MOMSMONEY.ID - Selama ini sistem keamanan identik dengan industri perbankan atau layanan keuangan. Namun, sektor minyak dan gas bumi (migas) juga membutuhkan sistem keamanan yang kuat agar kegiatan operasional tetap berjalan dan target produksi tidak terganggu.
President Director & CEO PT Nawakara Perkasa Nusantara, Dino Hindarto, mengatakan ancaman di industri migas kini semakin beragam.
Tidak hanya pencurian, sabotase, atau vandalisme, transformasi digital juga meningkatkan risiko serangan siber terhadap sistem operasional.
"Keamanan bukan sekadar melindungi aset, tetapi memastikan operasional dapat berjalan tanpa gangguan. Kami memandang keamanan sebagai business enabler yang menjaga kontinuitas operasi melalui pendekatan Plan, Prevent, Protect yang dipadukan dengan prinsip Detect, Deter, Delay, dan Response," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).
Baca Juga: BKI Kerek Standar Keselamatan Offshore, Soroti Risiko Sistem SPM di Industri Migas
Menurut Dino, banyak fasilitas migas berada di wilayah terpencil sehingga rentan terhadap gangguan keamanan. Selain itu, penggunaan teknologi seperti SCADA,
Internet of Things (IoT), dan sistem pemantauan jarak jauh membuat perlindungan terhadap sistem operasional menjadi semakin penting.
Karena itu, perusahaan mulai memanfaatkan teknologi seperti AI Video Analytics, command center, drone surveillance, hingga sensor IoT untuk mendeteksi potensi gangguan lebih dini sekaligus mempercepat respons ketika terjadi insiden.
"Dalam industri migas, setiap menit downtime memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Karena itu, investasi pada teknologi keamanan tidak hanya meningkatkan perlindungan aset, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan," kata Dino.
Ia menambahkan, sistem keamanan yang terintegrasi tidak hanya menjaga aset perusahaan, tetapi juga membantu menciptakan operasional yang lebih stabil sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News