MOMSMONEY.ID - Ketika anak mengatakan ingin menjadi pemain game profesional, sebagian orang tua mungkin masih merasa khawatir dengan masa depannya.
Padahal, perkembangan industri esports membuat pilihan karier di dunia gim semakin beragam.
Bukan hanya menjadi pemain profesional atau pro player, ada pula peluang bekerja di bidang produksi acara, pembuatan konten, hingga pengelolaan tim dan kompetisi.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara Visa x Moonton Games Mobile Legends: Bang Bang Media Gathering di Jakarta, Kamis (29/10).
Professional Esports Talent & Speaker, Lius Andre Saputra, menceritakan bagaimana pandangan masyarakat terhadap pemain gim telah berubah dibandingkan beberapa tahun lalu.
Ia menggambarkan bahwa dahulu keinginan anak menjadi pemain profesional sering kali belum dipahami orang tua.
Baca Juga: Moms Perlu Tahu, Ini Manfaat Pijat Bayi dan Cara Melakukannya dengan Nyaman
“Dahulu mungkin orang tua masih belum bisa memahami, tapi dengan perkembangan kompetisi dan semakin dikenalnya industri esports sekarang membuat profesi di bidang gaming mulai bisa mendapat perhatian yang berbeda” katanya
Apalagi, ekosistem esports kini melibatkan banyak pekerjaan yang mendukung penyelenggaraan pertandingan.
Tidak harus menjadi pemain profesional
Bagi anak yang menyukai gim, menjadi pemain profesional mungkin terlihat sebagai pilihan paling menarik.
Namun, kemampuan bermain bukan satu-satunya keterampilan yang dibutuhkan dalam industri ini.
Ada pula pekerjaan yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara, komunikasi, produksi konten, dan teknologi.
Misalnya, anak yang senang membuat video bisa mulai mengenal proses penyuntingan konten. Sementara itu, anak yang tertarik dengan jalannya pertandingan dapat mempelajari bagaimana sebuah kompetisi diselenggarakan.
“ Bisa mulai dari publisher,” ujar Lius
Dengan begitu, minat terhadap gaming dapat menjadi kesempatan untuk mengenali bidang lain yang sesuai dengan kemampuan anak.
Orang tua tetap perlu mendampingi
Meski industri esports berkembang, bukan berarti setiap anak yang gemar bermain game otomatis memiliki peluang menjadi pemain profesional.
Dibutuhkan latihan, keterampilan, kedisiplinan, dan pemahaman mengenai bidang yang ingin ditekuni.
Baca Juga: Tak Harus Liburan, Ini Cara Sederhana Membangun Kedekatan dengan Anak
Karena itu, orang tua dapat memulai dengan mengajak anak berdiskusi tentang apa yang mereka sukai dari dunia gaming.
Apakah anak tertarik pada strategi permainan, pembuatan konten, teknologi, atau justru kegiatan komunitas?
Dari percakapan tersebut, orang tua bisa membantu anak mengenali keterampilan yang dapat dikembangkan di luar aktivitas bermain.
Namun, keseimbangan tetap menjadi hal penting. Waktu bermain perlu disesuaikan dengan usia anak dan tidak mengganggu belajar, istirahat, aktivitas fisik, maupun hubungan sosial.
Dengan pendampingan yang tepat, hobi gaming bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal dunia teknologi dan industri kreatif, tanpa mengabaikan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News