MOMSMONEY.ID - Kesalahan menata taman sering dianggap sepele, padahal bisa merusak rumah dan bikin biaya membengkak tanpa disadari.
Menata taman sering dianggap gampang, padahal praktiknya butuh perencanaan matang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Di Indonesia sendiri, banyak pemilik rumah yang lebih fokus ke interior, sementara area luar justru ditata seadanya. Padahal, lanskap yang tidak tepat bisa berdampak ke struktur bangunan, kesehatan tanaman, hingga kenyamanan penghuni.
Melansir dari Real Simple, para ahli lanskap mengungkap bahwa kesalahan kecil bisa berubah jadi biaya besar jika dibiarkan.
Apalagi dengan kondisi iklim tropis Indonesia yang punya tantangan tersendiri, seperti curah hujan tinggi dan kelembapan ekstrem.
“Banyak orang hanya berpikir jangka pendek saat menanam, tanpa memperhitungkan pertumbuhan jangka panjang tanaman,” ujar pakar lanskap Tammy Sons.
Baca Juga: Tips Mengatasi Tungau Debu di Rumah Secara Maksimal biar Gak Kambuh Lagi
Menanam pohon terlalu dekat dengan rumah
Kelihatannya sepele, tapi ini termasuk kesalahan klasik yang sering terjadi. Banyak orang ingin rumahnya teduh, lalu menanam pohon dekat dinding atau fondasi.
Masalahnya, pohon akan terus tumbuh besar. Akar bisa merusak struktur bangunan, sementara cabang berisiko menyentuh atap. Selain itu, area yang terlalu lembap di sekitar rumah bisa mengundang serangga dan hama. Lebih aman, beri jarak tanam sejak awal dan pikirkan ukuran pohon saat sudah dewasa.
Tidak memberi jarak tanam yang tepat
Menanam tanaman terlalu rapat memang terlihat penuh dan cantik di awal. Tapi efek jangka panjangnya justru merugikan. Tanaman akan saling berebut nutrisi, air, dan cahaya.
Akibatnya, pertumbuhan jadi tidak maksimal dan lebih rentan terkena penyakit. Dalam beberapa tahun, taman malah terlihat berantakan dan butuh perawatan ekstra. Solusinya, selalu ikuti panduan jarak tanam berdasarkan ukuran tanaman saat sudah besar nanti.
Mengabaikan kondisi tanah sebelum memberi pupuk
Banyak orang langsung menabur pupuk tanpa tahu kondisi tanahnya seperti apa. Ini salah satu penyebab taman tidak tumbuh optimal.
Tanah yang kelebihan atau kekurangan nutrisi bisa membuat tanaman stres. Gejalanya bisa berupa daun menguning, pertumbuhan lambat, atau bahkan mati. Idealnya, lakukan uji tanah sederhana agar tahu kebutuhan nutrisi yang tepat, apalagi di Indonesia yang jenis tanahnya beragam di tiap daerah.
Memotong rumput terlalu pendek
Kebiasaan ini sering dilakukan karena dianggap lebih praktis. Harapannya, rumput tidak perlu sering dipotong.
Padahal, rumput yang terlalu pendek justru lebih mudah rusak. Akar jadi lemah dan tidak mampu menyimpan air dengan baik. Dampaknya, rumput cepat kering dan gulma lebih mudah tumbuh. Lebih baik potong secukupnya agar rumput tetap sehat dan kuat.
Baca Juga: Kabinet Dapur Inset atau Overlay, Mana Lebih Menguntungkan untuk Saat Ini?
Menumpuk mulsa secara berlebihan
Mulsa memang bagus untuk menjaga kelembapan tanah, apalagi di cuaca panas. Tapi kalau berlebihan, justru jadi masalah baru.
Menumpuk mulsa terlalu tebal di pangkal tanaman bisa menyebabkan pembusukan. Selain itu, kondisi lembap berlebih juga memicu jamur dan hama. Gunakan mulsa secukupnya saja dan beri jarak dari batang tanaman agar tetap aman.
Membiarkan area yang mengganggu tetap terlihat
Detail kecil seperti tempat sampah, kabel, atau peralatan taman sering dianggap tidak penting. Padahal, ini bisa merusak tampilan keseluruhan taman.
Taman yang sudah rapi jadi terlihat kurang menarik hanya karena ada elemen yang mengganggu visual. Solusinya, sembunyikan dengan tanaman hias, pagar kecil, atau desain lanskap berlapis agar terlihat lebih rapi dan estetik.
Tidak menyesuaikan tanaman dengan lingkungan
Ini kesalahan yang sering terjadi, terutama karena tergiur tren tanaman tertentu. Padahal, tidak semua tanaman cocok dengan iklim dan kondisi tanah di Indonesia.
Tanaman yang tidak sesuai akan sulit tumbuh dan membutuhkan perawatan ekstra. Sebaliknya, tanaman lokal biasanya lebih tahan dan mudah dirawat. Selain hemat biaya, cara ini juga lebih ramah lingkungan.
Menata taman bukan sekadar soal keindahan, tapi juga soal strategi dan pemahaman lingkungan. Kesalahan kecil yang sering dianggap sepele ternyata bisa berdampak besar dalam jangka panjang.
Setelah memahami cara yang tepat, Anda bisa menciptakan taman yang tidak hanya cantik, tapi juga sehat dan mudah dirawat.
Di tengah tren hunian nyaman dan alami di Indonesia saat ini, taman yang tertata baik bisa jadi nilai tambah yang signifikan. Jadi, sebelum mulai menanam, pastikan Anda sudah punya rencana yang matang agar hasilnya maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News