MOMSMONEY.ID - Ketika anak harus berobat ke luar kota, keluarga tak hanya perlu menyiapkan biaya rumah sakit, tetapi juga ongkos perjalanan dan tempat menginap selama mendampingi pengobatan.
Untuk meringankan beban tersebut, Yayasan Ronald McDonald House Indonesia menyediakan Rumah Singgah gratis bagi keluarga pasien anak.
Selama 15 tahun beroperasi, fasilitas ini telah memberikan 78.202 malam menginap gratis kepada 3.108 keluarga.
Ketua Yayasan Ronald McDonald House Indonesia Caroline Djajadiningrat mengatakan, rumah singgah membantu keluarga tetap dekat dengan anak selama menjalani pengobatan.
“Selama 15 tahun, kami telah menyaksikan bagaimana kehadiran rumah singgah dan berbagai program kami membantu meringankan beban keluarga,” ujar Caroline dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).
Saat ini, terdapat empat Rumah Singgah dengan total 111 kamar gratis di Lebak Bulus, Kiara RSCM, Kemanggisan (Jakarta), dan Denpasar (Bali). Setiap kamar digunakan satu keluarga yang anaknya menjalani pengobatan berdasarkan rujukan rumah sakit.
Baca Juga: Cari Aktivitas Seru Bareng Anak? Ada Kegiatan Menghias Cupcake dari Mako
Yayasan juga memiliki dua Ronald McDonald House Family Room di RSCM Jakarta dan RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Fasilitas ruang istirahat tersebut telah dimanfaatkan oleh 19.589 keluarga.
Salah satu penerima manfaatnya adalah keluarga Angeline, pasien berusia 10 tahun asal Rembang yang menjalani perawatan di RSAB Harapan Kita, Jakarta, setelah didiagnosis Guillain-Barré Syndrome (GBS) pada Februari 2026.
Ibunda Angeline, Ayu, mengaku terbantu dengan fasilitas tersebut.
“Di luar ekspektasi kami, semua stafnya sangat peduli, sampai petugas kebersihan juga sudah seperti keluarga sendiri. Tidak ada uang pun tidak apa-apa, yang penting anak bisa sehat. Kebersamaan keluarga sangatlah berharga,” tutur Ayu.
Ke depan, yayasan berencana membangun Rumah Singgah kelima berkapasitas 33 kamar di RS Kemenkes Surabaya serta Family Room di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung.
Perluasan ini mempertimbangkan kebutuhan pasien dari luar daerah. Sekitar 70% pasien anak di RS Kemenkes Surabaya diketahui berasal dari luar daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News