MOMSMONEY.ID - Fitur WhatsApp yang bantu jaga privasi penggunanya tentu sangat bermanfaat, mengingat aplikasi ini telah digunakan oleh miliaran orang di dunia.
Keberadaannya yang makin meluas tersebut membuat aplikasi ini jadi target bagi peretasan. Ada tindakan pembajakan akun baru yang disebut GhostPairing.
Tindakan ini akan membuat para pengguna menghubungkan browser peretas ke perangkat WhatsApp.
Kate O'Flaherty, pengamat media sosial dari Wired.com, mengatakan, WhatsApp telah menyiapkan beberapa fitur yang bisa membantu menjaga akun para penggunanya.
WhatsApp dilindungi oleh enkripsi end to end dan cadangan terenkripsi kata sandi dan teknologi AI yang meningkatkan privasi. Simak terus beberapa informasi yang menjelaskan tentang fitur WhatsApp yang bantu jaga privasi pengguna:
Baca Juga: Cara Cek Unfollowers Instagram Web & Facebook, Ini Tips yang Sangat Membantu
1. Pemeriksaan privasi
Fitur pemeriksaan privasi WhatsApp di pengaturan memungkinkan untuk mengontrol siapa saja yang bisa melihat data seperti foto profil, informasi tentang, dan status.
Anda juga dapat menambahkan privasi ekstra ke profil dengan menyesuaikan pengaturan terakhir dilihat atau online menjadi tidak Ada.
Dari sana, Anda dapat memilih siapa saja yang dapat menghubungi di WhatsApp dengan memblokir panggilan dan pesan yang tidak diinginkan.
Pengguna juga dapat menentukan siapa yang dapat menambahkannya ke grup, membisukan penelepon yang tidak dikenal, dan mengelola kontak yang diblokir.
2. Pesan sementara
Meskipun WhatsApp dilindungi oleh enkripsi end to end, pesan masih bisa dibaca jika telah disusupi oleh spyware. Salah satu cara untuk membantu mengamankan obrolan dari hal ini adalah dengan fitur pesan sekali lihat.
Fitur ini memungkinkan Anda untuk mengatur jangka waktu agar pesan tetap terlihat sebelum dihapus. Pesan dapat diatur untuk menghilang setelah 24 jam, tujuh hari, atau 90 hari setelah dikirim.
Pesan sementara dapat diatur untuk semua obrolan atau untuk percakapan tertentu. Untuk mengaktifkan fitur ini sebagai default, buka pengaturan, pilih menu privasi dan pilih pengatur waktu pesan default dan atur jangka waktu agar pesan menghilang.
3. Autentikasi dua faktor termasuk pin keamanan
WhatsApp membutuhkan nomor telepon untuk membuat akun. Hal inilah yang membuatnya rentan terhadap berbagai risiko keamanan dan privasi.
Fitur yang akan melindungi akun WhatsApp dari ancaman tersebut adalah pin keamanan. Pin berfungsi sebagai autentikasi dua faktor untuk melindungi obrolan dari para penjahat siber.
Anda hanya perlu membuka pengaturan WhatsApp, pilih menu akun dan verifikasi dua langkah. Aktifkan atau atur pin dan masukkan pin pilihan dan konfirmasikan.
Anda juga dapat menambahkan alamat email jika perlu mengatur ulang verifikasi dua langkah. Selain itu, tambahkan kata sandi untuk melindungi akun WhatsApp Anda.
Baca Juga: Waspada! Akun WhatsApp Bisa Diretas Tanpa Perlu OTP, Ini Solusi yang Bisa Dicoba
4. Kunci aplikasi dan kunci obrolan
Saat menggunakan aplikasi terenkripsi seperti WhatsApp, hal terakhir yang bisa dilakukan adalah pratinjau pesan untuk dilihat semua orang. Dengan mengingat hal ini, ada baiknya untuk menonaktifkan notifikasi push di panel pengaturan ponsel.
Anda juga dapat melindungi aplikasi melalui FaceID atau Touch ID di iPhone atau dengan kunci sidik jari Android. Untuk mengaktifkan kunci Aplikasi di WhatsApp, buka menu pengaturan, pilih privasi dan pilih kunci Aplikasi.
Jika beberapa obrolan memerlukan privasi ekstra, Anda dapat menguncinya sehingga muncul di folder terpisah dari daftar utama.
5. Aktifkan pengaturan keamanan tingkat lanjut
WhatsApp menawarkan beberapa pengaturan tingkat lanjut untuk membantu melindungi akun dari penipu dan mencegah pengungkapan alamat IP. Pengaturan ini sangat berguna, tetapi masih bisa dinonaktifkan secara default.
Untuk mengaktifkan pengaturan ini, buka menu privasi dan klik menu lanjutkan. Fitur yang pertama muncul adalah blokir pesan tidak dikenal.
Selanjutnya adalah pengaturan Lindungi Alamat IP yang mendukung panggilan dienkripsi end to end melalui server WhatsApp. Jika Anda mengaktifkan menu “nonaktifkan pratinjau tautan, tautan yang dikirim tidak akan menghasilkan pratinjau yang bisa mengungkapkan alamat IP Anda.
Baca Juga: Cara Menambahkan Musik di Postingan Facebook Bisa Juga Tambahkan Musik ke Profil
6. Privasi obrolan lanjutan
Fitur penting lainnya untuk keamanan WhatsApp adalah privasi obrolan lanjutan yang membantu mencegah orang mengambil obrolan di luar aplikasi. Untuk mengaktifkan fitur ini untuk individu, klik obrolan yang ingin diedit.
Buka menu lihat kontak, pilih privasi obrolan lanjutan, dan aktifkan. Perlu diingat, Anda perlu mengaktifkan privasi obrolan lanjutan untuk setiap obrolan individu atau grup yang ingin Anda terapkan.
Untuk grup, perlu diingat bahwa siapa pun dapat memperbarui pengaturan dan admin bisa membatasinya. Pilih obrolan yang ingin diedit, klik info grup dan pilih menu izin grup.
Aktifkan edit pengaturan grup, kembali ke halaman grup dan klik privasi obrolan tingkat lanjut dan aktifkan fitur tersebut.
7. Matikan unduhan media
WhatsApp secara otomatis menyimpan video dan foto yang dikirim ke ponsel. Untuk mencegah hal ini, buka pengaturan, pilih obrolan dan matikan opsi simpan ke foto.
Pada saat yang sama, WhatsApp memungkinkan untuk mengirim media dan catatan suara untuk dilihat satu kali saja. Cukup pilih media yang ingin dikirim, ketuk ikon “1” di kolom keterangan.
Itulah ringkasan yang menjelaskan tentang fitur WhatsApp yang bantu jaga privasi pengguna.
Selanjutnya: SariWangi Masuk Portofolio Djarum, Ini Rencana Bisnis Savoria Group
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News