M O M S M O N E Y I D
Bugar

Buah Beku dan Buah Segar, Mana yang Lebih Sehat?

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Mana yang lebih sehat antara buah beku dan buah segar? Simak ulasan lengkapnya di sini, yuk.

Memilih antara buah beku dan buah segar sering menjadi pertimbangan ketika kita berbicara tentang nutrisi dan kesehatan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa mempengaruhi pilihan kita.

MomsMoney akan membahas perbandingan antara buah beku dan buah segar untuk membantu Anda memutuskan mana yang lebih cocok dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga: Banyak Menjangkiti Anak Muda, Hindari 7 Makanan dan Minuman Penyebab Diabetes

Kelebihan Buah Beku dan Buah Segar

Melansir dari WebMD, buah yang dibekukan mungkin menyimpan nutrisinya lebih baik karena biasanya dipetik saat sudah matang sempurna dan langsung dibekukan, sehingga mempertahankan nilai gizinya.

Sementara itu, jika buah segar benar-benar baru dipetik, kandungan gizinya mungkin serupa. Namun, jika buah segar tersebut telah lama dalam perjalanan dan di rak toko, kemungkinan besar nutrisinya akan berkurang.

1. Buah Beku

Buah beku memiliki umur simpan yang lebih lama dan seringkali lebih murah dibandingkan dengan buah segar yang cepat busuk.

Buah beku juga sudah dipersiapkan terlebih dahulu—biasanya sudah dicuci dan dipotong, sehingga menghemat waktu Anda.

Ini membuat buah beku ideal untuk digunakan dalam yogurt dan smoothies. Anda bisa mengambil beberapa potong buah beku seperti stroberi dan langsung menambahkannya ke dalam blender atau mangkuk yogurt.

Baca Juga: 15 Daftar Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Asam Urat, Catat ya

2. Buah Segar

Buah segar seringkali lebih serbaguna dan memiliki tekstur yang lebih alami dibandingkan buah beku yang bisa berubah teksturnya saat dicairkan.

Kelebihan lain dari buah segar adalah seringkali tersedia saat musimnya, yang berarti buah tersebut tumbuh secara alami tanpa bantuan pupuk atau aditif berlebih untuk membuatnya tumbuh di luar musim.

Kekurangan Buah Beku dan Buah Segar

Meskipun buah memberikan banyak manfaat kesehatan, ada juga risiko yang terkait dengan konsumsinya. Misalnya, beberapa buah mengandung kadar gula yang tinggi, yang bisa menjadi masalah bagi orang dengan diabetes. Selain itu, buah bisa terkontaminasi oleh kuman yang berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria.

Dikutip dari CDC, banyak kasus penyakit yang berasal dari makanan di AS disebabkan oleh konsumsi produk segar yang tidak dibersihkan dengan benar.

Kebanyakan buah dimakan dalam keadaan segar, penting untuk mencucinya dengan baik. Untuk mencuci buah dengan aman, gosok kulitnya dan bilas dengan benar.

Anda bisa membersihkan buah begitu dibawa pulang dari toko atau membilasnya sebelum Anda makan.

Baca Juga: Inilah Khasiat Jus Alpukat untuk Asam Lambung yang Jarang Diketahui

Beberapa tips tambahan untuk mengurangi risiko penyakit dari buah termasuk:

  • Pilih buah yang tidak memiliki lebam atau kerusakan.
  • Beli buah yang sudah dipotong atau potong buah di rumah dan simpan dengan baik untuk menghindari pertumbuhan bakteri.
  • Pisahkan buah dari barang belanja lain seperti sayuran, daging, dan produk susu.
  • Bersihkan semua permukaan tempat Anda mempersiapkan makanan.
  • Gunakan air mengalir untuk membersihkan buah dan hindari penggunaan sabun atau pemutih.
  • Keringkan buah dengan handuk kertas atau handuk bersih setelah mencucinya.
  • Potong dan buang bagian buah yang lebam atau rusak sebelum dimakan.

Baca Juga: Cara Menaikkan Gula Darah yang Drop, Konsumsi Makanan Ini Yuk!

Nah, demikianlah ulasan terkait mana yang lebih sehat antara buah beku dan buah segar. Baik buah beku maupun buah segar bisa menjadi bagian penting dari pola makan sehat Anda.

Jika Anda menginginkan sesuatu yang praktis sambil tetap ingin mendapatkan banyak nutrisi, buah beku bisa menjadi pilihan yang tepat.

Sebaliknya, jika Anda lebih menyukai rasa dan tekstur yang segar serta tidak masalah dengan harga yang sedikit lebih mahal, maka buah segar adalah pilihan yang lebih cocok untuk Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kala Wanita Berusia 40-an Jatuh Cinta ke Pria Lebih Muda, Ini Cerita Tante Sonya

Serial Tante Sonya mengangkat kisah perempuan dewasa yang kembali membuka hati untuk pria lebih muda.

Tiket Final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dijual, Ini Harganya

Tiket final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dijual. Cek harga, jadwal laga, kategori tribun, dan syarat Garuda ID.

4 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Simak Peringatan Dini Cuaca Besok (3/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (3/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/10), Hujan Lebat Terjadi di 14 Provinsi Ini

BMKG memberi peringatan dini cuaca besok Sabtu 3 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.