjadi di WhatsApp, pelaku kejahatan menyamar sebagai teman atau staf dukungan WhatsApp dan meminta kode yang dikirim ke ponsel.
Jika Anda membagikannya, penyadap mengambil alih WhatsApp dan akan mendaftarkan WhatsApp di perangkat baru. Lalu, mereka akan memasukkan pin ini dengan kode SMS.
2. Sesuaikan pengaturan privasi
WhatsApp memungkinkan untuk mengontrol siapa saja yang dapat melihat detail dan aktivitas pribadi seperti “terakhir dilihat”, “status online”, “foto profil dan “pembaruan status”.
Tinjau pengaturan ini untuk melindungi privasi. Secara default, Anda bisa berbagi lebih banyak informasi dengan orang-orang yang memiliki nomor Anda.
Jika diatur ke “semua Orang," siapa pun yang memiliki nomor telepon Anda bisa melihat kapan terakhir kali online, foto profil dan status. Batasi akses ini hanya untuk “kontak Anda” untuk membantu mencegah penyadapan.
WhatsApp sendiri memperingatkan pengguna untuk "berhati-hati dengan apa yang Anda bagikan”, karena pesan yang dikirimkan dapat diteruskan atau dilihat oleh orang lain.
Baca Juga: Tanda WhatsApp Diblokir Pengguna Lain: Jangan Kaget Jika Panggilan Anda Gagal
3. Kendalikan siapa yang dapat menambahkan ke obrolan grup
Pernahkah Anda tiba-tiba ditambahkan ke grup WhatsApp random yang penuh dengan orang asing? Hal tersebut menunjukkan bahwa nomor WhatsApp telah tersebar, tetapi untungnya Anda bisa mengontrol siapa saja yang dapat menambahkan ke obrolan grup.
Pengaturan privasi grup WhatsApp memungkinkan untuk memutuskan siapa saja yang dapat menambahkan Anda. Langkah ini adalah perlindungan penting terhadap undangan penipuan.
Para penipu biasanya akan menambahkan banyak nomor ke grup untuk mengiklankan penawaran palsu atau tautan phishing.
4. Aktifkan notifikasi keamanan untuk perubahan enkripsi
Enkripsi WhatsApp bisa melindungi dari penipuan. Pengaturan ini tidak diaktifkan secara default, tetapi sebaiknya diaktifkan.
Saat diaktifkan, WhatsApp akan memberi tahu Anda jika kode keamanan kontak berubah. Dalam kasus normal, perubahan kode disebabkan oleh pergantian perangkat kontak.
Tetapi jika Anda tidak menyadari adanya perubahan, hal itu bisa jadi petunjuk bahwa orang lain sedang menyadap obrolan Anda.
5. Kunci WhatsApp dengan biometrik
Mengaktifkan kunci aplikasi bawaan WhatsApp dapat melindungi obrolan dari penyadap. Fitur ini menggunakan keamanan biometrik ponsel seperti pembukaan kunci sidik jari atau pengenalan wajah.
Meskipun ponsel tidak terkunci atau seseorang mengetahui PIN Anda, mereka tetap tidak dapat membuka WhatsApp tanpa sidik jari atau wajah Anda. Langkah ini memberikan perlindungan tambahan.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Reels Facebook, Ikuti Panduan Langkah Demi Langkahnya
6. Gunakan pesan sekali lihat
Tidak semua pesan perlu tersimpan selamanya di perangkat. Pesan yang Menghilang adalah fitur WhatsApp yang sebaiknya diafktifkan. Obrolan tersebut akan terhapus secara otomatis setelah jangka waktu yang Anda pilih.
Ada juga opsi lihat sekali untuk foto dan video. Foto dan video akan langsung terhapus setelah dibuka, tanpa meninggalkan jejak di obrolan.
Menggunakan fitur-fitur ini dapat menjaga percakapan dari para penyadapan.
7. Lindungi dengan enkripsi end to end
Jangan abaikan keamanan cadangan obrolan Anda. WhatsApp memberikan opsi untuk mencadangkan obrolan ke iCloud atau Google Drive.
Secara default, cadangan tersebut tidak dienkripsi end to end. Artinya, jika seseorang mendapatkan akses ke akun Google atau iCloud mereka berpotensi mengunduh dan membaca pesan Anda.
Setelah enkripsi end to end diaktifkan, WhatsApp maupun Google tidak akan mudah dibobol oleh penyadap. Itu dia uraian detail yang mengulik tentang panduan cara melindungi Whatsapp supaya tidak disadap.
Selanjutnya: Turun, Simak Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Jumat (6/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News