M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

AS Sedang Resesi, Robert Kiyosaki Sarankan Simpan 3 Aset Investasi Ini

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Investor kawakan Robert Kiyosaki menyebutkan, dunia sedang dalam kondisi resesi dan menyarankan untuk menyimpan ketiga aset investasi berikut ini.

"Dalam buku saya Rich Dad's Prophecy, saya memperingatkan, kejatuhan pasar saham terbesar dalam sejarah akan menghapus keamanan finansial jutaan investor, terutama generasi saya, baby boomers," kata Kiyosaki di akun X-nya, 5 April lalu.

"Kejatuhan pasar saham itu terjadi hari ini (Jumat, 5 April 2025). Kita (Amerika Serikat) jelas-jelas sedang dalam resesi dan kemungkinan besar depresi," ungkapnya. 

Mengapa Kiyosaki memperingatkan para boomers?

Baca Juga: Jangan Jadi Pecundang, Robert Kiyosaki Minta Simpan 3 Aset Investasi Ini

Soalnya, para boomers kehabisan waktu. Mereka tidak punya waktu untuk berinvestasi jangka panjang dalam bentuk saham, obligasi, reksadana, atau exchange-traded fund (ETF).

Lalu, apa yang bisa dilakukan?

"Seperti yang telah saya sarankan selama bertahun-tahun, saya sarankan untuk melihat aset non-Wall Street," ujar Kiyosaki.

"Selama bertahun-tahun saya telah menyarankan untuk menyimpan emas asli, perak asli, dan saat ini Bitcoin," imbuh dia.

Mengapa? Sebab, setelah kejatuhan pasar kertas ini yang menghapus jutaan aset kertas palsu, kemungkinan besar bank sentral AS The Fed dan Departemen Keuangan AS akan menyalakan mesin cetak dengan kecepatan penuh, mencetak triliunan uang palsu yang menjadi lebih palsu.

Baca Juga: Bakal Capai Level Tertinggi Sepanjang Masa, Robert Kiyosaki Sarankan Beli Aset Ini

Dan, uang sungguhan, yakni emas, perak, dan Bitcoin, nilainya naik.

"Ingat, emas, perak, dan Bitcoin tidak naik harganya, yang terjadi adalah dolar turun nilainya, menyebabkan segala sesuatu yang bernilai, seperti makanan, rumah, dan energi menjadi lebih mahal alias inflasi," sebut Kiyosaki. 

"Itulah sebabnya, saya katakan selama bertahun-tahun, pemerintah dan bank mencuri kekayaan kita melalui uang kita," ucapnya

"Jika Anda masih memiliki sedikit landasan pacu tersisa, Anda mungkin ingin menyimpan uang sungguhan, yaitu emas, perak, dan Bitcoin," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.