M O M S M O N E Y I D
Santai

Cara Daftar & Registrasi Ulang BPJS Kesehatan di HP Anda, Cek Syarat & Ketentuannya

Cara Daftar & Registrasi Ulang BPJS Kesehatan di HP Anda, Cek Syarat & Ketentuannya
Reporter: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Cara daftar dan registrasi ulang BPJS Kesehatan bisa dilakukan di HP lo. Namun, ada beberapa syarat untuk bisa mendapatkan pemutihan tunggakan BPJS. 

Salah satunya adalah Anda harus terdaftar di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program pemutihan ini disampaikan oleh Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, untuk membantu menyelesaikan masalah tunggakan yang mencapai triliunan rupiah. 

Dilansir dari dpr.go.id, langkah ini juga bertujuan untuk menghapus kewajiban masyarakat secara permanen. Dengan begitu, mereka bisa membayar iuran baru dan tidak terbebani utang lagi.

Sebelum registrasi ulang, pastikan bahwa Anda sudah terdaftar di DTSEN. Pendaftaran bisa dilakukan secara online:

Baca Juga: Cara Menyembunyikan Obrolan WhatsApp, Pakai Fitur Kunci Obrolan Berikut!

Cara daftar DTSEN secara online di aplikasi cek bansos

Untuk bisa mendapatkan pemutihan iuran BPJS Kesehatan, Anda harus mengunduh aplikasi cek bansos di play store. Setelah itu, buatlah akun terlebih dahulu.

Untuk membuat akun, Anda akan diminta untuk memasukkan informasi pribadi seperti nama sesuai KTP, alamat rumah, nomor KK, NIK, email hingga nomor HP. Jika sudah, Anda akan diminta untuk mengunggah foto KTP dan selfie dengan memegan KTP tersebut.

Langkah ini bertujuan untuk memverifikasi data Anda. Lalu, verifikasi akan segera dikirim ke email yang Anda masukkan saat pendaftaran akun. 

Langkah selanjutnya adalah login dan klik menu “daftar usulan”. Sebelum melangkah ke tahap berikutnya, Anda harus memilih jenis bantuan dan melengkapi kondisi rumah dan data keluarga.

Terakhir, tunggu verifikasi dan hasil akhir untuk mengetahui apakah data Anda berhasil terdaftar atau tidak.

Cara registrasi ulang di situs aplikasi JKN

Pertama, buka playstore dan install aplikasi mobile JKN. Jika sudah, klik menu “pendaftaran peserta baru" dan konfirmasi kesediaan atas syarat dan ketentuan pendaftaran yang berlaku.

Kemudian, Anda akan diminta untuk menuliskan nama sesuai KTP, nomor NIK hingga tanggal lahir. Jika sudah menyelesaikan tahapn ini, tuliskan kode captcha yang muncul di layar.

Lalu, Anda harus memilih faskes pertama, menuliskan email dan juga kata sandi yang telah dibuat sebelumnya. Pastikan juga Anda sudah menuliskan nomor whatsapp aktif.

Pilih menu “registrasi" untuk mendaftar. Tunggu hingga kode verifikasi muncul di kotak masuk email Anda.

Langkah terakhir, Anda harus mengetikkan virtual account tersebut dan melakukan pembayaran iuran BPJS jika Anda memiliki tunggakan lebih dari 24 bulan.

Syarat-syarat agar mendapat pemutihan BPJS Kesehatan

1. Memiliki status PBI

Syarat utama jika ingin mendapatkan kesempatan pemutihan iuran BPJS kesehatan adalahh Anda harus beralih ke PBI (peserta penerima bantuan iuran) yang ditanggung APBD maupun APBN.

2. Prioritas desil 1-4

Selain syarat di atas, Anda harus terdaftar sebagai masyarakat miskin sesuai kategori Desil 1-4 dan harus terdaftar di DTSEN.

3. Ada batas tunggakan

Syarat selanjutnya adalah iuran yang akan dihapus pemerintah yaitu tidak lebih dari 24 bulan tunggakan. Jadi, jika Anda memiliki tunggakan selama 28 bulan, maka yang 4 bulan tetap harus dibayar secara mandiri.

4. Masyarakat miskin

Syarat selanjutnya adalah Anda harus terdaftar sebagai masyarakat miskin di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Jadi, diharapkan bantuan ini bisa menyasar masyarakat yang kurang mampu.

Baca Juga: WhatsApp Rilis Fitur Baru Batasi Chat Demi Tekan Spam Bikin Chatting Lebih Nyaman

5. Status kepesertaan

Pemerintah mengadakan program pemutihan BPJS kesehatan dengan syarat peserta bukan pekerja dan pekerja mandiri PBPU atau pekerja bukan penerima upah.

Itu dia informasi singkat yang merangkum tentang cara registrasi ulang BPJS kesehatan, semoga bermanfaat.

Selanjutnya: Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Hari Ini 10-14 November 2025, Catat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Emas Antam Hari Ini Rabu (15/4) Naik Rp 30.000 Jadi Segini

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Rabu (15/4) menguat tajam Rp 30.000 dari perdagangan sebelumnya

Kembali Melaju, IHSG Naik 0,8% Pada Rabu Pagi (15/4)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan. Rabu pagi, 15 April 2026, IHSG tercatat menguat 0,8% ke level 7.737.

EXO Nambah Jadwal Konser di Indonesia! War Tiket Mulai 15 April, Cek Jamnya

Kecewa gagal war tiket EXO? Ada kabar baik! Promotor tambah jadwal konser EXO di Indonesia, lo, siapkan diri untuk kesempatan kedua.

Teknologi IPC dalam Suplemen Zat Besi Bantu Meminimalisir Efek Samping

Combiphar memperkenalkan keunggulan teknologi Iron Polymaltose Complex (IPC) dalam suplemen zat besi Maltofer.

Diskon Tiket Emirates 10% Menanti, Terbang ke Eropa Lebih Hemat Pakai Promo BCA

Promo BCA dan Emirates hadirkan diskon 10% ke destinasi dunia. Manfaatkan kesempatan emas ini, cek detail rute dan kode promonya!

IHSG Reli Lima Hari, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini dari Kiwoom Sekuritas (15/4)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) reli selama lima hari berturut-turut dan mematahkan jalur penurunan jangka menengah. 

Promo Gokana Banting Harga! Paket Hemat Mulai Rp 40.000, Pesan Sekarang di GoFood

Hanya sampai 26 April, promo Banting Harga Gokana beri diskon 15% untuk paket Nasi, Ramen, Combo. Pesan via GoFood agar tak ketinggalan!

Proyek Hunian di Purwakarta Tawarkan Harga Mulai Rp 98 Juta, Simak Cicilannya

​Kolaborasi pemerintah dan pengembang, termasuk Lippo Cikarang, menghadirkan rumah terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Purwakarta.

Cek Rekomendasi Saham Hari Ini untuk Investor dan Trader dari IPOT (15/4)

Tiga saham pilihan untuk hari ini, Rabu, 15 April 2026 dari Indo Premier Sekuritas yaitu ARCI, ASRI, dan BRIS. Simak rekomendasinya.

Cegah Anemia, Combiphar Kampanyekan Pentingnya Zat Besi Sejak Dini

​Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas dari Combiphar mengajak masyarakat lebih sadar pentingnya zat besi sejak dini.