M O M S M O N E Y I D
AturUang

Belanja Bijak Pasca Idul Adha untuk Menghindari Stres Keuangan

Belanja Bijak Pasca Idul Adha untuk Menghindari Stres Keuangan
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Pengeluaran setelah Idul Adha sering membengkak tanpa disadari, pahami cara mengatur keuangan agar tetap aman dan stabil.

Idul Adha selalu menjadi momen yang penuh makna bagi masyarakat Indonesia. Tradisi berkumpul bersama keluarga, berbagi daging kurban, hingga memenuhi berbagai kebutuhan perayaan sering membuat pengeluaran meningkat cukup besar. 

Tidak sedikit orang yang baru menyadari kondisi keuangan mulai menurun setelah suasana hari raya berakhir. Melansir dari laman web ugm.ac.id, masyarakat diingatkan agar kembali mengatur pola keuangan secara disiplin supaya tidak mengalami tekanan finansial setelah Idul Adha. 

Di tengah kondisi ekonomi dan rupiah yang sedang melemah sekarang, kebiasaan mengelola uang dengan bijak menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan finansial keluarga.

“Pengeluaran sering kali meningkat tanpa disadari karena suasana perayaan membuat orang cenderung mempertahankan kebiasaan konsumtif,” ujar Ekonom Universitas Gadjah Mada Eddy Junarsin, dikutip dari ugm.ac.id.

Baca Juga: 10 Pola Pikir Orang Kaya yang Baru Dipahami Kelas Pekerja saat Sudah Terlambat

Pengeluaran pasca Idul Adha sering tidak terasa membengkak

Setelah Idul Adha usai, banyak orang masih terbawa suasana perayaan sehingga kebiasaan belanja tetap berlangsung. Mulai dari membeli makanan, jalan jalan bersama keluarga, hingga belanja barang yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan menjadi penyebab pengeluaran terus bertambah.

Kondisi ini sering terjadi karena masyarakat masih ingin mempertahankan suasana bahagia setelah Idul Adha. Padahal tanpa pengendalian yang baik, pengeluaran kecil yang dilakukan terus menerus dapat membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil.

Karena itu, penting bagi setiap keluarga mulai mengevaluasi kembali kondisi finansial setelah masa perayaan berakhir. Membuat daftar kebutuhan prioritas dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Pentingnya membangun kesadaran mengatur keuangan

Menurut Eddy Junarsin, masyarakat perlu memiliki kesadaran bahwa masa perayaan telah selesai dan pola pengeluaran harus kembali normal. Kesadaran ini penting agar seseorang tidak terus menerus berada dalam kebiasaan konsumtif.

Di tengah biaya hidup yang terus meningkat di Indonesia, kemampuan mengatur uang menjadi hal yang semakin penting. Tidak hanya untuk orang tua, generasi muda juga perlu mulai memahami cara mengelola keuangan sejak dini.

Langkah sederhana seperti membatasi belanja yang tidak penting dan membuat anggaran bulanan dapat membantu menjaga kondisi finansial tetap aman setelah Idul Adha.

Rasio keuangan sehat perlu mulai diterapkan

Dalam pengelolaan keuangan, Eddy menjelaskan bahwa tabungan atau investasi idealnya berada di kisaran 10% hingga 20% dari pendapatan bersih. Sementara jumlah cicilan utang di luar kredit rumah sebaiknya tidak lebih dari 35% dari penghasilan.

Rasio ini penting untuk menjaga keseimbangan kondisi keuangan keluarga. Jika sebagian besar penghasilan habis untuk membayar cicilan dan kebutuhan konsumtif, risiko stres finansial akan semakin besar.

Masyarakat yang mulai menerapkan pola pengelolaan uang seperti ini biasanya lebih siap menghadapi kebutuhan mendadak maupun kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Baca Juga: 5 Tips Investasi ala Warren Buffett yang Masih Ampuh, Cocok untuk Pemula

Generasi muda perlu mulai memahami investasi

Selain menabung, masyarakat khususnya anak muda juga dianjurkan mulai memahami investasi sejak usia dini. Langkah ini penting agar penghasilan tidak hanya habis untuk kebutuhan sehari hari, tetapi juga bisa berkembang untuk masa depan.

Saat ini akses edukasi investasi semakin mudah ditemukan melalui platform digital maupun media sosial. Namun masyarakat tetap perlu memahami risiko dan memilih instrumen investasi sesuai kemampuan finansial masing masing.

Melakukan pemahaman keuangan yang baik, generasi muda dapat lebih bijak mengambil keputusan dan tidak mudah terjebak dalam gaya hidup konsumtif.

