M O M S M O N E Y I D
Santai

Beda Dengan Optimis, Simak Penjelasan Toxic Positivity di Sini

Reporter: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Pernah mendengar istilah toxic positivity? Jika belum, simak penjelasan toxic positivity di sini.

Toxic positivity merupakan salah satu istilah yang lekat dengan gaya hidup masa kini.

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan hal positif yang berlebihan hingga membuatnya menjadi toxic dan memiliki dampak buruk.

Baca Juga: Bikin Libido Turun, Ini 5 Tanda Progesteron Rendah Pada Perempuan

Medical News Today menyebutkan dalam lamannya, toxic positivity adalah sebuah asumsi untuk selalu berpikir positif dalam menghadapi permasalahan.

Namun, melupakan emosi dan menjauhi pikiran negatif. Padahal, pikiran negatif dan emosi perlu untuk dirasakan dan diungkapkan.

Toxic positivity berbeda dengan sikap optimistis. Karena orang yang mengalami hal ini biasanya hanya ingin memikirkan hal positif daripada untuk menghadapi permasalahan mereka sendiri.

Selain itu mereka juga cenderung untuk mengabaikan emosi yang mereka rasakan dan merasa tidak memerlukan bantuan orang lain.

Melansir dari laman Very Well Mind, toxic positivity bisa menjadi berbahaya bagi orang yang tengah melalui kesulitan dalam hidup mereka.

Baca Juga: Kepribadian dan Keberuntungan dari Bentuk Dahi, Cek di Sini

Merasa malu, menyebabkan rasa penyesalan, memperlambat pertumbuhan emosi seseorang, dan minimnya interaksi yang dibuat bersama orang lain, adalah dampak buruk dari toxic positivity.

Beberapa contoh tindakan yang masuk dalam kategori toxic positivity adalah seperti menyarankan seseorang untuk berhenti bersedih dalam kesusahannya.

Kemudian meminta seseorang untuk fokus berpikir hal positif daripada hal yang sudah hilang atau berlalu, hingga merasa menyesal ketika harus merasa bersedih, marah, dan kecewa.

Selain itu, menganggap remeh orang yang tidak memiliki sikap positif juga merupakan sebuah tindakan toxic positivity.

Mengatakan bahwa kebahagiaan merupakan pilihan juga salah satu bentuk toxic positivity. Karena, apabila seseorang merasakan rasa sedih maka itu adalah kesalahan mereka karena tidak memilih untuk bahagia.

Baca Juga: Anda Mulai Banyak Mengatur dalam Hubungan? Yuk Hindari Mothering Relationship

Lalu, bagaimana cara untuk menjauhi toxic positivity? Yang pasti, untuk mulai berpikir bahwa emosi negatif dan perasaan sedih adalah hal yang normal.

Bercerita dengan orang yang dipercaya dan tidak judgemental juga bisa menjadi cara untuk menjauhi toxic positivity.

Menurut laman Health Line, penting untuk mendengar dan memberikan validasi tentang perasaan orang lain. Orang lain tentunya memiliki sikap yang berbeda dalam menghadapi permasalahan dan emosinya.

Maka dari itu, penting untuk memaklumi cara yang dilakukan orang lain dalam menunjukkan emosinya.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang toxic positivity dan juga cara untuk menjauhi sifat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Kebiasaan yang Menyebabkan Gula Darah Naik di Malam Hari

Ada beberapa kebiasaan yang menyebabkan gula darah naik di malam hari, lo. Yuk, intip pembahasannya di sini!

Hasil Thailand Open 2026: Ada Thalita, Enam Wakil Indonesia Melangkah ke 16 Besar

Hasil Thailand Open 2026 Babak 32 Besar hari kedua, Rabu (13/5), enam wakil Indonesia melangkah ke 16 besar dari 10 wakil yang berlaga.

6 Rahasia Tersembunyi Manfaat Mewarnai bagi Kesehatan Orang Dewasa

Bukan cuma anak-anak, mewarnai terbukti tingkatkan mindfulness dan atasi stres pada orang dewasa. Cari tahu manfaat lengkapnya!

Foto Makin Estetik, Ini Tips Foto dengan Kamera Vintage ala Shopee

Shopee memberi tips foto dengan kamera vintage supaya hasil foto semakin estetik.                    

Bitcoin Bertahan di US$ 80.000 saat Pasar Saham AS Terimbas Data Inflasi

Bitcoin tidak bergerak mengekor indeks saham di Wall Street, melainkan lebih searah dengan yield US Treasury.

Kebiasaan Mental Warren Buffett yang Bikin Finansial Anda Lebih Stabil

Cara berpikir Warren Buffett soal disiplin, uang, dan kesabaran kini makin relevan untuk masyarakat Indonesia di era ekonomi serba cepat.​

Tren Kaca Patri Kembali Populer, Ini Cara Buat Rumah Terlihat Artistik dan Modern

Kaca patri kembali jadi tren rumah 2026 karena membuat hunian terasa hangat, estetik, artistik, dan penuh karakter.​

Kenapa Orang yang Rajin Bekerja Tetap Sulit Kaya? Ini 10 Penyebab Jarang Disadari

Banyak orang bekerja keras tiap hari, tetapi kondisi finansial tetap stagnan. Ini penyebab sering tidak disadari. Catat ulasan berikut ini, ya.​  

12 Cara Menyelamatkan Keuangan saat Ancaman Resesi Mulai Terasa

Ancaman resesi dan biaya hidup naik bikin banyak orang cemas. Ini 12 cara menjaga keuangan tetap aman di tengah kondisi ekonomi sulit.​

Tren Dapur Kuning Mentega Bikin Rumah Terlihat Hangat, Estetik, dan Fungsional

Tren dapur kuning mentega 2026 bikin rumah terasa hangat, estetik, nyaman, dan tampil lebih fungsional untuk keluarga modern.​