MOMSMONEY.ID - Apa saja tanda seseorang mengalami kecanduan gula? Simak tanda dan penjelasannya berikut.
Gula merupakan salah satu bahan makanan yang paling mudah ditemukan, baik dalam makanan maupun minuman.
Hampir semua makanan dan minuman mengandung gula dalam jumlah yang banyak. Hingga membuat orang menjadi kecanduan dan tidak bisa lepas dari mengonsumsi gula.
Dietary Guidelines for Americans atau Pedoman Diet untuk Orang Amerika saat ini merekomendasikan untuk membatasi kalori dari tambahan gula tidak lebih dari 10 persen setiap hari. Untuk seseorang yang mengonsumsi 2.000 kalori sehari, jumlah tersebut setara dengan maksimal 12 sdt.
Jika mengonsumsi gula lebih dari rekomendasi, ada sederet tanda tubuh yang kecanduan gula seperti berikut.
Baca Juga: 7 Jenis Buah Tinggi Gula, Anak-Anak Jangan Konsumsi Berlebihan
Sering merasa lapar
Jika Anda mengonsumsi banyak kalori ekstra dari gula tambahan, peningkatan rasa lapar adalah salah satu tanda awalnya.
"Gula memang memuaskan indra perasa, tetapi tidak benar-benar mengenyangkan atau mengisi perut kita," ujar Keri Stoner-Davis, RDN, yang bekerja di Lemond Nutrition di Plano, Texas pada laman Everyday Health.
Tanpa protein, serat, dan lemak sehat. tubuh akan membakar gula dengan cepat dan memicu rasa lapar yang meningkat; hal ini dapat mendorong kebiasaan mengemil tanpa sadar atau bahkan secara kompulsif, kata Cording.
Tidak bisa berhenti makan
Kebiasaan untuk selalu makan dalam jangka waktu 2-3 jam juga menjadi salah satu tanda tubuh yang telah kecanduan gula. Hal ini merupakan tanda dari tubuh bahwa ada gangguan pada sistem gula darah.
Laman Kay Nutrition menyebutkan, ketika seseorang tidak bisa memberikan jeda lebih dari dua hingga tiga jam untuk makan maka itu merupakan tanda tubuh telah mengalami resistansi pada gula. Sehingga, tubuh tidak dapat melakukan tugasnya untuk mengubah lemak menjadi energi.
Sering merasa tidak berenergi
Orang yang mengalami kecanduan gula biasanya mengalami tanda seperti mudah merasa tidak berenergi padahal tidak melakukan banyak kegiatan berat. Laman Nib menjelaskan, kekurangan energi ini biasa terjadi di waktu sore antara pukul 3-4 sore. Saat itu, tingkat energi tanpa disadari menurun dan mulai mencari sesuatu yang manis untuk dimakan.
Baca Juga: Ini Daftar Buah-Buahan yang Efektif Menurunkan Kadar Asam Urat dalam Tubuh
Merasa kembung setelah makan
Penyuka makanan manis yang kerap merasa kembung setelah mengonsumsi makanan patut mengetahui bahwa hal itu bisa diakibatkan karena kecanduan gula. Kelebihan konsumsi gula akan mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan.
Gula yang berlebih tadi dapat mengendap dan dijadikan makanan oleh bakteri di usus yang menyebabkan perut menjadi kembung.
Mudah merasa lelah
Tak berenergi juga dapat memicu kondisi lain yang menjadi tanda kecanduan gula yaitu mudah merasa lelah. Biasanya tanda ini terlihat dari kebiasaan lelah saat bangun pagi, merasa lemas, dan melakukan aktivitas tanpa energi.
Akhirnya, rasa lelah tersebut hanya dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan atau minuman manis sebagai pilihannya.
Bau badan
Asupan gula yang berlebihan menjadi sumber makanan bagi bakteri dan jamur, sehingga menurut Good Food, keringat Anda bisa mengeluarkan aroma manis yang tidak wajar atau bahkan bau asam. Keringat yang beraroma buah bisa menjadi tanda komplikasi yang lebih serius yang disebut ketoasidosis diabetik.
Kondisi ini terjadi pada penderita diabetes, terutama diabetes tipe 1, jika kadar glukosa darah tidak terkontrol dengan baik. Namun, tentu saja sangat masuk akal untuk menjaga konsumsi gula tetap dalam batas yang wajar.
Perubahan suasana hati
Jika Anda merasa murung, mudah tersinggung, atau gelisah, itu mungkin pertanda Anda mengonsumsi terlalu banyak gula. Naik turunnya gula dicerminkan oleh emosi kita. Ketika kadar gula darah turun, suasana hati kita pun ikut turun.
Mungkin tak banyak disadari, tetapi itulah tadi sederet tanda tubuh yang kecanduan gula. Coba mulai perhatikan, ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News