M O M S M O N E Y I D
Keluarga

7 Tips Parenting Islami untuk Mengembangkan Karakter Islami dalam Diri Anak

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Simak 7 tips parenting Islami untuk mengembangkan karakter Islami dalam diri anak.

Parenting Islami sebagaimana dikutip dari laman IAIN Bengkulu adalah suatu metode pengasuhan orang tua kepada anak sebagai solusi metode pendidikan dengan pendekatan karakter budi pekerti dan relegiusitas agama Islam.

Parenting Islami bertujuan untuk menjadikan anak mempunyai tonggak pendidikan agar menjadi manusia yang memiliki akhlak sesuai anjuran agama Islam dan berkarakter mulia.

Melansir Gramedia.com, ada beberapa tips parenting Islami untuk mengembangkan karakter Islami dalam diri anak. Berikut penjelasannya:

1. Tanamkan iman pada diri anak sejak dini

Tips parenting Islami salah satunya menanamkan iman pada diri anak sejak dini. Agar si kecil mencintai Allah SWT beserta Rasul-Nya, takut akan siksaan-Nya, dan mengharapkan pahala dari-Nya, pastikan Anda menanamkan iman pada diri anak sejak dini.

Salah satu caranya yaitu dengan membicarakan nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT (Asmaul Husna) bersama anak.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Anak Tetap Aman Saat Bermain Media Sosial, Selalu Temani Anak

2. Tanamkan rasa hormat pada Al-Qur’an

Tips parenting Islami berikutnya yaitu menanamkan rasa hormat pada Al-Qur’an. Bantulah si kecil untuk berpegang teguh pada etika-etika dalam membaca Al Qur’an.

Etika-etika yang dimaksud termasuk membaca ta’awwudz, membaca basmallah, dan memuliakan mushaf Al-Qur’an. Juga, mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an seraya melakukan perenungan.

3. Ajarkan anak untuk berdzikir

Membiasakan anak untuk berdzikir kepada Allah SWT akan berpengaruh positif pada perilaku mereka.

Pada akhirnya, anak akan senantiasa mengingat Allah SWT. Sehingga, jiwa anak akan tumbuh dengan baik sementara fitrah atau nalurinya akan selamat dari berbagai penyimpangan.

4. Ajarkan anak untuk salat

Awasilah perkembangan anak selama 5 tahun. Karena, di usia tersebut merupakan fase pertama masa pertumbuhan mereka.

Selama fase pertumbuhan, cobalah untuk membiasakan anak Anda melaksanakan salat dan beramal. Apabila usia anak sudah mendekati 7 tahun, selalu ingatkan mereka untuk siap-siap salat ketika azan sudah berkumandang. Dengan begini, anak akan belajar membiasakan diri untuk salat tepat waktu.

Baca Juga: Kiat-Kiat Berkomunikasi dengan Anak Remaja yang Efektif Menurut Unicef

5. Ajarkan anak tentang sifat amanah

Tips parenting Islami berikutnya adalah mengajarkan anak tentang sifat amanah. Ajarkanlah anak untuk menghormati hak-hak orang lain, termasuk tidak mengambil atau menggunakan barang milik orang lain tanpa izin.

Jika anak mengambil atau menggunakan barang milik orang lain tanpa izin, hadapilah mereka dengan tenang tanpa perlu menakut-nakuti atau menginterogasi mereka layaknya pencuri.

Hindari juga berteriak sembari mengucapkan kata-kata seperti “Ini barang milik siapa? Kamu pasti mencurinya kan?”. Pasalnya, hal ini bisa melukai harga diri anak dan mendorong mereka untuk berperilaku lebih buruk.

6. Latih anak untuk bersabar

Tips parenting Islami yang keenam adalah melatih anak untuk bersabar. Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk membantu anak belajar sabar adalah dengan menunjukkan secara langsung seperti apa perilaku sabar melalui tindakan Anda sendiri.

