MOMSMONEY.ID - Bersiaplah karena El Nino kembali hadir dengan membawa ancaman serius bagi keseimbangan iklim global. BMKG telah mengeluarkan peringatan bahwa Indonesia akan menghadapi kemarau panjang di tahun 2026.
Fenomena ini menyebabkan berkurangnya curah hujan, sehingga musim kemarau diprediksi berlangsung lebih kering dan lebih lama dibanding tahun-tahun biasanya. Puncak dari kemarau panjang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2026.
Baca Juga: Waspada! Ancaman El Nino Godzilla 2026, Siap Hadapi Kemarau Lebih Kering
Dampak El Nino yang memicu kekeringan ekstrem tersebut mendorong pemerintah segera mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan melakukan rekayasa cuaca atau modifikasi cuaca untuk merangsang hujan di wilayah-wilayah yang rawan.
Meski begitu, upaya dari pemerintah ini tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat. Dalam menghadapi El Nino dan kemarau panjang, BMKG mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa strategi penting sejak dini.
Baca Juga: 7% Wilayah Indonesia Ini Sudah Memasuki Musim Kemarau
Upaya modifikasi cuaca
Dikutip dari Instagram @infobmkg, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan BMKG melakukan suatu langkah pencegahan agar dampak dari El Nino ini tidak semakin parah.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan pembasahan kembali (rewetting) lahan gambut menggunakan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Upaya ini dilakukan dengan cara menyemai awan menggunakan bahan tertentu agar bisa menghasilkan hujan. Tujuan dari OMC adalah untuk menjaga kelebapan lahan gambut agar potensi terjadinya kebakaran bisa dikurangi.
Baca Juga: Siaga Hujan Sangat Lebat Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (14/4)
Strategi menghadapi kemarau panjang
BMKG telah mengimbau masyarakat untuk melakukan strategi menghadapi kemarau panjang sejak dini. Tujuannya untuk mengurangi dampak yang lebih serius. Berikut beberapa strateginya:
1. Hemat air
Sejak sekarang mulailah untuk menghemat air. Pastikan Anda menggunakan air secara bijak dan tidak membuang-buang air tanpa tujuan yang jelas. Penggunaan air secara efisien untuk kebutuhan sehari-hari haruslah diterapkan.
2. Panen air hujan
Strategi berikutnya adalah dengan panen air hujan. Di saat hujan masih turun, siapkan tempat penampung air dan tampung air hujan. Ini sebagai cadangan di saat puncak kemarau panjang tiba.
Baca Juga: Cuaca Panas Bikin Dehidrasi, Ketahui 6 Tanda Tubuh Anda Dehidrasi
3. Tidak membakar lahan
Hindari membuka lahan baru dengan cara membakarnya. Meski api yang digunakan kecil sekalipun, ada risiko api tersebut membesar karena angin dan semakin parah ketika musim kemarau tiba.
4. Menjaga kesehatan
Hal yang kalah penting adalah menjaga kesehatan. Usahakan selalu menggunakan masker di tengah polusi yang meningkat. Konsumsi makanan bergizi dan banyak minum air putih di cuaca panas agar terhindar dari dehidrasi.
Mari kita hadapi fenomena El Nino dengan persiapan yang matang. Karena kemarau panjang bukan sekadar prediksi, ia adalah tantangan yang harus dilewati bersama dengan tindakan nyata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News