M O M S M O N E Y I D
Santai

Apakah Desain Vintage Itu Terlihat Norak? Begini Pendapat Ahli Dekorasi

Apakah Desain Vintage Itu Terlihat Norak? Begini Pendapat Ahli Dekorasi
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Dekorasi vintage bagi sebagian orang menganggap hal ini terlalu membosankan. Simak 5 tips dan pendapat ahli desain interior berikut.

Pernahkah Anda membeli cermin antik, meja kayu tua, atau lukisan lawas, lalu bertanya-tanya apakah ini akan mempercantik rumah atau justru membuatnya terlihat usang? 

Melansir Better Homes & Gardens, dekorasi vintage memang sedang naik daun, tapi tanpa strategi yang tepat, gaya ini bisa terlihat berkelas atau malah norak.

Menurut Lucia Deen, desainer interior yang berbasis di Market Hill Round Top, rahasia dekorasi vintage ada pada keseimbangan. 

“Barang antik asli bisa menambah kesan bersejarah dan permanen pada ruang, tetapi barang yang salah akan membuat ruangan terasa canggung,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Ken Murphy, kepala inovasi di OfferUp, yang menyebut banyak orang mencari barang vintage dengan “struktur kokoh, material berkualitas, dan detail unik” karena bisa dipoles ulang sesuai gaya modern.

Baca Juga: 5 Ide Lansekap Menawan untuk Mempercantik Halaman Depan & Belakang Rumah

Alasan utama desain vintage disukai, ternyata ada nilainya

Ada beberapa alasan mengapa banyak orang jatuh cinta pada gaya vintage:

  • Nilai sejarah: Barang antik membawa cerita dari masa lalu.
  • Karakter unik: Setiap barang memiliki detail berbeda yang sulit ditiru.
  • Keberlanjutan: Membeli barang bekas berarti ikut mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
  • Sensasi berburu: Menemukan barang langka di toko barang bekas selalu memberi kepuasan tersendiri.

“Dalam mode, ada yang disebut klasik, seperti kemeja putih atau blazer rapi. Hal yang sama berlaku pada interior,” kata Deen. Artinya, barang vintage yang tepat bisa tetap relevan sepanjang masa.

Ini tips dari ahli agar memadukan vintage ke rumah Anda saat ini

Kunci dari dekorasi vintage adalah proporsi dan keseimbangan. Berikut tips dari para ahli:

  • Gunakan sebagai statement piece. Misalnya, meja kopi bergaya mid-century di ruang tamu modern.
  • Padukan dengan elemen kontemporer. Lukisan abstrak bisa dipasang di atas peti ukiran Prancis.
  • Hindari terlalu banyak barang lama. Rumah bisa terlihat seperti museum jika semua furniturnya antik.
  • Tambahkan aksen kecil. Cermin antik, lampu retro, atau kursi vintage bisa menjadi sentuhan manis tanpa berlebihan.

Menurut Deen, “Yang membuat rumah menarik adalah perpaduan tak terduga, gabungan eklektik dari berbagai gaya dan periode waktu.”

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Menata Laci Dapur agar Rapi & Fungsional Seperti Profesional

5 hal yang perlu diperhatikan saat berbelanja barang vintage

1. Baca petunjuk pemakaian

Perhatikan detail seperti sambungan kayu, label produsen, atau jenis material yang digunakan. Ini membantu Anda mengenali asal-usul dan kualitas barang.

2. Cari bahan yang masih digunakan

Jangan terkecoh hanya karena barang terlihat tua. Menurut Murphy, yang penting adalah pengerjaan, material, dan desain yang timeless.

3. Cek kualitas bahan

Cari tanda barang berkualitas seperti kayu solid, tekstil jahitan tangan, kulit asli, atau logam yang kokoh. “Dengan sedikit riset, Anda bisa menemukan barang yang bertahan hingga generasi berikutnya,” ujar Murphy.

4. Awas barang rusak

Patina atau sedikit keausan bisa menambah karakter, tapi hindari barang dengan kerusakan serius. Deen menegaskan, “kondisi barang tetap harus sesuai dengan tujuan desain Anda.”

5. Selalu cek rating

Baik berbelanja online maupun offline, jangan lupa membaca ulasan atau berdiskusi dengan komunitas kolektor. Reputasi penjual sangat penting untuk memastikan Anda tidak salah pilih.

Dekorasi vintage bisa menghadirkan kehangatan, karakter, dan sentuhan klasik yang tak lekang waktu. Namun, bedanya dengan norak terletak pada keseimbangan, kualitas, dan keaslian.

Sebelum membeli, selalu tanyakan apakah barang ini akan memperkuat cerita desain rumah saya, atau justru membebani ruang dengan kesan kuno? 

Dengan memilih bijak, Anda bisa menjadikan dekorasi vintage sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tren sesaat. Jadi, sudah siap berburu harta karun vintage untuk rumah Anda?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun

Ada beberapa rekomendasi menu diet untuk sarapan agar berat badan turun. Yuk, intip selengkapnya di sini!  

ROMAN Luncurkan 11 Koleksi Granit Premium Xtra 100x100 cm, Ada Tiga Special Effect

​ROMAN meluncurkan 11 koleksi granit premium terbaru seri Xtra berukuran 100x100 cm, ada tiga spesial effect

Ada Diskon 20% hingga Rp1 Juta, Ini Promo Indodana di Planet Sports Run

Indodana PayLater menghadirkan sejumlah promo untuk peserta Planet Sports Run 2026, mulai dari cicilan 0% hingga diskon hingga Rp1 juta.​  

10 Cara Bikin Berat Badan Bertambah yang Efektif dalam Seminggu

Ternyata begini, lho, cara bikin berat badan bertambah yang efektif dalam seminggu. Mau coba?             

Bukan Nggak Ngemil! Ini 10 Snack untuk Diet yang Rendah Kalori Wajib Coba

Ada beberapa rekomendasi snack untuk diet yang rendah kalori, lho. Yuk, intip selengkapnya di sini!   

7 Tips Diet agar Berat Badan Turun Cepat secara Alami

Yuk, ketahui beberapa tips diet agar berat badan turun cepat secara alami berikut ini! Apa saja ya?   

5 Fitur Aplikasi Lark Untuk Efisiensikan Kinerja Perusahaan

5 cara aplikasi Lark mendorong kinerja perusahaan lebih cerdas dan produktif di era digital, tidak lagi pindah-pindah aplikasi. 

15 Makanan Diet yang Mengenyangkan untuk Menggantikan Nasi

Apa saja makanan diet yang mengenyangkan untuk menggantikan nasi, ya? Intip daftarnya di sini, yuk! 

13 Makanan Rendah Kalori yang Bagus Dikonsumsi saat Diet

Mari intip beberapa makanan rendah kalori yang bagus dikonsumsi saat diet berikut ini. Apa saja, ya?

12 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari jika Ingin Berat Badan Turun

Intip sejumlah makanan dan minuman yang harus dihindari jika ingin berat badan turun. Apa sajakah itu?