M O M S M O N E Y I D
Santai

8 Barang yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Lemari Kamar Tidur agar Ruang Lebih Lapang

8 Barang yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Lemari Kamar Tidur agar Ruang Lebih Lapang
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Berikut cara simpel bikin lemari kamar tidur lebih rapi dan lega. Tips ini bantu hilangkan barang yang bikin penuh dan bikin adem ruang kamu.

Punya lemari yang terus penuh dan bikin pusing setiap kali buka pintunya?

Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang menjadikan lemari kamar sebagai tempat “penyelamat darurat” saat tidak tahu harus menyimpan sesuatu di mana, apalagi kalau ukuran rumah terbatas.

Akibatnya, lemari jadi sumpek dan berantakan, bahkan bikin stres setiap kali memilih pakaian.

Padahal, lemari yang rapi bisa bikin rutinitas harian lebih mudah, waktu bersiap jadi lebih cepat, dan suasana kamar terasa jauh lebih nyaman. 

Berdasarkan saran pakar pengorganisasian profesional yang dibagikan Real Simple, ada beberapa barang yang lebih baik dipindahkan ke tempat lain supaya lemari kamar kembali lega dan fungsional.

Baca Juga: 5 Trik Minimalis Biar Ruang Tamu Lebih Luas, Rapi, dan Enak Dilihat oleh pengunjung

Sepatu

Sepatu sebenarnya lebih cocok disimpan dekat pintu karena di sanalah kita memakai dan melepasnya. Menaruh sepatu di lemari kamar hanya membawa debu dan aroma tidak sedap yang bisa menyebar ke pakaian. 

Untuk koleksi sepatu besar, simpan yang spesial atau jarang dipakai di lemari dan letakkan sepatu harian di area pintu masuk.

"Yang penting bukan apa yang disimpan bersama, tapi bagaimana cara menyimpannya," ujar Jamie Hord, pendiri Horderly.

Tas tangan

Tas jarang dipakai inside the house, jadi menyimpannya di lemari justru bikin sesak. Lebih efektif menaruh tas harian di dekat pintu agar mudah diambil dan dikembalikan. Untuk tas pesta atau koleksi unik, letakkan rapi di rak paling atas lemari.

"Tas tangan yang sering dipakai sebaiknya berada dekat pintu agar tidak menambah kekacauan," ujar Jill Czarnik dari The Tribalist.

Pakaian luar dan aksesori

Jaket, mantel, topi, dan syal tidak dipakai di kamar. Menempatkannya di area pintu masuk akan membebaskan ruang lemari cukup banyak. Cara ini juga mempermudah pengambilan dan penyimpanan saat aktivitas luar rumah.

Makanan

Sebaiknya jauhkan makanan dari lemari pakaian. Makanan bisa mengundang tikus atau serangga dan merusak pakaian berbahan alami seperti wol dan kasmir.

Kalau sangat terpaksa menyimpan makanan, pilih makanan kalengan atau simpan di wadah kedap udara.

Produk kecantikan cair

Sampo, lotion, parfum, dan toner rawan bocor dan bisa merusak baju. Simpan di kamar mandi atau area kosmetik khusus. Kalau harus masuk lemari, pastikan menggunakan wadah plastik rapat supaya aman dari tumpahan.

Cucian kotor

Keranjang cucian boleh saja berada di dekat lemari, tapi pastikan rajin dikosongkan. Pakaian olahraga atau barang lembap bisa menimbulkan bau tidak sedap. Pilih keranjang bertutup atau pindahkan ke ruang laundry agar udara tetap segar.

Baca Juga: 13 Inspirasi Skema Warna Dapur Timeless untuk Rumah Modern yang Kompleks

Tumpukan barang acak

Sering menaruh barang random seperti alat kebersihan, mainan, atau peralatan ekstra di lemari? Ini penyebab lemari cepat penuh. 

Jika tidak ada ruang lain, buat zona khusus menggunakan kotak penyimpanan supaya tidak bercampur dengan pakaian bersih.

Pakaian yang tidak pernah dipakai

Ini penyebab terbesar lemari terlihat penuh tapi terasa tidak punya pilihan baju. Pakaian yang tidak muat atau tidak pernah dipakai hanya menyita tempat dan membuat beban pikiran.

Coba lakukan penyortiran setiap tiga bulan, lalu jual, donasikan, atau berikan ke yang membutuhkan.

"Mengurangi justru bisa menambah kualitas hidup, karena barang yang tidak pernah dipakai hanya menambah tekanan," ujar Jill Czarnik.

Merapiakan lemari bukan cuma soal estetika, tapi juga tentang membangun ruang hidup yang lebih tenang. Mulai saja dari satu kategori kecil, misalnya sepatu atau tas, dan rasakan perubahan perlahan.

Dalam waktu singkat, kamar akan terasa lebih lega, nyaman, dan bikin senang saat melihatnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​