M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Anak Manipulatif, Inilah Ciri-Cirinya dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Anak Manipulatif, Inilah Ciri-Cirinya dan Cara Mengatasinya dengan Tepat
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Anak manipulatif seperti apa? Berikut ciri-ciri anak manipulatif dan cara mengatasinya dengan tepat, Moms.

Tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, anak yang manipulatif juga sering memanfaatkan situasi atau orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Anak yang tergolong manipulatif kemungkinan besar akan membuat orang tua merasa bersalah atau melakukan kebaikan supaya orang tuanya luluh dan mau memenuhi keinginan mereka.

Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Berat Badan Sebelum Sarapan Menurut Ahli Diet, Coba Yuk!

Selengkapnya, berikut beberapa ciri-ciri anak manipulatif yang perlu orang tua ketahui sebagaimana dilansir dari laman MomJunction.

1. Emosinya meledak-ledak

Anak-anak yang manipulatif cenderung tidak bisa menerima jawaban “tidak”. Ketika orang tua tidak mengabulkan permintaannya, anak yang manipulatif akan menjadi tidak terkendali, emosinya meledak-ledak, menunjukkan agresi, berperilaku kasar, dan bahkan menangis.

Melalui perilaku emosional yang intens semacam itu, anak akan membuat orang tua kebingungan dan berakhir dengan menuruti permintaan mereka.

2. Gemar melampiaskan amarah

Ciri lain dari anak yang manipulatif yakni kerap melemparkan amarah yang ditandai dengan ledakan kemarahan intens untuk waktu yang singkat atau sampai anak berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Saat marah, anak mungkin tidak ragu untuk berteriak bahwa mereka membenci Anda dan menganggap Anda sebagai orang tua yang buruk karena tidak mau mengabulkan permintaan mereka. Bahkan, anak yang manipulatif juga tidak akan berpikir panjang untuk menangis sambil berguling-guling di depan toko mainan demi mendapatkan mainan incarannya.

Meski biasa terjadi pada anak kecil, namun Anda perlu waspada jika perilaku anak yang demikian terjadi secara berulang-ulang.

3. Suka berbohong

Biasanya, anak yang manipulatif akan berbohong dan bertingkah layaknya korban (playing victim) untuk memberi tahu orang lain bahwa orang tuanya tidak cukup baik karena tidak mau memberikan apa yang mereka inginkan. Akibatnya, orang tua akan secara terpaksa memberikan sesuatu yang lebih dari apa yang diperlukan anak.

Selain itu, anak yang manipulatif juga bisa melakukan perilaku sebagai berikut untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan:

  • Membuat orang tua merasa bersalah.
  • Melakukan gaslighting atau membuat orang tua meragukan penilaiannya sendiri.
  • Menggunakan pemerasan emosional.

Nah, setelah mengetahui ciri-cirinya, simaklah beberapa tips mengatasi perilaku manipulatif pada anak berikut ini.

1. Jangan langsung mengabulkan permintaan anak

Biarkan anak menunggu selama beberapa hari sebelum permintaannya dikabulkan. Ini dilakukan untuk mencegah kepuasan langsung sekaligus mengendalikan dorongan untuk melakukan sesuatu secara spontan.

Baca Juga: Mau Panjang Umur? Konsumsi 3 Buah Ini Secara Rutin

2. Buat action plan

Tetapkan bagaimana cara yang tepat dan harus anak lakukan saat mereka ingin meminta dan mendapatkan sesuatu tanpa menunjukkan perilaku manipulatif.

3. Lakukan kegiatan bersama

Melakukan kegiatan bersama seperti membaca cerita atau bermain peran memungkinkan Anda dan anak untuk mengekspresikan perasaan. Saat berkegiatan bersama, pastikan untuk memberikan anak kesempatan berbicara dan dengarkanlah mereka dengan sabar. Dengan menunjukkan kesabaran, itu akan sangat membantu anak untuk belajar bagaimana berperilaku baik.

4. Tetapkan aturan yang jelas

Beri tahu anak tentang apa saja yang harus dan tidak boleh mereka lakukan. Misal, anak tidak boleh meminta mainan dan hanya boleh mendapatkan es krim jika mereka ingin ikut Anda ke supermarket. Ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan anak membuat ulah.

5. Berikan hadiah saat anak menunjukkan perilaku baik

Memberikan hadiah kepada anak saat mereka menunjukkan perilaku baik atau berhasil mengendalikan perilaku manipulatifnya akan memotivasi anak untuk terus mengembangkan perilaku positif ke depannya. Anda dapat membuat daftar hadiah berdasarkan minat dan tingkat motivasi anak.

6. Ajarkan anak untuk membuat jurnal

Membuat jurnal atau journaling bermanfaat untuk memaksimalkan kesehatan mental anak dengan cara meluapkan pikiran dan perasaan yang menahan mereka dalam bentuk tulisan. Ajarkan anak untuk senantiasa mencatat hal-hal positif seperti pujian apa yang telah mereka dapatkan, siapa saja orang yang selalu mendukungnya, atau bantuan apa yang telah mereka berikan kepada orang lain.

7. Bantu anak mengelola stres

Cobalah untuk menciptakan suasana rumah yang santai guna menghindari aktivasi tindakan manipulatif pada anak. Pelajari juga lebih banyak hal tentang stres pada anak-anak sekaligus beberapa keterampilan coping untuk membantu anak menghadapi situasi apapun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian  

11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami

Yuk, ketahui beberapa obat herbal agar gula darah tinggi turun secara alami berikut ini! Ada apa saja?