MOMSMONEY.ID - Waspada, beberapa kebiasaan ini diam-diam merusak HP Android dan iPhone. Banyak pengguna tanpa sadar melakukan kebiasaan yang diam-diam menurunkan kinerja, kesehatan baterai, dan komponen internal.
Dariy Bek, pengamat media sosial dari Hottechrepair.com memaparkan bahwa ponsel dirancang untuk performa tinggi, tetapi tetap memiliki batas. Setiap komponen internal, mulai dari baterai dan CPU hingga layar dan sirkuit pengisian daya hanya mampu menahan tingkat keausan tertentu.
Kerusakan sering terjadi secara bertahap dan tidak disadari. Simak beberapa kebiasan yang diam-diam merusak HP Android dan iPhone:
Baca Juga: Dari Facebook hingga X, Begini Cara Media Sosial Menghasilkan Uang untuk Anda
1. Pengisian daya berlebih semalaman
Baterai lithium-ion modern bisa lebih cepat rusak jika terus-menerus diisi hingga 100% dan dibiarkan mengisi daya selama berjam-jam. Ketika baterai terisi penuh, tekanan tegangan meningkatkan penuaan kimia dan mengurangi kapasitas.
Penumpukan panas selama pengisian daya memperburuknya lebih lanjut. Cabut pengisi daya ponsel saat daya baterai mencapai sekitar 80-90%.
Gunakan pengaturan pengisian daya adaptif, hindari penggunaan casing tebal dan tertutup saat mengisi daya untuk mengurangi panas.
2. Menggunakan pengisi daya murah
Kabel yang tidak bersertifikasi membuat ponsel lebih mudah panas, menghasilkan tegangan yang tidak stabil. Hal ini juga menyebabkan kerusakan pada port pengisian daya.
Fluktuasi tegangan dapat menyebabkan korsleting pada papan logika ponsel atau merusak IC pengisian daya. Lebih buruk lagi, hal itu dapat memicu risiko keselamatan seperti panas berlebih atau pembengkakan baterai.
Selalu gunakan kabel yang bersertifikasi atau disetujui oleh produsen. Jika port longgar atau ponsel mengisi daya dengan lambat, segera lakukan pemeriksaan diagnostik.
3. Membiarkan penyimpanan penuh
Saat penyimpanan ponsel hampir penuh, kinerja akan menurun drastis. Sistem kesulitan mengalokasikan memori yang mengakibatkan lag, aplikasi macet, dan sistem yang terlalu panas.
Kapasitas penyimpanan yang rendah dapat menyebabkan CPU dan RAM bekerja lembur. Siklus baca/tulis yang konstan meningkatkan keausan pada memori flash, memperpendek umurnya.
Lakukan pencadangan rutin untuk foto, video, dan aplikasi lama yang tidak lagi digunakan. Penyimpanan cloud atau mentransfer file ke komputer sangat membantu.
4. Mengabaikan pembaruan perangkat lunak
Pembaruan memang menjengkelkan, tetapi sangat penting. Perangkat lunak yang ketinggalan zaman dapat membuat perangkat rentan terhadap bug, panas berlebih, dan penurunan kinerja.
Versi OS lama seringkali memiliki proses latar belakang yang tidak efisien, sehingga menguras baterai. Kerentanan keamanan juga meningkatkan risiko malware atau pencurian data.
Selalu perbarui sistem operasi dan aplikasi Anda. Jika ponsel melambat atau gagal menginstal pembaruan dengan benar, kunjungi tempat service untuk mendapatkan diagnosis perangkat lunak lengkap.
5. Menggunakan ponsel saat sedang mengisi daya
Menonton video, bermain game, atau scrolling layar saat ponsel sedang diisi daya memang tidak berbahaya. Tetapi, hal itu dapat menyebabkan baterai gampang panas.
Pengisian daya dan penggunaan secara bersamaan memberi tekanan pada komponen internal. Panas yang dihasilkan dari CPU menambah panas pengisian daya, sehingga tekanan termal menjadi dua kali lipat.
Hindari penggunaan berat saat mengisi daya. Jika perlu menggunakan ponsel secara mendesak, lepaskan casing dan letakkan di permukaan yang sejuk dan rata.
Jika panas berlebih sering terjadi, pemeriksaan profesional dapat membantu menentukan apakah baterai atau motherboard berisiko mengalami kerusakan.
6. Menggunakan casing terlalu tebal
Casing ponsel yang tebal atau berventilasi buruk dapat memerangkap panas saat pengisian daya atau penggunaan berat. Panas mempercepat degradasi lithium-ion dan menyebabkan perubahan warna pada layar seiring waktu.
Gunakan casing yang ringan dan berventilasi serta lepaskan saat mengisi daya atau bermain game.
Baca Juga: Dari Facebook hingga X, Begini Cara Media Sosial Menghasilkan Uang untuk Anda
7. Menunda perbaikan layar yang retak
Retakan pada layar memungkinkan debu, kelembapan, dan udara mencapai komponen sensitif di bawahnya. Paparan melalui retakan dapat menyebabkan korosi pada konektor layar, merusak sensor, atau bahkan menyebabkan kerusakan fungsi sentuh.
Itulah beberapa kebiasaan yang diam-diam merusak HP Android dan iPhone, semoga membantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News