M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Anjing Kebiasaan Kencing di Dalam Rumah? Begini Cara Menghentikannya

Penulis: Nur Afitria Cika  |  Editor: Nur Afitria


MOMSMONEY.ID - Ketika anjing peliharaan memiliki kebiasaan kencing sembarangan di dalam rumah, bisa membuat Anda merasa bingung, frustrasi dan bahkan putus asa. 

Kebiasaan anjing yang kencing sembarangan di dalam rumah akan membuat rumah menjadi bau dan kotor. 

Tak hanya itu, terkadang pemilik yang tidak mampu menghentikan kebiasaan buruk tersebut bisa menyerahkan anjingnya ke orang lain. 

Baca Juga: Kucing Juga Bisa Sakit Kepala, Kenali Penyebab dan Tanda-tandanya

Mengutip Petliving, ada beberapa cara menghentikan kebiasaan anjing kencing sembarangan di dalam rumah. 

1. Kunjungi dokter hewan 

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika anjing Anda kencing di rumah adalah berbicara dengan dokter hewan Anda.

Ada berbagai kondisi medis yang dapat menyebabkan anjing buang air kecil di dalam rumah. Misalnya, diabetes, tumor, hingga batu kandung kemih. 

2. Tidak membersihkan ruangan

Anjing Pomeranian
Anjing Pomeranian

Tidak membersihkan ruangan menjadi salah satu alasan paling umum mengapa anjing terus buang air kecil di dalam ruangan. 

Bahkan jika Anda tidak mencium baunya, anjing Anda mungkin mendeteksi bau yang tertinggal yang mengundangnya untuk kembali ke TKP.

Baca Juga: Kenali Tanda-tanda Rabies pada Kucing Peliharaan, Waspadai Hal Berikut Ini!

3. Mensterilkan 

Memandulkan atau mensterilkan anjing bisa menjadi solusi untuk menghentikan kebiasaan tersebut. 

4. Latih anjing 

Melatih Anjing
Melatih Anjing

Sering melatih anjing untuk buang air kecil di tempat yang semestinya. Melatih anak anjing membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi.

5. Memperkenalkan hal baru dengan hati-hati

Jika anjing Anda cenderung "menandai" barang-barang baru yang masuk ke dalam rumah, hindari meninggalkan barang-barang tersebut di tempat yang dapat diakses.

Perkenalkan orang dan objek baru secara perlahan dan tetap diawasi agar anjing tidak meninggalkan 'tanda'. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Ekuador vs Curacao (21/6): La Tri Wajib Menang Demi Jaga Asa Lolos

Prediksi Ekuador vs Curacao Piala Dunia 2026, duel Grup E pada 21 Juni pukul 07.00 WIB di Kansas City Stadium yang penuh gengsi.  

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat