MOMSMONEY.ID - Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh akan menurun. Kondisi ini dapat memengaruhi elastisitas dan kekencangan kulit sehingga tanda-tanda penuaan seperti kerutan mulai terlihat.
Kolagen merupakan protein yang berperan penting dalam menjaga struktur, kekuatan, dan elastisitas kulit. Karena itu, menjaga kualitas kolagen menjadi salah satu perhatian dalam perkembangan perawatan kecantikan.
Salah satu pendekatan yang kini berkembang adalah perawatan regeneratif melalui bio-stimulasi kolagen.
Metode ini bertujuan merangsang tubuh untuk memproduksi kolagen sehingga perawatan tidak hanya berorientasi pada perubahan penampilan secara instan, tetapi juga kualitas kulit dalam jangka panjang.
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi Amala Clinic, dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV menjelaskan, kualitas kolagen yang terbentuk menjadi hal penting dalam pendekatan tersebut.
Baca Juga: 4 Tanda Wajah Butuh Face Oil, Kulit Berminyak Juga Bisa Pakai
Salah satunya adalaj produk Julaine. Yang membedakan Julaine dengan collagen stimulator lainnya adalah Julaine fokus dan bertujuan untuk menghasilkan kolagen yang sehat sehingga memberikan kulit yang sehat untuk jangka panjang.
"Jadi tujuannya bukan sembarang membentuk kolagen tapi harus kolagen yang sehat yang sifatnya regeneratif ya, sangat berbeda dengan perawatan konvensional,” jelasnya dalam siaran pers Rabu (4/11).
Pendekatan bio-stimulasi kolagen ini salah satunya dikembangkan melalui teknologi berbasis PLLA (Poly-L-Lactic Acid), seperti yang digunakan dalam inovasi estetika Julaine of Sweden dari Nordberg Medical.
Selain mempertimbangkan teknologi perawatan, pemilihan prosedur estetika juga perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, kebutuhan, dan ekspektasi setiap individu.
Pasalnya, kebutuhan kulit setiap orang tidak selalu sama sehingga perawatan tidak bisa menggunakan pendekatan yang seragam.
Founder Amala Clinic, Kenty Sukardi, mengatakan keamanan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan dan pemilihan inovasi perawatan kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News