MOMSMONEY.ID - Memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik menjadi salah satu perhatian penting bagi orang tua.
Tak heran, berbagai hal yang berkaitan dengan makanan dan minuman anak kerap diperiksa dengan teliti. Salah satunya kondisi susu bubuk yang dikonsumsi si kecil setiap hari.
Namun, bagaimana jika orang tua menemukan bintik-bintik kecil berwarna cokelat atau kehitaman di dalam susu bubuk?
Kondisi ini tentu bisa menimbulkan kekhawatiran. Sebagian orang tua mungkin langsung mempertanyakan apakah susu tersebut masih aman dikonsumsi atau justru menandakan adanya kontaminasi.
Meski demikian, munculnya bintik berwarna gelap pada susu bubuk tidak selalu berarti produk mengalami kontaminasi. Dalam proses pengolahan susu, terdapat tahapan teknologi pangan yang memungkinkan terbentuknya partikel dengan warna lebih gelap akibat paparan panas.
Prof. Dr.Ing. Azis Boing Sitanggang, STP, MSc, akademisi bidang teknologi pangan dari IPB University, menjelaskan, proses pembuatan susu bubuk melibatkan sejumlah tahapan terkontrol, mulai dari pencampuran bahan, pemanasan, hingga pengeringan.
Baca Juga: 5 Tips Memilih Susu Formula Anak, Jangan Cuma Lihat Kandungan
Salah satu teknologi yang umum digunakan dalam proses tersebut adalah spray drying atau pengeringan semprot. Melalui teknologi ini, susu cair diubah menjadi bubuk dengan memanfaatkan udara panas dalam waktu singkat.
Menurut Prof. Azis, proses penguapan air membantu menjaga suhu partikel susu tetap lebih rendah dibandingkan suhu udara pengering sehingga paparan panas terhadap komponen gizinya relatif ringan.
Meski begitu, sebagian kecil partikel susu dapat menempel pada permukaan alat pengering dan mengalami paparan panas lebih lama dibandingkan partikel lainnya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan warna menjadi kecokelatan hingga kehitaman yang dikenal sebagai scorched particles.
Fenomena scorched particles dapat dianalogikan seperti kerak tipis yang terbentuk di dasar panci saat memasak susu atau bagian pinggir roti yang berubah kecokelatan setelah dipanggang. Partikel tersebut berasal dari susu itu sendiri dan tidak selalu menunjukkan adanya kontaminasi dari luar.
Prof. Azis mengungkapkan, perubahan warna tersebut berkaitan dengan reaksi maillard, yakni reaksi antara gula dan protein akibat paparan panas. Reaksi ini merupakan salah satu proses yang umum terjadi dalam pengolahan pangan dan dapat memengaruhi warna maupun karakteristik produk.
"Reaksi ini umum terjadi dalam proses pengolahan pangan dan dapat memengaruhi warna serta karakteristik produk, tanpa selalu menunjukkan adanya kontaminasi dari luar," ungkap Prof. Azis dalam keterangan resminya, Senin (2/11).
Baca Juga: Jangan Asal Pilih Susu Anak, Ini 5 Hal yang Wajib Dipertimbangkan
Berdasarkan metode pengujian yang dirujuk oleh American Dairy Products Institute (ADPI), keberadaan scorched particles terutama berkaitan dengan aspek mutu tampilan produk dan tidak dengan sendirinya dianggap sebagai indikasi bahaya keamanan pangan.
Meski demikian, bukan berarti setiap bintik gelap yang ditemukan pada susu bubuk bisa langsung dianggap normal. Identifikasi tetap diperlukan untuk memastikan bahwa partikel tersebut memang berasal dari proses pengolahan susu, bukan benda asing atau tanda perubahan produk yang tidak semestinya.
Bagi orang tua yang menemukan bintik berwarna gelap pada susu bubuk anak, tidak perlu langsung panik. Namun, pemeriksaan kondisi produk tetap penting dilakukan sebelum susu dikonsumsi.
Prof. Azis menyarankan agar orang tua memperhatikan karakteristik partikel yang ditemukan. Jika terdapat bintik yang keras, jumlahnya tidak wajar, disertai perubahan aroma, atau penggumpalan yang tidak biasa, sebaiknya susu tidak diberikan terlebih dahulu.
Kondisi kemasan juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak terdapat kerusakan yang berpotensi memengaruhi kualitas produk.
Selain itu, orang tua sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
- Periksa tanggal kedaluwarsa. Pastikan susu bubuk belum melewati tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan.
- Perhatikan kondisi kemasan. Hindari menggunakan produk dengan kemasan yang rusak atau tidak tertutup dengan baik.
- Cek aroma dan tekstur susu. Perubahan aroma, penggumpalan yang tidak biasa, atau partikel keras perlu menjadi perhatian.
- Pastikan penyimpanan sesuai petunjuk. Simpan susu bubuk berdasarkan instruksi pada kemasan agar kualitas produk tetap terjaga.
- Hubungi produsen jika masih ragu. Orang tua dapat menyimpan kemasan, mencatat nomor produksi atau kode batch, kemudian menghubungi layanan konsumen produsen untuk meminta penjelasan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News