Setelah itu, bantulah anak untuk belajar menunggu. Misal, saat anak lapar dan Anda masih sibuk memasak, berikan mereka pengertian untuk menunggu selama beberapa saat. Anda bisa mengucapkan kata-kata seperti “Sabar ya, Nak. Ibu masak dulu. Tunggu 5 menit lagi ya” dengan intonasi yang lembut.

7. Ajarkan anak untuk menjadi sosok yang pantang menyerah

Sebaiknya, sikap pantang menyerah ditanamkan sejak usia balita. Jika anak sudah mampu menangkap penyampaian Anda, Anda bisa membacakan mereka dongeng atau cerita sebelum tidur yang mana karakter di dalamnya memiliki sikap pantang menyerah dan penuh semangat.

Plus, kurangilah batasan mental seperti mengucapkan kata “Jangan”, ”Tidak Boleh”, atau ”Bukan Begitu”. Sebagai gantinya, gunakanlah kata-kata pengganti yang lebih positif, contohnya:

  • “Nak, nonton televisinya agak mundur ya supaya tidak sakit mata” alih-alih “Jangan nonton televisi terlalu dekat!”
  • “Lewat sini saja yuk, nanti ada ayam” alih-alih “Jangan ke sana!”
  • “Iya, Nak. Ibu sudah dengar. Tunggu sebentar ya” alih-alih “Jangan teriak-teriak!”

Demikian 7 tips parenting Islami yang bisa Moms terapkan guna mengembangkan karakter Islami dalam diri anak. Semoga bermanfaat ya, Moms.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Trik Tukang Cat Profesional biar Mengecat Rumah Lebih Cepat Selesai

Trik sederhana dari tukang cat profesional membuat proses mengecat rumah lebih cepat, rapi, hemat waktu, dan minim capek.  

4 Perbedaan SPF dan PA pada Sunscreen yang Wajib Dipahami, Jangan Asal Beli!

Saat membeli produk sunscreen, Anda pasti sering melihat label SPF dan PA. Wajib tahu, ini 4 perbedaan SPF dan PA pada sunscreen.

10 Kebiasaan Finansial yang Bisa Bantu Kelas Menengah Naik Asetnya

Ingin kondisi keuangan lebih baik? Simak 10 kebiasaan finansial yang dapat bantu kelas menengah membangun aset secara bertahap.

4 Waktu Terburuk untuk Olahraga yang Bisa Membahayakan Tubuh, Hindari Ya!

Sudah tahu belum? Ada 4 waktu terburuk untuk olahraga yang wajib Anda hindari. Klik untuk penjelasan selengkapnya.

IHSG Pekan Ini Siap Bullish, IPOT Jagokan Tiga Saham Berikut

Pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan lebih dipengaruhi musim laporan keuangan emiten kuartalan.

Volatilitas SUN Tetap Tinggi Pasca-Rating S&P, Yield SUN 10 Tahun Ditaksir 6,8%-7,3%

Prospek obligasi dinilai tetap menarik hingga akhir 2026, didukung permintaan domestik dan risiko downgrade yang mereda.

Hujan Lebat Masih Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/7)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 21 Juli 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Apa Artinya bagi Pasar Obligasi & Rupiah?

Yield obligasi pemerintah, CDS, rupiah belum menunjukkan perubahan signifikan usai S&P mempertahankan rating Indonesia. Apa sebabnya?

Risiko Rambut Rontok, Mengapa Cat Rambut Permanen Bikin Batang Rambut Rapuh?

Bahan kimia dalam cat rambut permanen bisa mengikis protein alami rambut. Simak alasan mengapa batang rambut rontok setelah diwarnai.

Bitcoin Bertahan di US$ 64.000 Saat Geopolitik Memanas, Apa sebabnya?

Harga Bitcoin bertahan di atas US$ 64.000 meski harga minyak dunia melonjak akibat memanasnya konflik AS-Iran.