Asuransi menjadi perlindungan finansial yang penting

Selain investasi, perlindungan finansial juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan keluarga. Asuransi kesehatan, kendaraan, maupun perlindungan lainnya dapat membantu mengurangi risiko pengeluaran besar saat terjadi kondisi darurat.

Menurut Eddy, perlindungan finansial seperti asuransi membantu masyarakat meminimalkan kerugian karena sebagian risiko ditanggung oleh penyedia layanan perlindungan.

Hal ini menjadi semakin penting di tengah biaya kesehatan dan kebutuhan hidup yang terus meningkat terutama beberapa wilayah padat di Indonesia.

Kondisi ekonomi global membuat masyarakat harus lebih bijak

Eddy juga menyoroti kondisi global yang saat ini penuh ketidakpastian atau dikenal dengan istilah VUCA, yaitu volatil, tidak pasti, kompleks, dan ambigu. Situasi tersebut membuat masyarakat perlu lebih hati hati dalam mengelola pengeluaran.

Penghasilan sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan utama, tabungan, dana darurat, serta investasi yang realistis. Pengeluaran konsumtif yang tidak terlalu penting perlu mulai dikurangi agar kondisi finansial tetap sehat.

Selain menjaga keuangan, masyarakat juga diingatkan untuk memperkuat hubungan sosial dan menjaga kebersamaan di lingkungan sekitar agar dapat saling mendukung menghadapi tantangan ekonomi.

Belanja saat Idul Adha memang sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Namun setelah perayaan selesai, kemampuan mengatur keuangan dengan bijak tetap perlu menjadi prioritas utama. 

Memulai membatasi pengeluaran, memperkuat tabungan, memahami investasi, dan memiliki perlindungan finansial, masyarakat dapat menjaga kondisi ekonomi keluarga tetap aman dan stabil. 

Kebiasaan sederhana dalam mengelola uang secara disiplin akan membantu menciptakan masa depan finansial yang lebih sehat dan tenang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Bentuk Dahi Bisa Ungkap Sifat Asli, Cek Artinya di sini!

Ternyata dahi bukan sekadar bagian wajah. Bentuknya ungkap detail sifat, prospek karier, dan percintaan.  

Awet Berbulan-bulan, Begini 5 Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas yang Benar

Ingin menikmati daging kurban hingga berbulan-bulan? Kuncinya ada di teknik penyimpanan yang benar. Pahami tips praktis agar daging awet.

Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (28/5) Merosot Tajam Rp 31.000 Jadi Rp 2.754.000

Harga emas batangan bersertifikat Antam hari ini keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun tajam pada Kamis (28/5).

5 Pengeluaran yang Bikin Gaji Cepat Habis Setiap Hari, Banyak Orang Tak Sadar

Kebiasaan kecil sehari hari ternyata bisa membuat gaji cepat habis di tahun 2026, mulai berlangganan digital sampai belanja impulsif.

Belanja Bijak Pasca Idul Adha untuk Menghindari Stres Keuangan

Pengeluaran setelah Idul Adha sering membengkak tanpa disadari, pahami cara mengatur keuangan agar tetap aman dan stabil.

Layar iPhone 17 Pro Lebih Cerah 3.000 Nits, Apa Bedanya dengan iPhone 17 Pro Max?

Layar OLED 3.000 nits iPhone 17 Pro menjanjikan visual paling tajam. Pahami teknologi ProMotion dan keunggulan kontrasnya sekarang juga! 

6 Film Ini Tunjukkan Dampak Nyata Rasisme Kulit Hitam

Rasisme kulit hitam bukan hanya fiksi. 6 film ini, dari drama hingga horor, mengungkap kenyataan pahit yang wajib Anda saksikan.

Apa yang Membuat Nilai Rupiah Naik Turun? Ini Penyebabnya di Tahun 2026

Nilai tukar rupiah terus berubah di tengah kondisi ekonomi global tahun 2026 lo, pahami penyebab rupiah menguat dan melemah.

6 Manfaat Daging Kambing untuk Tubuh, Penuhi Protein Harian Tanpa Takut Kolesterol

Anggapan daging kambing berbahaya sering keliru. Faktanya, protein tinggi dan lemak jenuh rendah bisa jadi pilihan sehat Anda.

5 Bahaya Tak Terduga Saat Melewatkan Makan, Bisa Bikin Tubuh Merana

Melewatkan makan sekali saja bisa picu aritmia dan masalah pencernaan serius. Pahami bahaya tersembunyi demi kesehatan Anda.