M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Berat Badan Naik? Bisa Jadi Kurang Serat! Ini 5 Tanda Tubuh Kekurangan Serat

Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Berikut 5 tanda tubuh kekurangan serat yang harus Anda tahu.

Kendati sering diabaikan, faktanya serat merupakan nutrisi yang penting bagi tubuh. Bahan yang tidak dapat dicerna ini bisa ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Sifatnya yang sangat mengenyangkan menjadikan serat sebagai komponen penting dalam setiap pola makan.

Ketika Anda tidak mengonsumsi cukup serat, akan ada beragam masalah yang siap menyerang tubuh Anda.

Bisa menyebabkan berat badan naik hingga kolesterol tinggi, inilah 5 tanda tubuh kekurangan serat yang harus Anda tahu dan benahi sebagaimana dilansir dari Eat This, Not That!

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental Anak Usia Dini yang Penting Orang Tua Terapkan

1. Susah buang air besar

Tanda tubuh kekurangan serat yang pertama yaitu susah buang air besar.

Pola makan kaya serat memungkinkan lebih banyak air tetap berada di tinja. Sehingga, membuatnya lebih mudah untuk melewati usus.

Sebaliknya, ketika Anda tidak mendapatkan cukup serat, itu bisa memperlambat sistem pencernaan dan mempersulit proses pembuangan limbah yang menumpuk di dalam tubuh. Sebagai solusi, tambahkan lebih banyak makanan berserat tinggi ke dalam diet harian Anda. Dengan begini, sistem pencernaan akan berjalan lancar sekaligus memastikan Anda mencapai batas nutrisi yang sesuai.

2. Selalu merasa lapar

Tanda tubuh kekurangan serat yang kedua yaitu selalu merasa lapar.

Serat mampu memperlambat proses pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Ketika jenis serat tertentu seperti serat larut difermentasi di usus besar, tubuh akan memproduksi dua hormon usus yang berperan dalam mendorong rasa kenyang.

Efek sebaliknya akan Anda rasakan jika Anda tidak mengonsumsi serat dengan cukup. Guna menghindari rasa lapar yang tak berkesudahan, tambahkanlah makanan kaya serat seperti alpukat, kacang-kacangan, beras merah, dan pir ke dalam menu Anda. Makanan kaya serat semacam ini akan mencegah perut keroncongan setelah makan yang pada gilirannya dapat membantu upaya penurunan berat badan.

3. Berat badan naik

Tanda tubuh kekurangan serat yang ketiga yaitu berat badan naik.

Ketika Anda tidak mengonsumsi cukup serat, itu bisa menyebabkan perut lapar terus-menerus dan mendorong keinginan makan berlebihan. Jika kebiasaan makan berlebihan terus berlanjut, Anda pun akan mengalami penambahan berat badan.

Sebaliknya, mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup akan membantu Anda merasa lebih kenyang sehingga berat badan cenderung menurun. Sebuah studi menemukan bahwa ketika peserta studi menambahkan 8 gram serat ke dalam makanan harian mereka selama 20 bulan, mereka kehilangan rata-rata 4,4 pon berat badan yang sebagian besar adalah lemak. Jadi, jika Anda merasa berat badan Anda naik tanpa alasan, kemungkinan besar Anda tidak mengonsumsi cukup serat.

Baca Juga: Mau Cepat Hamil? Ini 4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Program Hamil

4. Mengantuk sepanjang hari

Tanda tubuh kekurangan serat yang keempat yaitu mengantuk sepanjang hari.

Selain meningkatkan risiko diabetes, penurunan kadar gula darah juga dapat menyebabkan lesu dan rasa kantuk bahkan setelah Anda tidur malam dengan cukup. Apabila Anda tidak mengonsumsi cukup serat, tubuh akan mencerna karbohidrat sederhana lebih cepat yang kemudian dilepaskan ke aliran darah dengan cepat.

Untuk menjaga kadar gula darah dan energi tetap stabil sepanjang hari, konsumsilah sumber karbohidrat kompleks yang kaya serat dengan sedikit protein dan lemak.

5. Kolesterol tinggi

Tanda tubuh kekurangan serat yang kelima yaitu kolesterol tinggi.

Semakin sedikit serat larut yang Anda konsumsi, maka semakin tinggi risiko kenaikan kolesterol, menurut meta-analisis yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Padahal, menurut para peneliti, serat bertindak seperti magnet saat bergerak melalui usus untuk menarik dan membawa plak yang dapat menyumbat arteri dan meningkatkan kadar kolesterol.

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk mengonsumsi serat larut dengan cukup guna mencegah kolesterol tinggi. Adapun serat jenis ini banyak ditemukan pada oatmeal, kacang-kacangan, dan kubis brussel.

Itulah 5 tanda tubuh kekurangan serat. Mulai sekarang, yuk konsumsi serat dengan cukup setiap hari!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Makanan yang Lebih Sehat Dimakan Mentah daripada Dimasak

Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang lebih sehat dimakan mentah daripada dimasak, lho. Apa sajakah itu?  

6 Mitos tentang Karbohidrat yang Tidak Perlu Dipercaya

Ini dia beberapa mitos tentang karbohidrat yang tidak perlu dipercaya. Apa sajakah itu?             

5 Rekomendasi Minyak Paling Sehat untuk Saus Salad Anda

Yuk, coba beberapa rekomendasi minyak paling sehat untuk saus salad Anda. Ada apa saja?                  

Ruangan Sempit Terasa Sesak? Coba 6 Trik Cat Ini biar Rumah Tampak Lebih Luas

Trik pengecatan sederhana ini bisa membuat ruangan kecil terlihat lebih luas, nyaman, dan estetik tanpa renovasi besar.  

Ini Hal yang Disesali Pemilik Rumah saat Beli Meja Dapur Quartz Sebelum Renovasi

Sebelum memilih meja dapur quartz, yuk pahami dahulu kelebihan, kekurangan, dan pengalaman nyata pasca renovasi.​

Rumah Ramah ADHD Dewasa Makin Dicari, Ini Ide Desain yang Direkomendasikan

Berikut ini inspirasi rumah ramah ADHD yang bantu aktivitas lebih teratur, fokus meningkat, dan rutinitas harian terasa ringan.​

7 Efek Samping Serius Konsumsi Minuman Energi secara Rutin

Ada beberapa efek samping serius konsumsi minuman energi secara rutin, lho. Yuk, intip pembahasan lengkapnya di sini!  

3 Cara Magnesium Menjaga Kesehatan Jantung Anda

Begini cara magnesium menjaga kesehatan jantung Anda. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!       

10 Rekomendasi Kacang Tinggi Serat untuk Dikonsumsi

 Intip beberapa rekomendasi kacang tinggi serat untuk dikonsumsi berikut ini, yuk! Ada apa saja?           

7 Makanan yang Bisa Berinteraksi dengan Obat, Jangan Dikonsumsi Bersamaan!

Ini dia beberapa makanan yang bisa berinteraksi dengan obat yang Anda konsumsi. Cek daftarnya di sini, yuk!