M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Anak Sering Mimpi Buruk? Ini 4 Tips untuk Membantu Anak Mengatasi Mimpi Buruk

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Tak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, mimpi buruk juga bisa menghantui anak-anak. Inilah 4 tips untuk membantu anak mengatasi mimpi buruk.

Cenderung mengganggu, mimpi buruk pada anak bisa terjadi ketika mereka sedang mengalami perubahan dan stres misalnya pindah sekolah atau kelahiran adik baru, mengutip Hello Sehat.

Tak sampai di situ, mimpi buruk juga dapat disebabkan oleh kebiasaan anak yang gemar menonton tayangan menyeramkan.

Lalu, apa saja hal yang bisa orang tua lakukan saat si kecil bermimpi buruk? Melansir ParentCircle, inilah 4 tips untuk membantu anak mengatasi mimpi buruk:

Baca Juga: 5 Kesalahan yang Harus Orang Tua Hindari Saat Mengatasi Tantrum pada Anak

1. Hibur anak

Jika anak Anda terbangun di tengah malam setelah memimpikan hal-hal yang menakutkan, segera tenangkan mereka. Berusahalah untuk tetap berada di sampingnya sampai anak tertidur kembali.

Mungkin sulit bagi anak-anak untuk memahami perbedaan antara fantasi dan kenyataan. Maka dari itu, jelaskan perihal perbedaan tersebut dengan sebaik mungkin.

Tidurlah bersama anak Anda apabila mereka belum cukup besar. Ini dilakukan untuk membuat anak mengetahui bahwa di dekat mereka ada orang dewasa yang akan memberikannya kepercayaan diri.

Saat anak Anda sedang menceritakan peristiwa mengerikan yang terjadi di dalam mimpinya, dengarkanlah dengan sabar.

Namun, jangan sampai Anda menekan mereka untuk mengingat-ingat mimpi buruknya karena itu akan membuat anak semakin tertekan. Katakan saja kepada anak bahwa setiap orang pasti pernah bermimpi buruk dan apa yang terjadi di dalam mimpi tersebut tidaklah nyata.

2. Kurangi faktor penyebab anak mengalami stres

Kendati Anda memiliki sedikit kendali atas mimpi buruk yang anak alami dan tidak dapat secara langsung mencegahnya, namun Anda tetap bisa melakukan banyak hal untuk memastikan bahwa anak terbebas dari stres di siang hari.

Pada dasarnya, mimpi buruk bisa terjadi akibat kecemasan yang dialami anak saat mereka terjaga. Jika Anda menemukan anak Anda khawatir di siang hari, cobalah untuk mencari tahu penyebabnya.

Apabila kekhawatiran anak merupakan hasil dari peristiwa traumatis, maka Anda bisa mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Selain kecemasan, mimpi buruk di malam hari juga bisa terjadi karena pengalaman anak pada saat jam bangun. Anda harus memastikan bahwa anak Anda tidak menonton konten kekerasan atau horor pada siang hari.

Hindari juga untuk menjadikan perwujudan monster sebagai referensi untuk menakut-nakuti anak hanya supaya mereka mau berperilaku baik. Pasalnya, cara ini hanya akan menambah ketakutan anak.

Baca Juga: Jenis Nutrisi yang Dibutuhkan saat Proses Tumbuh Kembang Anak

3. Habiskan waktu bersama

Luangkan waktu setidaknya setengah jam setiap malam untuk dihabiskan bersama anak sebelum mereka pergi tidur.

Gunakan waktu ini untuk menceritakan kisah inspiratif tentang keberanian, mendiskusikan peristiwa dan pengalaman di hari itu, memainkan permainan yang menyenangkan, atau mendengarkan lagu-lagu bernuansa ceria dan bahagia.

Jangan lupa juga untuk mengajarkan atau membiasakan anak berdoa sebelum tidur. Dengan begini, anak pun akan mendapatkan kekuatan mental saat harus berhadapan dengan mimpi buruk.

4. Ciptakan suasana yang positif

Ciptakanlah suasana yang nyaman di kamar tidur anak Anda. Untuk mewujudkannya, Anda bisa melakukan berbagai cara yang tentunya kreatif.

Anda dapat menghiasi kamar tidur anak dengan aksesori kartun favorit mereka. Atau, sematkan catatan yang berisi pemikiran positif di dinding kamar.

Terkadang, anak bisa menjadi mudah takut karena kegelapan. Alih-alih memadamkan lampu secara total dan memperburuk keadaan, alangkah baiknya Anda tetap menyalakan lampu bercahaya redup saat anak tidur.

Lakukan kebiasaan ini selama beberapa waktu sampai anak cukup berani dan percaya diri untuk tidur dalam kondisi gelap.

Itulah 4 tips untuk membantu anak mengatasi mimpi buruk. Apabila anak terus bermimpi buruk dalam waktu yang lama, sangat disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.

Soalnya, mimpi buruk yang terus-menerus dapat menunjukkan masalah emosional dan perlu ditangani sedini mungkin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!