M O M S M O N E Y I D
AturUang

Apa yang Membuat Nilai Rupiah Naik Turun? Ini Penyebabnya di Tahun 2026

Apa yang Membuat Nilai Rupiah Naik Turun? Ini Penyebabnya di Tahun 2026
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Nilai tukar rupiah terus berubah di tengah kondisi ekonomi global tahun 2026 lo, pahami penyebab rupiah menguat dan melemah.

Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian banyak orang di Indonesia sepanjang 2026, terutama Moms. Kondisi ekonomi global yang belum stabil membuat kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat mengalami perubahan cukup dinamis dalam beberapa bulan terakhir. 

Melansir dari laman Sahabat Pegadaian, pandangan lainnya memperlihatkan penguatan harga komoditas ekspor nasional membantu menopang cadangan devisa Indonesia. 

Namun di sisi lain, kebijakan suku bunga bank sentral negara maju masih memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah. 

Situasi ini membuat Moms perlu mulai mencari tahu apa sebenarnya yang menyebabkan nilai Rupiah bisa menguat maupun melemah dalam waktu tertentu.

“Stabilitas nilai tukar sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global, arus modal asing, hingga kepercayaan pasar terhadap ekonomi domestik,” dikutip dari Sahabat Pegadaian.

Baca Juga: 10 Pola Pikir Orang Kaya yang Baru Dipahami Kelas Pekerja saat Sudah Terlambat

Tekanan inflasi bisa memengaruhi kekuatan Rupiah

Salah satu faktor utama yang memengaruhi nilai tukar rupiah adalah inflasi. Ketika inflasi dalam negeri meningkat terlalu tinggi, daya beli Moms biasanya ikut menurun dan biaya produksi menjadi lebih mahal.

Kondisi tersebut dapat membuat produk Indonesia kalah bersaing di pasar internasional. Akibatnya, permintaan terhadap rupiah ikut melemah karena aktivitas ekspor menurun.

Sebaliknya, jika inflasi tetap stabil dan terkendali, harga barang dalam negeri menjadi lebih kompetitif. Situasi ini bisa meningkatkan ekspor dan membantu memperkuat nilai tukar Rupiah di pasar global.

Sentimen pasar sering memicu rupiah naik turun

Pergerakan Rupiah juga sangat dipengaruhi sentimen pasar dan kondisi psikologis investor. Isu politik, ketidakpastian ekonomi, hingga situasi keamanan nasional dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Saat muncul sentimen negatif, investor asing biasanya memilih memindahkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman seperti Dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat permintaan terhadap rupiah menurun sehingga nilai tukarnya ikut melemah.

Sebaliknya, ketika kondisi ekonomi dan politik Indonesia dinilai stabil, aliran modal asing biasanya meningkat dan Rupiah cenderung menguat.

Neraca perdagangan berperan penting menjaga kurs rupiah

Kondisi ekspor dan impor juga memiliki pengaruh besar terhadap nilai mata uang Indonesia. Ketika nilai ekspor lebih tinggi dibanding impor, Indonesia mendapatkan lebih banyak devisa dari luar negeri.

Hal tersebut membuat permintaan terhadap rupiah meningkat karena pembeli luar negeri harus menukar mata uang mereka untuk melakukan transaksi perdagangan dengan Indonesia.

Namun jika impor lebih besar dibanding ekspor, kebutuhan terhadap mata uang asing meningkat sehingga rupiah berpotensi mengalami pelemahan.

Baca Juga: 5 Tips Investasi ala Warren Buffett yang Masih Ampuh, Cocok untuk Pemula

Harga komoditas dunia ikut memengaruhi rupiah

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara pengekspor komoditas seperti batu bara, minyak sawit, dan nikel. Karena itu, pergerakan harga komoditas global sangat berpengaruh terhadap kondisi Rupiah.

Ketika harga komoditas naik, pendapatan devisa negara biasanya ikut meningkat sehingga membantu memperkuat Rupiah. Sebaliknya, saat harga komoditas turun drastis, pemasukan devisa ikut menurun dan memberi tekanan terhadap nilai tukar.

Situasi ini membuat kondisi ekonomi global sangat memengaruhi stabilitas mata uang Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi yang stabil bikin investor lebih percaya

Ekonomi yang tumbuh positif biasanya menjadi sinyal baik bagi investor global. Saat pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai kuat dan stabil, kepercayaan investor asing ikut meningkat.

Kondisi tersebut dapat memicu masuknya modal asing ke pasar domestik, baik dalam bentuk investasi maupun pembelian aset keuangan. Dampaknya, permintaan terhadap Rupiah meningkat dan nilai tukar menjadi lebih kuat.

Karena itu, menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kekuatan Rupiah.

Utang luar negeri juga bisa menekan rupiah

Besarnya utang luar negeri menjadi faktor lain yang memengaruhi pergerakan rupiah. Pembayaran utang internasional umumnya menggunakan dollar Amerika Serikat sehingga kebutuhan terhadap mata uang asing terus meningkat.

Jika jumlah utang luar negeri terlalu besar, tekanan terhadap Rupiah juga bisa semakin tinggi karena permintaan dollar meningkat di pasar domestik.

Selain itu, ketergantungan terhadap barang impor juga membuat kebutuhan valuta asing semakin besar dan berpotensi memperlemah rupiah.

Kebijakan suku bunga Amerika Serikat berdampak ke Indonesia

Kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed sering menjadi tekanan besar bagi mata uang negara berkembang. Saat suku bunga dollar naik, investor global biasanya lebih tertarik menyimpan dana mereka di Amerika Serikat karena dianggap lebih aman.

Akibatnya, aliran modal asing keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia. Situasi ini membuat nilai tukar Rupiah mengalami tekanan dan cenderung melemah terhadap dollar.

Fenomena tersebut masih menjadi salah satu tantangan utama bagi stabilitas mata uang di berbagai negara berkembang sepanjang 2026.

Baca Juga: Warna Rumah Bisa Mempengaruhi Mood dan Kualitas Tidur lo, Ini Penjelasan Ahli

Fluktuasi rupiah berdampak langsung ke kehidupan keseharian

Perubahan nilai tukar rupiah bukan hanya berdampak pada sektor ekonomi besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh Moms dalam kehidupan sehari hari. Ketika rupiah melemah, harga barang impor dan bahan baku biasanya ikut naik.

Hal tersebut dapat memicu kenaikan harga produk di pasaran sehingga biaya hidup menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, jika rupiah terlalu kuat, eksportir Indonesia justru bisa mengalami kesulitan karena harga produk lokal menjadi lebih mahal di luar negeri.

Karena itu, stabilitas nilai tukar menjadi hal penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

Emas sering dianggap pelindung nilai saat rupiah melemah

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, emas masih dianggap sebagai salah satu aset pelindung nilai yang cukup aman. Saat Rupiah melemah terhadap dollar, harga emas dalam negeri biasanya ikut naik.

Hal ini terjadi karena harga emas dunia menggunakan acuan Dolar Amerika Serikat. Ketika nilai rupiah turun, harga emas dalam rupiah otomatis menjadi lebih mahal.

Karena itu, banyak Moms mulai melirik emas sebagai salah satu cara menjaga nilai aset di tengah fluktuasi ekonomi global. Pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi banyak faktor mulai dari inflasi, kondisi ekonomi global, harga komoditas, hingga kebijakan suku bunga negara maju. 

Situasi ekonomi dunia yang masih penuh ketidakpastian membuat Moms perlu lebih memahami cara kerja nilai tukar agar dapat mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak. 

Melakukan pengelolaan keuangan yang tepat dan pemahaman ekonomi yang baik, Moms dapat lebih siap menghadapi perubahan kondisi pasar yang terjadi sewaktu waktu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.

5 Hal yang Sebaiknya Dihindari biar Eksterior Rumah Lebih Tahan Lama

Ingin eksterior rumah Anda tetap keren dan tidak cepat ketinggalan zaman? Kenali 5 hal ini yang sebaiknya dihindari sejak awal.​